Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Gunawan

Seorang anak desa yang ingin memberikan sedikit perubahan untuk negeri ini… Follow @GUNAWANug Akun FB https://www.facebook.com/gunawankompasianer PIN selengkapnya

Jokowi Haji atau Enggak Tetap Banyak yang Suka

OPINI | 08 February 2014 | 09:42 Dibaca: 503   Komentar: 10   6

Jokowi dan Istri sedang berihrom (Sumber: Merdeka.com)

Jokowi dan Istri sedang berihrom (Sumber: Merdeka.com)

Kemarin artikel tentang H.Joko Widodo Bukan Haji dihujani komentar yang  bertubi-tubi. Pada intinya bahwa pak Jokowi dinilai bukan dari titel hajinya tapi dari kinerjanya. Malah banyak pejabat dan anggota dewan yang bertitel haji malah tersangkut kasus korupsi.

Berhubung isu ini diangkat lagi ke permukaan jadinya banyak yang penasaran apakah memang jokowi sudah haji apa belum? Dalam banyak hal kebiasaan orang Indonesia yang selalu bangga dengan titel, maka perlu diberikan pelabelan huruf H didepan nama orang yang sudah melaksanakan ibadah haji. Sehingga dengan demikian orang tersebut akan mendapatkan penghormatan lebih dibanding warga biasa.

Masalahnya untuk Pak Jokowi bukan karena haji atau belumnya. Melihat sepak terjang Jokowi selama ini. Banyak orang yang simpati dan merasa tertarik dengan sosok pemimpin yang satu ini. Bahkan sampai media asingpun menuliskan tentang jokowi yang hobi blusukan.

Banyak komentar dari para pendukung jokowi yang di kompasiana ini lazim disebut sebagai jokowi Lovers merasa memberikan dukungan kepada Jokowi bukan karena titel hajinya tapi karena kinerjanya selama ini. Jadi gak ngaruh apa jokowi sudah haji atau belum.

Seperti yang diungkapkan mas Elde  alias Darsem yang sampai dua kali berkomenrtar dengan nada yang sama bahwa dia menyukai Jokowi bukan karena titel hajinya tapi karena sikap dan kinerja jokowi selama ini. Jadi sepertinya isu murahan ini gak laku untuk mas Elde dan rekan-rekannya seperti pak Ahmad Jayakardi dan juga mas Gatot Swandito.

Namun masalahnya untuk kalangan agamis  masalah ini sangat krusial, menyangkut simpati dari warga karena embel-embel H itu sangat relegius dan bersifat sebagai nilai tambah dari orang yang punya titel itu. lihat saja caleg-caleg yang sudah haji pastilah titel hajinya tak lupa untuk dicantumkan besar-besar dalam balihonya.

Jadi tergantung para konstituen dalam pemilu, mau memilih caleg atau capres yang punya titel haji atau tidak tak jadi maslah buat saya. Yang masalah buat caleg dan capresnya. Sudah jamak di negeri ini titel merupakan barang mewah yang harus dikejar sampai titik darah penghabisan…..

Salam Kompasiana…..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menyelamatkan 500 Generasi Muda dari Dampak …

Thamrin Dahlan | | 19 September 2014 | 20:47

Dangdut Koplo Pengusir Jenuh, Siapa Mau? …

Gunawan Setyono | | 20 September 2014 | 08:45

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | | 19 September 2014 | 14:10

Saya, Istri dan Kompasiana …

Tubagus Encep | | 20 September 2014 | 08:00

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 2 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 3 jam lalu

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 11 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | 8 jam lalu

Sate Khas Semarang yang ada Di Jakarta …

Kornelius Ginting | 8 jam lalu

Browser Chrome Tidak Cocok Untuk Membuka …

Ruslan | 8 jam lalu

Andromax Pilihanku dalam Komunikasiku …

Dedy Sigid Setiawan | 8 jam lalu

Bang Ahok Jangan Bikin Malu Kami Ya …

Betterthangood Ina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: