Back to Kompasiana
Artikel

Politik

8 Anggota Dpr Ri Dapil Yogyakarta 2014-2019

OPINI | 09 March 2014 | 22:12 Dibaca: 1291   Komentar: 0   0

8 ANGGOTA DPR DARI YGYAKARTA 2014-2019

Jogja merupakan provinsi yang istimewa, saking istimewanya persaingan memperebutkan suara untuk menjadi anggota DPR via provinsi ini sangat ketat. Dengan jumlah pemilih tetap mencapai 2.7 juta jiwa mencakup 4 kabupaten dan 1 Kotamadya dapil DIY memdapat jatah 8 buah kursi DPR. Lalu bagaimana persaingannya siapakah yang akan terpilih menuju senayan? 120 caleg bersaing didapil Yogyakarta dan hanya akan ada 8 orang terpilih yang melenggang ke senayan. Berikut ini adalah kandidat yang sudah pasti akan memenangi kursi di dapil DIY.

1. Hanafi Rais. Kenapa saya menempatkan dia pada urutan teratas? Bukan karena kami sama satu alumnus di Fisipol UGM tapi karena jaringan dan kantong kantong suara di daerah sudah terjalin rapi. Koordinasi sdh jalan karena mesin utamanya adalah Muhamadiyah. Anggota muhamadiyah di Jogja sangat loyal kepada organisasi ini. Selain itu factor dia sebagai anak Amin Rais sangat berpengaruh. Bagi PAN, jogja adalah kampung halaman dan apabila sampai kalah dikampung sendiri akan sangat memalukan.

2. Roy Suryo. Biapun elektabilitas Demokrat anjlok tapi pada pemilu kemarin democrat mendapat 2 kursi dari dapil Jogja. Faktor terpenting yg membuat RS terpilih kembali adalah jabatannya sebagai menpora. Semenjak RS menjadi menteri, banyak kegiatan kemenpora berlangsung di Jogja. Dan ini merupakan keuntungan bagi RS sebab secara tidak langsung hal ini berpengaruh pada elektabilitasnya dan diakui ataupun tidak semakin sering ada kegiatan kemenpora di Jogja semakin sering pula RS Nongol di TV dan surat kabar local. Setuju atau tidak ini merupakan keuntungan incumbent.

3. Idham Samawi. Massa banteng kekar di jogja sangatlah solid. Hanya ancaman penjara yang akan membuat IS gagal melenggang ke senayan itupun seandainya memang dia dibuktikan bersalah dalam kasus hibah dana PERSIBA BANTUL. Jabatan sebagai mantan  Bupati Bantul dan loyalitas IS di PERSIBA bantul sangat mendukung kemenangan IS. Rakyat Bantul sangat setia kepada politisi yang satu ini disamping kebijakannya yg pro rakyat. Ingat sampai detik ini belum ada satupun Alfamart dan Indomart yg berdiri di Bantul.

4. Suhardi. Calon yang satu ini sangat komplit. S memiliki segalanya. Jabatan ketua umum Gerindra, kecerdasannya sebagai seorang Profesor dan dukungan dana yang besar membuat S mulus melenggang ke parlemen.  Saya berani member Jaminan S akan menang. Bukan karena saya pendukung Gerindra tapi karena memang dia memiliki segala-galanya. Jikapun gagal sudah pasti bosnya P akan langsung melenmpar blackberrynya ke kepala tim suksesnya S yang tidak becus melaksanakan misi di lapangan. Dan sudah pasti ini merupakan aib bagi gerindra yang pasti lebih memalukan dibanding kekalahan AL dari Golkar di dapil DKI Jakarta yg notabene ketua DPR.

5. Agus Sulistiyono.  Ketua GP Ansor DIY ini disamping piawai dalam politik local juga memiliki dukungan dana yg cukup kuat. Walaupun track record pendidikannya kurang mentereng hanya melupakan lulusan Universitas Swasta yg kurang meyakinkan namun kekuatan jemaah pengajian dan dukungan kaum muslimin dan pengajian ibu ibu pengajian NU jg sangat pendukung kemenangan AS. Massa Nahdliyin akan sangat loyal pada instruksi Kyainya. Walaupun PKB yg jadi kendaraan juga kurang begitu meyakinkan.

6. Agus Bastian. Sejak sebelum saingan separtainya RS, di Demokrat mulai aktif di Jogja, AB sdh bergerilya mengkampanyekan dirinya di jalanan hingga pelosok desa di DIY. Angkot rombeng, bis antar desa ataupun Colt angkutan simbok simbok dipasar tradisional penuh dengan tempelan tulisan nama AB dikaca belakang. AB juga mengontrol pergerakan teamnya lewat AB center yang berdiri di pinggir jalan. Selain itu pak BEYE jg akan berkampanye dijogja walapun lebih memfokuskan kemenangan anaknya di dapil NGAWI, PACITAN,  MAGETAN namun sdh pasti adanya pak BEYE sebagai bos republic ini menjamin 2 kursi DPR untuk dapil jogja.

7. Djuwarto.  Mengapa nama ini yg terpilih ? karena Banteng di Jagja sangat solid.Banyak orang abangan dijogja. Massa Banteng juga sangat fanatic dan loyal. Faktor jokowi sebagai calon mahkota pilihan Mbak Mega juga akan meningkatkan suara PDIP.  Loyalitas kadernya yg selalu setia sejak D menjadi ketua DPRD membuat elektabilitasya cukup lumayan.

8. Gandung Pradiman. Sebagai anak seorang tokoh intelijen ORBA. Anak Yoga Sugama ini memiliki kecerdikan untuk mampu menduduki kursi lamanya di senayan. Kondang karena kemurahan hati rela dan berjiwa social tinggi, mustahil jika GP sampai gagal ke senayan. Rakyat Jogja mengenal GP sebagai politikus yg tidak pelit. Jabatan sebagai ketua golkar DU jg sangat berperan sebab GP sdh sangat merakyat dari provinsi hingga ranting golkar di kecamatan bahkan sampai didesa desa terutama gunung kidul. Walaupun untuk GP nomer Urut 2, sedangkan Titik Soeharto mendapat nomerurut 1, namun yg akan melenggang ke senayan adalah tetep GP. Karena suara Golkar Jogja akan terbagi ke Rahmat Pribadi yang juga nomer urut 3. Selain itu factor kedekatan Titiek sengan Ical yg membuat dia mendapat nomer urut 1. Jangan lupa pemilih dijogja merupakan pemilih yg cerdas yg akan memilih calon yg sdh lama bertualang didaerah bukan calon siap saji  yang didukung DPP.

Sekedar interneso sebagai pandangan pribagi yg bisa saya buktikan kelak pasca pemilu. Salam juga untuk rekan dikampus biru,  yg saat ini menjadi anggota team sukses merangkap staff ahli Putri Mahkota dari Banteng Kekar yang juga nyalon DPR RI. Ingat sang putri tak kan kalah dikandang banteng Klaten Solo boyolali sukoharjo bung he he he tanpa kampanye pun sdh pasti menang. Salam dari desa ……..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 2 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 4 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 5 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 8 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 9 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 9 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: