Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mercy

Pengalaman manis tapi pahit, ikutan Fit and Proper Test di DPR.

Jokowi Calonkan Ahok Jadi Presiden 2014

OPINI | 01 November 2013 | 20:15 Dibaca: 2825   Komentar: 15   0

Ini baru berita. Calon presiden nomor satu pilihan rakyat Indonesia, Jokowi mencalonkan Ahok sebagai Calon Presiden 2014. Ungkapan isi hati Jokowi terbuka saat menyaksikan Ahok dinobatkan menjadi jawara anti korupsi di Forum Penghargaan Bung Hatta Award kemarin di Jakarta.

Hubungan positif antar Jokowi dan Ahok menjadi momentum segar bagi Indonesia, di tengah berbagai berita pertentangan kepala daerah dan wakilnya di berbagai tingkatan wilayah di Indonesia.

Menanggapi usulan Jokowi, Ahok dilaporkan berterima kasih dan siap maju menjadi Calon Presiden jika ada partai yang mengusungnya, dengan catatan,  Jokowi tidak dicalonkan jadi presiden juga.Kalau Pak Jokowi maju ke pilpres, saya jadi gubernur DKI saja, ucap Ahok santai.

The Rising Star Ahok kelihatannya tidak bisa dibendung lagi, termasuk dengan isu SARA apalagi korupsi. Wong jelas-jelas, Ahok sudah dikeker (diamati) sepak terjangnya oleh tim Bung Hatta Award, konon  sejak menjadi bupati di Belitung, anggota DPR RI, dan wakil gubernur DKI Jakarta.  Dan tidak mustahil, Ahok akan menjadi pemimpin negeri ini. Statement Ahok yang menyatakan, mati adalah keuntungan, menjadi cermin nyata bahwa Ahok sudah sampai di level kekristenan yang sesuai Alkitabiah.

Banyak orang mengaku Kristen, tetapi ucapan dan perbuatannya malah bertentangan dengan Alkitab. Dan dengan tegas Alkitab mengatakan, banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih. Dan meminjam kalimat Rasul Paulus,( yang tadinya menjadi tokoh pembenci kekristenan sampai membunuh orang-orang Kristen)  yang setelah mengalami peristiwa religius menjadi bertobat  bahkan sampai mati untuk mengabarkan Injil Kebenaran Kristus.Paulus memang  akhirnya  menggenapi statementnya sendiri bahwa Mati adalah Keuntungan.

Kembali ke statement Ahok  yang mengagetkan,  maka Ahok bisa dijadikan ikon pengikut Kristus yang telah mengalami perisitiwa religius sehingga bisa sampai membagi  kalimat, Mati adalah Keuntungan.

Nubuatan Tentang Pemimpin Indonesia

Saya teringat di Tahun 1990an, saat masih aktif membantu lembaga sosial yang dikelola langsung beberapa pengusaha papan atas negeri ini.

Singkat cerita, di tengah sulitnya mendatangkan orang asing (baca penginjil kelas dunia) ke negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, akhirnya hadirlah seorang penginjil yang punya talenta nubuatan.

Bagi orang Kristiani, nubuat atau nubuatan adalah kemampuan untuk melihat masa depan karena berkat Tuhan. Jadi bukan karena manusia itu bersemedi, berpuasa 40 hari 40 malam, berendam di laut Jawa atau segala macam pesugihan. Tidak. Kekuatan nubuatan diperoleh semata-mata karena karunia Tuhan titik. Dan manusia yang memperoleh karuania ber-nubuat itu mendapatkan penglihatan masa depan. Nubuatan itu tidak pernah berurusan dengan diri sendiri atau keluarga, tetapi selalu memberi tahu visi dan masa depan orang lain, masa depan bangsa, masa depan lingkungan.

Jadi di tahun 1990-an, seorang penginjil yang diakui dunia, memiliki karuani nubuatan yang dahsyat mampir sebentar ke Indonesia. Saat itu berkumpulah sejumlah pengusaha papan atas yang sudah bertobat untuk menyimak nubuatan tentang Indonesia.

Konon sang penginjil ini yang ngotot untuk datang ke Indonesia, walaupun saat itu (sampai sekarang) sangat sangat sulit mendapat ijin untuk para penginjil kelas dunia untuk melayani Kebaktian Kebangunan Rohani dan Sharing tentang Nubuatan dari pemerintah Indonesia.

Singkat cerita, penginjil ini menyampaikan nubuatan, penglihatan untuk Indonesia. Ia menjabarkan Peristiwa berdarah di tahun 1998 dan kejatuhan Soeharto digambarkan secara visioner. Memang ia tidak menjelaskan kapan dengan rinci,tetapi hanya menyebut tahun, tidak menyebut nama Soeharto, tetapi menyatakan penguasa negeri.

Belasan orang yang hadir di ruangan VIP di hotel berbintang di Jakarta sampai hening, serasa tidak percaya bahwa Indonesia akan mengalami hal itu. Nggak percaya rasanya, tetapi semua yang hadir diam seribu bahasa menyimak nubuatan tersebut.  Nggak ada yang percaya bahwa Soeharto bisa jatuh, karena saat itu sangat berkuasa. Nggak percaya bahwa Indonesia akan mengalami peristiwa berdarah-darah karena saat itu kita semua berada dalam kondisi keamanan yang sangat terjamin (hehehe, karena semau diatur tangan besi Soeharto dan antek-anteknya).

Saat menyimak khotbah penginjil itu, para pengusaha papan atas mencatat dengan teliti semua nubuatan yang disampaikan. Jadi tidak heran jika dampak peristiwa Mei 1998 dan lengsernya Soeharto, ketika benar-benar terjadi, sudah tidak mengagetkan para pengusaha Kristiani ini.

Jauh sebelumnya mereka yang sudah mendengar dan percaya pada  nubuatan dan hikmat Tuhan,  sehingga mereka telah mempersiapkan diri, misalnya dengan memperluas bisnis ke negara-negara luar Indonesia.  (Jadi anda bisa menelusuri, siapa saja pengusaha papan atas yang hadir saat itu).

Indonesia Dipimpin Pengikut Kristus?

Nubuatan itu saja sudah mengagetkan kami semua yang hadir. Namun itu belum puncaknya.  Dan kami semua terperangah ketika penginjil ini mengatakan, Indonesia akan dipimpin oleh anak-anak Tuhan, yang cerdas, jujur, dan berani.

Para pemuda ini dianalogikan dengan tokoh Alkitab, Sadrakh, Mesakh, Abednego yang sempat dimasukkan ke Gua Singa oleh Raja Babilonia, akibat fitnah dan rasa iri dengki dari mayoritas pejabat yang ber”agama” berbeda dengan ketiga pemuda cerdas, jujur, dan pemberani itu. Ketiga pemuda pemberani itu memang sangat taat melaksanakan perintah Tuhan, dari mulai makanan sampai hal-hal lain, yang mungkin istilah sekarang, mereka adalah barisan depan kelompok anti KKN.

Mendengar nubuatan tersebut,  tanpa sengaja, beberapa bibir langsung berbisik mengucapkan, impossible. Dan Sang penginjil ini langsung menjawab (dalam bahasa Inggris), apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Sehubungan dengan hal itu, yang sudah 20 tahun lebih saya dengar sendiri, sekarang saya melihat figur Ahok, menjadi satu bukti nubuatan bahwa Allah terus bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang berharap padaNya. Yang saya tahu, ratusan ribu umat Kristen di Indonesia, tidak putus-putusnya mendoakan Indonesia menjadi tempat yang aman, damai, saling menghargai, dan menjadi negara yang penuh berkat Tuhan bagi semua penduduknya (bukan hanya untuk umat Kristen saja).

Dan perlu dijelaskan di sini, tidak semua orang ber-KTP Kristen adalah pengikut Kristus, karena Alkitab menegaskan, yang menjadi pengikut Kristus adalah siapa saja yang melakukan perbuatan dan ajaran Kristus, yakni merendahkan diri dan sikap melayani orang lain, bukan minta dilayani.

Teladan Kristus lainnya yang perlu dipraktekkan oleh semua pejabat adalah Barang siapa yang ingin menjadi orang terbesar di antara manusia, maka ia harus menjadi pelayan bagi sesamanya. Menjadi pelayan, bukan malah memanfaatkan peluang untuk korupsi, kolusi, dan nepotisme yang hanya mendatangkan kesengsaraan banyak orang.

Ahok, Tuhan Memberkati setiap langkahMu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 7 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 8 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 9 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: