Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hanny Setiawan

Twitter: @hannysetiawan Gerakan #hidupbenar, Solo Mengajar, SMI (Sekolah Musik Indonesia) http://www.hannysetiawan.com Think Right. Speak Right. Act Right. selengkapnya

Kapolri Baru, Dukungan Mendagri

OPINI | 26 October 2013 | 22:01 Dibaca: 557   Komentar: 2   0

Setelah dukungan frontal dari Mendagri yang menggegerkan, langsung bermunculan aksi-aksi dari FPI yang perlu di kaji. Tidak hanya satu berita, tapi langsung dua berita miring “lagi” tentang ormas kontroversial ini yang beredar.  Tidak tanggung-tanggung HL kompas online mengatakan “FPI: Menolak Lurah Susan Harga Mati”  Pernyataan yang sangat keras dikatakan, oleh sekretaris DPD FPI Jakarta.

“(FPI) Sangat menolak. Harga mati FPI Jaksel menolak keras adanya Lurah Susan,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamu’min, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/10/2013). (Sumber)

Dan ternyata penolokan tidak hanya soal kepercayaan tapi juga gender disinggung.

“Sangat tidak mungkin Lurah Susan dapat mewakili aspiratif warganya. Wanita sudah punya keterbatasan, apalagi non Muslim. Kita mau yang bisa di situ, turun langusung ke lapangan, ke masjid, karena di situ ada aktivitas pengajiannya,” ujar Novel. (Sumber)

Tentunya ini membuka wacana yang lebih luas tentang  isu yang di lontarkan.  Wanita punya keterbatasan?  Jatah caleg kalau tidak salah sampai 30% harus wanita, berarti kurang lebih 30% caleg 2014 adalah caleg yang terbatas kemampuannya.  Ini seharusnya di demo lebih dari Lurah Susan.  (Sumber)

Tidak hanya itu, di Okezone FPI mengancam mempolisikan Ahok. “Merasa Terhina, FPI Ancam Polisikan Ahok” demikan judul breaking news Okezone.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Salim Alatas alias Habib Selon tidak terima dengan perkataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Menurut Salim, pernyataan Basuki kelewetan. Bahkan, FPI siap melaporkan pernyataan Ahok atas tuduhan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. “Kita juga mau laporan ke Polda (Metro Jaya). Kita bawa rekaman Ahok yang disiarin di TV,” kata Salim kepada Okezone, Jumat (26/10/2013) malam. (Sumber)

Kita tidak bisa tutup mata, aksi-aksi ini karena mendapat angin segar langsung dari salah satu orang terpenting di republik, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi!

Di lain pihak, institusi yang di sinyalir wikileaks  pendukung utama ormas ini, yaitu kepolisian, mengangkat pemimpin baru yang menyerempet kontroversial juga, Sutarman (Sumber). Sutarman sendiri adalah orang yang pernah berpolemik dengan Novel Baswedan, penyidik KPK yang naik daun karena berperan dalam penangkapan Akil Mochtar (Sumber).  Data-data ini informasi umum yang bisa didapat bebas, bukan data intelijen, tapi  secara deduktif sudah mampu memperlihatkan kepada masyarakat suatu gambaran besar yang tersamar yang perlu di buka lebih lanjut.  Kita bukan masyarakat bodoh lagi.  Sesuatu sedang bergerak.

Apakah agenda besarnya 2014?  Setelah mau dibubarkan, mengapa justru semakin kuat?  Apakah ada yang memperkuat posisi selain Mendagri? Badan Inteligen Nasional (BIN) seharusnya lebih tahu apa yang terjadi, dan menindak lanjuti.   Sebagai orang awam, kita akan melihat wajah Sutarman yang sebenarnya dalam beberapa bulan ke depan.  Kita berdoa, Kapolri Baru di pihak rakyat, juga konstitusi sekaligus memiliki mata dan hati!  Kita berharap dan tetap optimis untuk republik, tetapi menolak untuk di bodohi dan selalu tetap mengkritisi.

Pendekar Solo

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: