Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

Ratu Atut, Santet KPK dan Mistis Banten: Kebesaran dan Kejayaan yang Muram

OPINI | 11 October 2013 | 16:45 Dibaca: 3372   Komentar: 9   2

Banten dan Kerajaan Banten adalah lambang bagi kekayaan dan kebesaran dengan mistis dan misteri. Ada apa dengan para mistikus yang melindungi KPK dari santet? Benarkah urusan mistis bermain di perseteruan antara para jawara Banten (Atut) dan Lebak (Jayabaya)?

Namun, yang jelas, Banten selalu menjadi underbouw atau di bawah kekuasaan baik de facto maupun de jure. Dari sejak zaman prasejarah pun Banten memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. Bagaimana sejarah Kerajaan Banten terkait dengan perannya yang misterius?

Dari sejarah masa lampau masa Kerajaan Siliwangi dan sebelumnya pun Banten selalu menjadi bagian penting kejayaan. Prabu Siliwangi pun menjadikan Banten sebagai pusat keagamaan dan pelestarian agama asli Sunda Karuhun bernama Sunda Wiwitan. Maka hingga kini, di tengah serbuan agama impor Hindu, Buddha, Islam yang menghilangkan agama asli kebenaran Nusantara, Raja dan Ratu Kerajaan di Tanah Pasundan selalu menjaga dan menghormati agama asli Sunda Wiwitan.

Bahkan, raja Hindu dan Buddha yang menguasai Tanah Priangan dan Banten selalu menghormati Banten sebagai otonom kekuasaan dan kejayaan dengan status istimewa. Apa sebabnya? Banten adalah pusat dari ‘kekuatan mistis’ yang menyeimbangkan kekuasaan. Maka, Prabu Siliwangi, dan raja-raja Tarumanegara, bahkan Sultan Ageng Tirtayasa pun, menghormati eksistensi ‘kekuatan magis’ Banten yang terpusat di Lebak.

Pusat ‘kekuatan mistis’ Banten tersebar di Lebak dan Pandeglang dengan underbouw-nya di Banten Lama sekarang ini. Sumbu kekuatan mistis terletak di Suku Baduy - siapapun yang akan mengusik keyakinan suku Baduy diyakini akan hancur berantakan dan musnah. Sementara Banten Lama yang kini dihuni oleh para keturunan priyayi dengan gelar dari bangsawan Jawa seperti raden dan ki bagus dan tubagus serta ratu, menjadi pusat mistisme Islam. Kekuatan mistisme Sunda tetap terletak di Lebak dan Pandenglang. Siapapun yang akan mengusik kekuatan kejayaan lokal di setiap daerah di Banten akan bernasib malang.

Portugis, Belanda yang berkedudukan di Batavia mendapat perlawanan hebat Kesultanan Banten. Bahkan Banten menjadi pusat perlawanan Sultan Agung dari Mataram yang menyerang Belanda.

Bahkan, sejarah mencatat gerakan politik Hindia Belanda mulai bergerak dan melakukan perlawanan juga dari Banten, Lebak, Rangkasbitung. Adalah Edwards Douwesdekker, Multatuli yang mengawali kekuatan mistis Labak yang menggoncang Hindia Belanda sampai ke Negeri Belanda yang menyebabkan diberlakukannya Politik Etis oleh Belanda. Dari situlah mistis gerakan perlawanan memengaruhi seluruh pulau Jawa dan Bali. Boedi Oetomo, Persatoean Pasundan, adalah awal gerakan menuju perlawanan yang menginspirasi Soekarno - yang berguru di Lebak, Sukabumi dan Pandeglang secara spiritual - untuk bergerak dari Bandung pada paruh pertama abad ke-19.

Kekuatan mistis Banten tidak boleh dirusak dan dilanggar oleh kekuasaan dan keserakahan. Siapapun yang serakah akan mengalami nasib buruk di Tanah Pasundan dan Banten - itulah kearifan lokal kenapa orang Sunda tak ada yang mau menjadi presiden karena menghormati mistisisme Banten dan Pasundan-Priangan.

Pasundan dan Banten hanya menjadi pemasok kekuatan dan kekuasaan mistis namun tidak boleh digunakan secara langsung oleh orang Banten dan Sunda. Jadi para Jawara di seantero Banten dan Tanah Pasundan selalu memiliki darah campuran - itu alasan untuk melepas kutukan kekuatan mistis yang bisa menghantam balik. Orang Banten paham dalam masalah ini.

Kini, dalam kasus kontemporer, penguasa mistis lokal Lebak, Jayabaya di Lebak hendak diusik oleh kekuasaan luar yakni Tulek Wawan yang berasal dari luar Lebak. Hasilnya? Tulek Wawan yang adik Ratu Atut, yang belum pernah berguru di Lebak dan Pandeglang - malahan berguru ke selatan yakni Australia - terkena kutukan mistis Lebak dan Pandeglang. Masuk penjara. Masuk bui. Tak ada seorang pun yang membayangkan kecuali saya bahwa kejatuhan Dinasti Ratu Atut sudah dekat. Perlawanan mistis yang dilakukan oleh Jayabaya melebihi kekuatan Banten Lama. Maka Tulek Wawan langsung terkena karma dan kalah telak.

Maka ketika kejatuhan para mistikus Banten Lama karena kekuatan dominan mistikus Lebak dan Pandeglang, kini para mistikus beramai-ramai ‘melindungi KPK’. Sebenarnya, yang terjadi adalah para mistikus dan dukun di Banten Lama tunduk pada kekuasaan mistis Lebak dan Pandeglang yang digalang oleh Jayabaya.

Jadi, ketika para mistikus telah berpaling pada Jayabaya - sebagai bukti tunduknya Banten Lama terhadap Lebak dan Pandegang, maka pihak yang akan melawan Dinasti Ratu Atut pun dilindungi, yakni KPK. Itulah latar belakang kenapa KPK dilindungi dari santet dan aneka gangguan, karena mistikus Banten Lama secara ksatria dalam dunia mistis perdukunan telah kalah melawan ‘guru mistis’ di Lebak dan Pendeglang secara tradisional dan sejarah yang melebihi kekuatan Banten Lama yang digunakan oleh Tulek Wawan dan Ratu Atut. Satu lagi. Pakaian Ratu Atut untuk menghadap KPK telah sesuai dengan persyaratan mistis: Ratu Atut akan selamat untuk sementara waktu.

Salam bahagia ala saya.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Mahasiswa Vietnam tentang …

Hizkia Huwae | 9 jam lalu

Ngoplak Bareng Pak Jonan, Pak Ahok, Pak …

Priadarsini (dessy) | 9 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 12 jam lalu

Demi Kekuasaan, Aburizal Mengundang Prabowo …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Indonesia Bersih dan Layak Huni di Tahun …

Ricki Cahyana | 7 jam lalu

Keterbatasan Bukanlah Alasan untuk Tidak …

Banyumas Maya | 7 jam lalu

Foto Selfie …

Maya Triziana | 7 jam lalu

Uang Tunai Mulai Ditinggalkan …

Yeremi Bento | 8 jam lalu

Gerdema: Menolak Memunggungi Desa …

Rahmatul Ummah As S... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: