Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Gunawan

Blogger & Praktisi IT @GUNWANug https://www.facebook.com/gunawankompasianer PIN BB 7961DB9F

Fenomena Bunda Atut dan Ratu Putri (Nama yang Tertukar)

OPINI | 17 October 2013 | 08:31 Dibaca: 839   Komentar: 27   3

Ilustrasi (foto tribunnews.com)

Ini bukan kisah seperti sinetron dengan judul “Nama yang Tertukar”. Sengaja saya beri judul yang tertukar karena fenomenanya sebenarnya seperti itu. Kenapa gubernur banten saya beri nama bunda Atut padahalkan nama sebenarnya Ratu Atut. Sedangkan Bunda Putri saya beri nama Ratu putri.

Ya, tepat sekali pikiran anda. Kok bisa sama ya pikiran kita. Memang dalam kenyataannya yang menjadi ratu sebenarnya si Putri ini. Makanya saya beri gelar dia sebagai Ratu putri. Betapa tidak, seorang sekaliber SBY yang notabene menjabat sebagai presiden Indonesia bisa tunduk dan minta pertimbangan Ratu Putri untuk urusan resufle kabinet. “Opo tumon” kata orang Jawa, “amang tahe” kata orang Batak. Entah betul entah salah hehe.

Kalaulah memang benar SBY meminta pertimbangan dari Ratu Putri, berarti memang benar-benar negeri ini telah dikuasai seorang ratu yang bernama Putri ini. Kita lihat saja ekspresi SBY menangkal tuduhan itu. Dengan hiperbola 1000% dan 2000% nya. Kalau anak alay menyebutnya “lebay” dan tidak “segitunya kaleee”, masa sampai 2000% LHI bohong. Padahal LHI waktu memberi kesaksian dibawah sumpah kitab suci.

Apakah SBY juga berani disumpah diatas kitab suci dengan pernyataannya tidak mengenal ratu Putri? Tak ada yang berani meminta SBY untuk bersumpah kecuali saya. Itu pun hanya melalui kompasiana hehehe.

Kembali ke Bunda Atut, beliau sebenarnya belum pantas menyandang gelar ratu. Ratu itu gak pernah atut (baca takut). Ratu itu adalah wanita super sehingga bisa memimpin kerajaan (dinasti) dengan baik dan bisa mensejahterakan rakyatnya (warga Banten). Pernah dengar kisah Ratu Tribuwana Tungga Dewi kan, beliau mampu memperluas kekuasaan Majapahit karena memiliki seorang patih yang sangat terkenal yaitu patih Gajamada (apa hubungannya ya). Ya, kenapa bunda Atut jadi takut ketika adik nya Tubagus Wawan tertangkap KPK. Apakah memang Bunda Atut terlibat? Masih menjadi tanda tanya.

Bunda Atut hanyalah seorang ibu yang salah mengasuh anak-anak dan kerabatnya sehingga mereka berbuat kecurangan. Sebenarnya kata bunda juga tidak cocok dilabelkan pada namanya. Karena biasanya bunda itu adalah wanita yang sangat bijak menjadi pengayom anak-anak dan menenangkan dan menyenangkan hati suaminya.

Tapi sudahlah , semua fenomena ini sudah terjadi di negeri yang lucu ini. Walau katanya rakyatnya banyak yang susah. Namun mobil-mobil mewah masih berseliweran. Mal-mal megah masih ramai pengunjungnya. Rumah-rumah megah masih terus dibangun di areal yang dulunya sawah yang sudah ditimbun. Entahlah mereka berbelanja atau hanya sekedar cuci mata. Atau malah menjajakan diri.

Salam Kompasiana

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 59 menit lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 12 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 13 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: