Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Enrico Syaefullah

bermanfaat bagi semua

Empat Pelajaran dari Tertangkapnya Ketua MK Dr.Akil Muhtar

OPINI | 03 October 2013 | 11:47 Dibaca: 391   Komentar: 0   0

Empat Pelajaran dari Tertangkapnya Ketua MK

Pertama, memberikan bukti untuk yang kesekian kalinya betapa bobroknya pengadilan dari segi individu hakimnya. Dan apa yang nampak itu seperti fenomena gunung es, lebih banyak yang belum terungkap.

Kedua, ini juga semakin menambah bukti yang selama ini telah menjadi rahasia publik, bahwa pengadilan itu kerap membela yang bayar dan kuat secara politik.

Ketiga, makin menunjukkan kepada kita bahwa sistem demokrasi itu tidak layak. Bukankah MK didirikan lantaran DPR kerap kali membuat UU yang tidak layak? Maka MK itu tugasnya mengadili UU yang dibuat oleh DPR itu layak atau tidak untuk diberlakukan.

Sementara, kalau ketua hakim MK, dan juga tidak menutup kemungkinan anggota-anggota hakimnya, bisa disogok, berarti UU yang berlaku di tengah masyarakat itu berpihak kepada orang yang bisa membeli para hakim MK tersebut.

Ini menunjukkan bobrok dan bahayanya UU yang dibuat oleh manusia dan bahaya menjadi berlapis karena bisa disogok. Maka ini menunjukkan fakta untuk kesekiankalinya kepada umat, bahwa demokrasi memang tidak bisa diandalkan.

Keempat, ini yang paling prinsip. Bahwa bila UU itu dibiarkan kepada manusia untuk membuatnya, maka pasti mengantarkan kepada kesengsaraan dunia akhirat.

Maka kasus ini menjadi momentum menyadarkan lebih kuat lagi untuk membuang jauh-jauh sistem demokrasi dan menggantinya dengan syariah dan khilafah,

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 11 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 11 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: