Sang Pujangga

| 23 July 2014 | 14:28



154150
Dibaca
283
Komentar
90
Rating

Prabowo Benar, Terbukti Jokowi Memang “Curang”


Awalnya saya tidak percaya dan terkejut ketika Prabowo menyatakan menarik diri dari pilpres karena merasa dicurangi. Bagaimana tidak terkejut dan campur bingung? Koalisi merah putih yang mendukung Prabowo adalah mayoritas dan menguasai birokrasi dari tingkat desa hingga pusat.

Janji Prabowo yang akan memberikan uang 1 milyar per desa per tahun telah membuat “gelap mata” beberapa kepala desa. Mereka pun menggalang dukungan antar kepala desa dan perangkat desa seluruh Indonesia melalui jaringan “Parade Nusantara”. Dukungan resmi Partai Golkar yang memiliki kepala daerah terbanyak di seluruh Indonesia semakin memperkuat jajaran birokrasi yang mendukung Prabowo. Belum lagi kepala daerah dari PAN, PPP, PKS, Gerindra, PBB dan Partai Demokrat yang jumlahnya ratusan tentu semakin memudahkan Prabowo untuk memenangkan pilpres. Apalagi data di MK menunjukkan 97% proses Pilkada kasusnya diselesaikan di MK. Artinya, 97% Pilkada diduga ada manipulasi dan kecurangan. Dan dari 97% tersebut tentu saja koalisi merah putih pendukung Prabowo memiliki presentase yang lebih besar dibandingkan koalisi partai yang mendukung Jokowi.

Jadi dengan sederhana ala orang bodoh, logika orang waras yang masih menggunakan akal sehat dan hati nuraninya tentu sudah bisa menebak siapa yang terindikasi melakukan “kecurangan” dalam Pemilu. Pengalaman ORBA membuktikan, kecurangan pemilu selalu melibatkan birokrasi pemerintahan. Padahal saat ini pemerintahan dikuasai oleh Partai Demokrat, Golkar, PKS, PPP, PAN yang justru mendukung Prabowo dalam pilpres. Nah loh ada maling teriak maling, ngaku dicurangi tapi…….

Lantas apa hubungannya dengan judul…?

Setelah saya telusuri lebih dalam lagi akhirnya saya menemukan “kecurangan-kecurangan” yang dilakukan oleh Jokowi. Ya, Jokowi terbukti “curang” karena mampu menarik dukungan dari ribuan hingga jutaan relawan dari dalam dan luar negeri tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Sebaliknya, justru para relawan lah yang harus mengeluarkan biaya, energi dan pikirannya untuk mendukung Jokowi, ini jelas “curang”. Coba, bandingkan dengan Prabowo yang harus memobilisasi massa dalam setiap kampanyenya. Dan dalam setiap mobilisasi massa tentu dibutuhkan dana yang sangat besar. Tentu tidak adil bukan, Jokowi di bayar oleh relawan, sementara Prabowo harus membayar massa yang dimobilisasi. Ini jelas “curang” namanya.

Jokowi juga terbukti “curang” melibatkan ratusan artis tanpa bayaran. Berdasarkan pengakuan para artis, biasanya dalam setiap kampanye pemilu baik pileg maupun pilpres mereka mendapatkan bayaran puluhan hingga ratusan juta dalam setiap penampilannya. Tapi khusus untuk mendukung revolusi mentalnya Jokowi, para artis tersebut rela tidak dibayar. Bahkan di antara para artis harus mengeluarkan koceknya untuk membiayai penampilannya. Jokowi jelas “curang” karena menggalang people power lewat “Konser Salam Dua Jari” yang dicatat dalam sejarah pilpres 2014 tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Jokowi juga “curang” karena membuat ahli Golputer sedunia rela turun gunung dengan dibuktikan tingginya partisipasi pemilih baik di dalam maupun di luar negeri. Jokowi juga “curang” karena mampu menumbuhkan harapan dan optimisme rakyat sehingga rela antri di TPS-TPS di seluruh penjuru dunia hingga pelosok-pelosok negeri. Jokowi juga “curang” karena memberikan inspirasi kepada anak-anak muda cerdas dan kreatif, para jawara olimpiade computer dan matematika untuk membuat web kawalpemilu.org yang berperan penting mengawal suara rakyat sehingga sulit untuk dimanipulasi. Tentu saja adanya web kawalpemilu.org menjadi bukti kuat bahwa Jokowi “curang” karena suara rakyat tidak bisa lagi dimanipulasi. Dan “kecurangan” yang paling kasat mata dan bisa dilihat oleh saksi dari seluruh penjuru dunia adalah Jokowi telah mencuri hati sebagian besar rakyat Indonesia sehingga jatuh cinta dan memilihnya dalam pilpres. Blusukan, memetakan masalah, mendengar keluhan dan keinginan rakyat adalah cara curang Jokowi untuk mencuri hati rakyat. Karena “kecurangan-kecurangan” yang massif, sistematis dan terstruktur tersebut maka Jokowi menang mutlak di luar negeri dan di 23 provinsi. Karena “kecurangan-kecurangan” yang massif, sistematis dan terstruktur tersebut Jokowi akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7. Apakah anda juga menemukan “kecurangan” Jokowi yang lain, silakan buktikan?

Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia!!!

Tags: prabowomundur pilpres2014

Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..

Kotak Suara 2014 berisi berita dan opini warga seputar hiruk-pikuk Pemilu 2014 dengan tag "pileg2014", "pilpres2014",atau "serbaserbipemilu"

Tulis Tanggapan Anda
Guest User