Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Luluk Ramadhany

Seorang Anak Desa, Tinggal di pati jawa tengah, lulusan Tsanawiyah/SLTP. Kebenaran ada di Banyak Sisi,Kadang kebenaran selengkapnya

Peristiwa-Peristiwa Besar Di Balik Meletusnya Gunung Kelud

OPINI | 17 February 2014 | 08:17 Dibaca: 7075   Komentar: 21   13

13925693891703759629

gambar: brongot setan kober

Tiap kali gunung kelud ataupun Merapi meletus disitu akan hadir opini-opini  yang berkembang di masyarakat, baik itu di dasari oleh ilmu pengetahuan ataupun tradisi serta legenda yang ada sejak turun temurun.Tak terkecuali pada letusan Gunung Kelud 13/02/2014. Hal ini terjadi karena kentalnya pengaruh kebudayaan ,filsawat serta kepercayaan tehadap hal-hal yang mistis.

Bagi orang jawa kuno keberadaan gunung mempunyai arti yang sakral, letusan gunung menyiratkan dan memberi kabar tentang sesuatu,dan sebagai peringatan Tuhan dan alam kepada manusia atas tingkah laku yang sudah  menyimpang.

Meletusnya Gunung Kelud (jeda letusan satu dengan letusan berikutny) bagi sebagian orang jawa(jawa kuno) sering di kaitakan dengan Hal-hal besar yang akan, baru dan telah terjadi di Jawa dan Nuswantoro. walau  banyak orang mengatakan itu adalah mitos, tapi kalau kita menarik kebelakang dari meletusnya gunung kelud sejak abad ke 13 sampai abad 20 memeng terjadi kejadiaan-kejadian  besar, lahirnya orang besar ataupun meninggalnya orang besar  di tanah Jawa dan NuswantoroTidak pernah jelas kenapa orang Jawa selalu melihat bahwa letusan Gunung Kelud membawa tanda sebagai perubahan politik dan kekuasaan di Nuswantoro.

Letusan besar gunung kelud di abad 13 tahun 1334 di iringi dengan lahirnya  seorang anak dan Sumpahnya seorang Patih yang kelak menjadi Raja dan Patih  besar di jawa dan nuswantoro yaitu Prabu Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Letusan besar Gunung Kelud di abad 15 tepatnya tahun 1586 Terjadi  perpindahan kekuasaan seiring Meninggalnya raja besar  Sutan Hadiwijoyo, Kekuasaan Pajang Runtuh dan berdirilah kerajaan baru di tanah Perdikan Mataram yang  di pimpin Suto Wijoyo (Panembahan Senopati) yang tak lain adalah Anak angkat Sutan Hadi Wijoyo.

Diabad 19 Gunung kelud meletus lagi. letusanya di tahun 1901 di iringi dengan lahirnya “Sang Fajar” seorang anak  desa yang kelak menjadi penguasa nuswantoro yang tak lain adalah Soekarno yang menjadi Presiden Pertama Republik ini. Ditahun 1919 kelud memuntahkan isinya lagi seakan memberi israt akan adanya perubahan besar,jeda Letusan 1919 dengan letusan berikutnya di iringi perubahan-perubahan besar di negeri ini, dengan terbentuknya persatuan pemuda dari seluruh indonesia yang lebih di kenal dengan nama “Sumpah Pemuda” serta berdirinya Negara Besar Indonesia yang memplokamirkan pada 17 agustus 1945.

Di era kemerdekaanpun Gunung kelud meletus lagi lagi-lagi letusan gunung ini seolah-olah memberi isarat bagi bangsa ini bahwa akan ada peristiwa besar yang mengguncang negeri ini, memang benar letusan 1951 kali ini di iringi dengan meletusnya Gerakan 30 september 1965 dengan menewaskan beberpa Jendral Besar di negeri ini. peristiwa inipun menjadi peristiwa paling kelam pada era kemerdekaan.

Di tahun 1966 lagi-lagi gunung kelud tak kuasa menahan beban berat di perutnya, di keluarkanya isi perutnya dengan letusannya dan seakan terus memberi isyarat alam bagi manusia bahwa akn terjadi perubahan besar dan kejadian besar di jawa dan nuswantoro. ya,,,letusan kelud di tahun ini di iringi dengan perubahan kekuasaan dari orde lama ke orde baru, tongkat kepemimpinan beralih dari Soekarno Ke Soeharto,Pada bulan Maret 1967, Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) menyatakan bahwa Jenderal Soeharto adalah presiden Indonesia. Soeharto kemudian resmi ditunjuk sebagai presiden Indonesia satu tahun kemudian.perubahan ini membawa dampak besar bagi soekarna, dengan semakin Meredupnya soekarna berimbas pada meredupnya tumbangnya Partai  yang di pimpinnya. Meletusnya tahun ini juga di iringi Meninggalnya Soekarno Pada tahun 1970. maka mutlak sudah perubahan kekuasaan dari orde lama ke orde baru.

Di akhir abad 19 gunung kelud lagi-lagi meletus tepatnya pada tahun 1990, letusan kali ini begitu besar,besarnya letusan ini di iringi dengan beberapa peristiwa besar di negeri ini, di awali dengan meninggalnya seorang tokoh besar negeri ini  Ibu Tien soehart0 pada 28 April 1996, lalu di lanjutkan dengan demontrasi besar-besaran pada tahun 1998 yang meminta Turunya  presiden Soeharto dari tampuk kekuasaan setelah 32 tahun berkuasa. Pergolakan politik yang begitu panas membuat soeharto harus merelakan kekuasaanya, maka pada pada tanggal 21 Mei 1998 secara resmi mengundurkan diri, dengan pengunduran diri soeharto ini maka terjadilah peralihan kekuasaan dan pergantian orde, dari orde baru ke orde reformasi, Semakin tegelamnya pamor soeharto berimbas pada meredupnya pamor Golkar di pemilu 1999.

Di abad 20  gunung kelud mengalami  aktivitas  tinggi ,Akibat aktivitas tinggi tersebut terjadi gejala unik dalam sejarah Kelud dengan munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti dengan kubah lava dari tengah-tengah danau kawah sejak tanggal 5 November 2007 dan terus “tumbuh” hingga berukuran selebar 100 m. Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan tahun 1990.Sejak peristiwa tersebut aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan pada tanggal 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan menjadi “siaga” (tingkat 3).Danau kawah Gunung Kelud praktis “hilang” karena kemunculan kubah lava yang besar. Yang tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh berwarna kecoklatan di sisi selatan kubah lava. Lgi-lagi letusan kali ini pun di iringi dengan dua peristiwa besar, yang pertama meninggalnya Soeharto  Presiden ke 2, meninggal 27 Januari 2008 di susul setahun kemudian meninggalnya Tokoh besar negeri ini sekaligus mantan Presiden di orde reformasi yaitu GUS DUR pada 30 Desember 2009.

Ditahun 2014 ini gunung kelud kembali meletus dengan letusan yang begitu  besar peristiwa alam apa yang di sampaikan kelud, yang pasti satu peristiwa yang bakal mengiringinya yaitu pergantian kekuasaan, dari Bapak SBY ke pemerintahan berikutnya, yang menjadi pertanyaan apakah dengan lengsernya bapak SBY dari tampuk kekuasaan akan meredupkan partai yang di pinpinnya seperti halnya partai yang di pimpin oleh soekarno dan soeharto, mengingat gejolak serta begitu besar isu korupsi yang menerpa partai itu..? dan kejadian besar apa yang yang di sampaikan gunung kelud kepada kita,,,,,? biarlah waktu yang menjawab. biarlah waktu yang mencatat.

Kejadian-kejadian yang mengiringi  meletusnya gunung kelud itu apakah kebetulan belaka  kalau orang Jawa “OTAK,ATIK,DADI MATOK” , ataukah memang Pesan Tuhan yang di sampaikan lewat Fenomena alam ALLOHU “ALAM.

sumber:wikepedia dan beberapa sumber lain

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 10 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 11 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 12 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 15 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: