Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Paradigma Komunikasi Politik

REP | 17 October 2013 | 09:38 Dibaca: 240   Komentar: 0   0

· PARADIGMA AKSI-REAKSI

Paradigma aksi-reaksi dapat dianalogikan sebagai hubungan sebab-akibat, bahwasanya suatu aksi dapat memicu timbulnya reaksi tertentu. Adapun reaksi muncul sebagai timbal balik reaksi.
Dalam kajian komunikasi politik, pemikiran aksi-reaksi adalah studi tentang pola-pola aksi dan reaksi antarnegara berdaulat melalui para elit pemerintah. Paradigma aksi reaksi ini identik dengan kegiatan diplomatik dan militer,baik dalam bentuk hubungan kerjasama maupun adanya konflik.


Paradigm aksi-reaksi yang dianut oleh bangsa Indonesia meliputi beberapa tahap. Awalnya, para pembuat kebijakan merumuskan, membuat, dan menetapkan tindakan, berdasarkan masalah yang ada di lapangan. Dalam merumuskan tindakan tersebut, para pembuat kebijakan tidak perlu melakukan pengkajian terhadap masalah yang terjadi di lapangan tersebut. Bahkan masyarakat pun memberikan istilah “Muncul masalah, baru melakukan tindakan”. Beberapa kasus yang terkait dengan istilah tersebut, antara lain: kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak), proses berlangsungnya Pilkada, demonstrasi, dan masalah ketahanan pangan. Keempat kasus tersebut adalah sebagian kasus yang penanganannya menggunakan paradigma aksi reaksi.
Penelitian dan Pengembangan (Litbang) memliki peranan yang besar dalam menentukan pengaruh kebijakan terhadap pengembangan negara. Selain itu, peranan Litbang dapat memperkecil terjadinya paradigma aksi-reaksi tersebut. Bahkan beberapa negara maju sangat memberikan perhatian terhadap peranan Litbang dalam membangun negaranya, sehingga mereka tidak sayang dalam mengalokasikan anggaran dana yang sangat besar untuk kegiatan Litbang. Sebaliknya, Litbang di Indonesia hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar 1% dari APBD. Oleh karena tidak mengherankan bila Litbang di Indonesia sulit berkembang jika dibandingkan dengan negara lainnya.


Lembaga Litbang sebenarnya telah menyusun perencanaan terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, bahkan saat mendatang. Tidak hanya itu, Litbang juga sudah menyediakan solusi penanganan dari permasalahan-permasalahan tersebut.. Namun, sekali lagi hasil kajian tersebut sama sekali tidak dilirik oleh pemerintah dan hanya menjadi sampah, serta disimpan dibawah meja saja. Hal inilah yang kemudian menjadikan kebijakan atau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah hanya berefek sesaat sesuai dengan paradigma aksi-reaksi. Misalkan terjadi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa melakukan aksi demo bukan tanpa alasan, bahkan mereka berani membeberkan kelemahan-kelemahan pemerintah yang bisa menghancurkan masa depan bangsa Indonesia. Semenjak ada demo mahasiswa tersebut, pemerintah mulai menunjukkan reaksinya, mulai dari mengintrospeksi dirinya, meminta maaf, bahkan sampai pada tahap bersaha untuk memberikan solusi sebagai jawaban atas protes dari demonstrasi mahasiswa.

NAMA : A.ALI BAHRI

NIM : 2012210088

PRODI : Administrasi Negara

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Apa Bahaya Makan Beras Plastik bagi Tubuh? …

Wahyu Triasmara | | 22 May 2015 | 18:51

Etika Presiden Jokowi ketika Naik-turun …

Ashwin Pulungan | | 22 May 2015 | 16:19

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

10 Jam Wisata Kuliner Kecil di Kota Bandung …

Khristian Dominico | | 22 May 2015 | 21:02

Kirim Review Blogshop bersama JNE Anda dan …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:13


TRENDING ARTICLES

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 10 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 10 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 11 jam lalu

Gila! Iklan Obat Aborsi Disertai Testimoni …

Riana Dewie | 12 jam lalu

Angel Pieters Adalah Kambing …

Giri Lumakto | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: