Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Witoratop

Yang terucap akan lenyap, yang tercatat akan diingat

Selera Tinggi Aburizal Bakrie di Maladewa

OPINI | 22 March 2014 | 12:05 Dibaca: 646   Komentar: 9   1

Penjelasan soal video Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie  (ARB) dan Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin bersama dua selebriti kakak-beradik, Marcella dan Olivia Zalianty di Kepulauan Maladewa sungguh masih jauh memuaskan.
Jawaban terbaru ARB malah terkesan menyalahkan media. Menurutnya, video itu bukan persoalan bangsa sehingga ia enggan menanggapi lebih lanjut. “Ini bukan persoalan bangsa. Saya cuma ingin menunjukkan negara lain bisa melakukan seperti itu. Kalian (media) saja yang ribut-ribut, pengin sensasi saja,” kata Aburizal sebagaimana dikutip Kompas.com, Sabtu (22/3).

Video perjalanan yang belum diketahui persis kapan kejadiannya itu diunggah pertama kali oleh akun DP News di situs Youtube, Kamis (20/3). Dalam video berdurasi 3 menit 22 detik tersebut, Aburizal bersama Aziz dan Marcella tampak duduk bersama dalam sebuah pesawat pribadi saat hendak mendarat. Adapun Olivia tampak saat sedang memberikan penjelasan tentang Maladewa dalam sebuah mobil yang tengah berjalan.

ARB, Aziz serta duo Zalianty tersebut juga sempat mengabadikan dalam bentuk foto. Ketika menunggu di sebuah tempat tunggu transportasi di Maladewa, ARB sempat berfoto dengan senyum lepas sambil memeluk boneka beruang warna coklat. Diduga, boneka tersebut milik Olivia.
Video tersebut mengundang imajinasi liar para penontonnya. Dan imajinasi itu akan terus menjadi bertambah liar tanpa penjelasan dari pihak Golkar atau pihak yang terlibat dalam dalam video tersebut.  Betapa tidak dua orang pria dewasa dan dua wanita dewasa dalam sebuah perjalanan. Adakah mereka hanya ngobrol semata?
Apalagi Maladewa dikenal sebagai tempat paling romantis untuk berbulan madu. Kepulauan yang berada sebelah barat daya Sri Lanka itu menjanjikan suasana romantis sepanjang hari. Bentang pasir putih berdampingan dengan birunya laut menjadi panorama yang sangat cantik. Hijaunya pepohonan menjadi walpaper yang membuat suasana terasa lebih alami dan sejuk. Tempat itu pun mendapat julukan The Last Paradise on Earth atau Surga terakhir di dunia.
“Kalau dalam suatu tempat ada dua orang: laki dan perempuan dewasa, maka satunya lagi setan, Bagaimana kalau ada dua orang laki dan dua orang perempuan, berarti satunya gendruwo?” Begitu komentar  Simon Saefuddin, pada status Ade Armando di facebook tentang video ARB, Aziz dan duo Zalianty.
Akun Suara Perembuan Indonesia di facebook bahkan membuat status bernanda sindiran yang menyebut ARB berselera tinggi dibandingkan dengan mantan Ketua Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq (LHI). Jika LHI beraninya sama ABG (Darin Mumtazah) dengan iming-iming pergi ke Malaysia pakai pesawat komerisal, ARB menggunakan pesawat jet pribadi ke Maladewa pula. Padahal tinggi atau rendah selera itu, nadanya tetap negatif.
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menyebut pemunculan video tersebut sebagai black campaign atau kampanye hitam. Sebab menurutnya, dalam video tersebut tidak hanya berempat, yakni Aburizal, Azis Syamsudin, Marcela dan Olivia Zalianty. “Itu mestinya rombongan, bisa-bisanya orang saja yang disorot cuma, dua, tiga, empat orang,” kilahnya.
Jika benar itu video rombongan, mestinya Golkar menayangkan video tandingan secara lengkap untuk mengimbangi video pertama yang menimbulkan berbagai imajinasi. Golkar juga harus menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang ke Pulau Romatis tersebut.
Tanpa itu, cap negatif pun akan terus menyertai penayangan video tersebut yang hingga tulisan ini dibuat sudah diklik 227.000 orang dalam tempo tiga hari. Bandingkan dengan tayangan teratas ARB di youtube soal kasus Lapindo yang ditayangkan sejak delapan bulan lalu dan hanya diklik 7.055 orang pada jam yang sama. Padahal bukan hanya DP News yang menayangkan video “skandal” Maladewa tersebut.

Tulisan ini juga saya muat di web baru saya: Indonesiapolitik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

UU di Jadikan Pajangan …

Nurma Syaidah | 7 jam lalu

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 8 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: