Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Niken Satyawati

Ibu 4 anak, tinggal di Solo. Memimpikan SEMUA anak Indonesia mendapat pendidikan layak: bisa sekolah selengkapnya

Siapa Pasangan yang Tepat untuk Jokowi?

OPINI | 12 March 2014 | 23:04 Dibaca: 884   Komentar: 29   5

Tahun ini, bangsa Indonesia punya hajatan besar, yaitu pemilihan wakil rakyat, juga presiden dan wakil presiden yang baru. Jauh-jauh hari, semua partai sudah ancang-ancang untuk agenda lima tahunan ini. Beberapa tokoh juga sudah terlihat jelas berambisi menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono, memimpin negeri ini. Bahkan mereka sudah berkampanye secara tidak resmi melalui berbagai media.

Berbagai lembaga survei pun sudah beramai-ramai mengadakan jajak pendapat. Adalah nama Joko Widodo alias Jokowi yang selalu terselip di antara sejumlah sosok yang diharapkan menjadi Presiden RI berikutnya. Bahkan tak jarang nama Jokowi ada di urutan teratas. Padahal  Jokowi sendiri bahkan belum pernah menyatakan atau memberi isyarat akan maju sebagai calon presiden.

Nama Jokowi kian melejit dengan hasil survei yang tak terduga itu. Terutama pihak-pihak yang sakit hati karena calonnya dikalahkan Jokowi dalam Pilgub DKI lalu. Hingga sebuah lembaga survei (pesanan sebuah partai) bela-belain membuat pertanyaan tertutup, dengan menghilangkan nama Jokowi dalam pilihan presiden. Memang banyak juga pihak yang sungguh benci dengan kenyataan ini. Mereka terus berusaha menghadang Jokowi, dengan berbagai isu, termasuk isu SARA. Namun demikian toh dukungan agar orang asli Solo ini menjadi Presiden RI terus mengalir dan kian tak terbendung.

Sampai kini Jokowi sendiri masih kelihatan tenang-tenang saja. Dia mengelak setiap jurnalis mengajukan pertanyaan terkait pencapresan. Belakangan ada isu santer yang berhembus bahwa PDIP telah sepakat mengusung Jokowi sebagai calon presiden.  Anggaplah isu itu benar adanya, sebagaimana sayapun menganggapnya demikian. Nah, pertanyaannya: siapa orang paling tepat yang akan mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden?

Apakah ada kemungkinan koalisi? Atau PDIP akan mengusung capres dan wapres dari kadernya sendiri? Mari kita jajaki satu per satu kemungkinannya:

1.Megawati Soekarnoputri

Mungkin nggak ya? Mungkin tapi tipis. Si Ibu sepertinya lebih suka menjadi presiden. Tapi setelah melihat dukungan arus bawah ternyata banyakan kepada Jokowi, dia berbesar hati. Dia memberi tempat untuk Jokowi. Lagian kan nggak lucu kalau dia nekat nyapres, lalu kalah? Berarti tiga kali nyapres dan kalah mulu. Apakah lalu dia akan rela menjadi wakil presiden bagi Jokowi? Kayaknya sih nyaris nggak mungkin… gengsi lah yaw!

2. Puan Maharani

Puan dielus-elus oleh PDIP sejak lima tahun lalu. Dia muncul di mana-mana. Fotonya juga ada di baliho-baliho besar di berbagai sudut kota. Ini lebih mungkin. Puan masih muda, di tubuhnya mengalir darah Soekarno, dan punya jabatan prestisius di DPP PDIP. Tapi, apakah rakyat menghendaki?

3. Ahok

Sebenarnya Wagub DKI Basuki Tjahaja Poernama alias Ahoklah orang yang paling punya chemistry dengan Jokowi. Jokowi orang yang smart, tenang, Ahok orang yang  tegas dan meledak-ledak. Jokowi butuh Ahok, Ahok butuh Jokowi. Namun sepertinya enggak dehhh…. Masak Jakarta ntar udah kehilangan Jokowi, ditinggal Ahok juga?

4. Tri Rismaharini

Nama Walikota Surabaya ini belakangan makin berkibar sejak tampil di acara talkshow Mata Najwa. Apalagi menyusul kemudian dia dinobatkan sebagai Walikota Terbaik Dunia versi Worldmayor untuk Bulan Februari 2014. Banyak pihak pun berandai-andai bila negeri ini dipimpin oleh Jokowi-Risma.

5. Mahfud MD

Kabarnya sih Pak Mahfud ini bersih, walau sempat diserang oleh Akil Moehtar terkait kasus suap Mahkamah Konstitusi. Tapi kansnya kecil, sebab di samping besar kemungkinan nggak direstui PDIP, Pak Mahfud sendiri berambisi jadi presiden. Walau sekecil apa, tetap aja mungkin, toh?

5. Hatta Radjasa

PAN sempat mengerek bendera HR sebagai Capres, namun setengah hati atau memang tergusur kepopuleran Jokowi. Akhirnya terdengar suara bahwa partai ini siap berkoalisi dengan PDIP. Apakah ini isyarat bahwa HR mau maju sebagai wapres mendapingi Jokowi? Entah juga sih…

6. Dahlan Iskan

Ada sebagian orang yang berharap Jokowi-Dahlan maju sebagai capres-cawapres. Tapi Dahlannya sendiri kan juga pengin menyandang predikat RI1? Dan si doi kan malah ikut konvensi Capres Partai Demokrat. Jadi?

Selain nama-nama di atas, barangkali saja masih ada nama tokoh yang layak, mungkin dan punya kans untuk memenangkan Pilpres bila dipasangkan dengan Jokowi. Entah siapa dia. Yang jelas, perkembangan politik Indonesia akhir-akhir ini memang seringkali tak terduga. Yang semula terlihat tak mungkin menjadi mungkin, yang sangat mungkin terjadi ternyata tak terjadi.

Masih ingatkah Anda dengan Pilgub DKI? Begitu kuatnya akar Foke di tanah Betawi, dan begitu kecilnya orang mamandang Jokowi. Namun hal yang nyaris tak mungkin menjadi mungkin. Jokowi ditakdirkan Tuhan untuk memimpin DKI. Akankah sejarah berulang pada Pilpres kali ini?

Ya…. memang teka-teki siapa yang akan mendapngi Jokowi sebagai calon wakil presiden, cukup menarik untuk diperbincangkan. Nah, kalau menurut Anda, siapa yang paling tepat?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 17 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 19 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 12 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 12 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 12 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 12 jam lalu

Peniti Community, Wadah Kompasianer …

Isson Khairul | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: