Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Shalahuddin Ahmad

Alumni ITB, Managing Consultant di sebuah perusahaan global. Ingin mengasah rasa dan akal. Hanya menanggapi selengkapnya

Kabinet Bayangan PDIP

OPINI | 03 March 2014 | 11:52 Dibaca: 413   Komentar: 2   1

PDIP sudah mengeluarkan daftar kader yang akan memegang portofolio di kabinet paska pemilu tahun 2014 andaikan PDIP menjadi pemenang pemilu. Daftar ini lazim disebut sebagai kabinet bayangan.

Di banyak negara lain kabinet bayangan adalah hal yang lumrah dilakukan. Meskipun demikian kabinet bayangan bukan disusun pada saat menjelang pemilu tapi justru sejak partai pemenang mulai memerintah. Para menteri kabinet bayangan sebagai oposisi selalu berupaya mengkritisi kebijakan dari menteri kabinet yang memerintah untuk menunjukkan kelemahan dari kebijakan yang dilakukan.

Meskipun demikian hal-hal berikut perlu dicermati terkait dengan pengumuman kabinet bayangan tersebut :

1. Publik di Indonesia tidak terlalu menganggap penting siapa yang mengisi portofolio di kabinet dibandingkan dengan siapa yang akan memimpin kabinet yaitu presiden itu sendiri. Sehingga PDIP yang hanya mengumumkan kabinet bayangan tapi tidak mengumumkan calon presidennya tidak akan banyak berdampak kepada para pemilih di pemilu legislatif.

2. Paska reformasi tidak ada partai pemenang pemilu yang menang pemilu legislatif dengan peraihan suara diatas 50% sehingga berhak mengatakan bahwa kebanyakan rakyat mendukung partainya. Semua partai pemenang pemilu hanyalah partai peraih suara terbanyak dengan raihan suara dibawah 50%. Meskipun PDIP menang pemilu legislatif dengan perolehan diatas 20% tapi kurang dari 50% maka partai harus mencari dukungan partai lain agar supaya tidak akan banyak digoyang di DPR dan agar pilpres bisa berlangsung cukup satu putaran. Mungkin saja terjadi PDIP mendapatkan suara cukup untuk mengusung capres tapi tidak mau berkoalisi dengan partai lain pada saat pilpres karena toh pilpres adalah pemilu langsung, tapi hal ini akan sulit terjadi.

3. Figur-figur yang ditunjuk mengisi kabinet bayangan tidak terlalu dikenal publik dengan kebijakan dan program portofolio yang akan dipegangnya.  Beberapa nama yang diajukan adalah pimpinan komisi yang terkait dengan portofolio yang dipegangnya, meskipun demikian para figur tersebut perlu mengartikulasikan apa yang akan menjadi program utamanya ketika nanti memegang posisi di kabinet.

Meskipun demikian langkah PDIP tersebut bisa dinilai sebagai tanda-tanda kesiapan PDIP untuk memenangkan pemilu dan kemudian siap dengan kemenangan itu.  Kejadian pemilu tahun 1999 dimana PDIP menang dan kemudian kaget dan bingung sehingga bisa dipecundangi dengan manuver poros tengah sehingga bahkan partai pemenang pemilu tidak mendapatkan jabatan presiden.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 7 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 7 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Gerakan Desa Membangun: Sebuah Paradigma …

Yulio Victory | 7 jam lalu

Berbagai Pandangan “Era Baru Polri Dibawah …

Imam Kodri | 7 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 7 jam lalu

Pak Anies, “Tolong Selamatkan …

Nur Fatma Juniarti | 7 jam lalu

Resensi Buku Revolusi dari Desa: Saatnya …

Marya Rasnial | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: