Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ibnu Dawam Aziz

pensiunsn PNS hanya ingin selalu dapat berbuat yang dipandang ada manfaatnya , untuk diri,keluarga dan selengkapnya

Siapa Kekuatan Modal Besar di Belakang Jokowi

OPINI | 02 October 2013 | 11:44 Dibaca: 2664   Komentar: 45   2

13806883551944272039

Gambar : Kreasi Pribadi ;

sumber: kotawisataindonesia.com,; merdeka.com; citymayors.com; usahitman.com

Siapa Kekuatan Modal Besar dibelakang Jokowi

Sekelumit petikan berita pada inilah.com, Selasa (1/10/2013)

Saat wawancara sindikasi haluan inilah.com, Amien  menegaskan ter­dapat indikasi nya­ta dengan kekuatan modal di belakang Jokowi terkait pe­laksanaan Pemilu Presiden 2014. Kelompok di belakang Jokowi terlalu kentara untuk mendorong gubernur DKI Jakarta itu muncul dalam Pilpres 2014.

“Kekuatan yang melam­bung­kan Jokowi ke aras tertinggi itu memang terlalu kentara. Mereka tidak bisa menahan diri, sehingga orkestra dengan politik itu terlalu kentara,” tandas pendiri dan mantan ketua umum DPP PAN itu di kediamannya di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10).

Benarkah sinyalemen Amien Rais , bahwa ada kekuatan besar yang melambungkan Jokowi ?

Bukan dalam kapasitas untuk membela Amien Rais yang mempunyai Rekam Jejak kurang baik dalam sejarah perpolitikan Indonesia, namun diakui bahwa Amien Rais dalam kapasitasnya sebagai seorang Pakar Hubungan Internasional mempunyai wawasn yang tajam. Cukup alasan bahwa Jokowi memang dibidik satu kekuatan besar untuk dilambungkan, dengan melihat Karakter Jokowi yang merupakan type Pemimpin yang BERBEDA, oleh KEKUATAN BESAR itulah Jokowi dimasukkan dalam nominasi Calon Pemimpin yang akan digiring kedalam satu kekuasaan Global .

Bila melihat rekam jejak Jokowi yang menyeruak dengan bigitu saja dengan melanggar PAKEM POLITIK Negari ini. Pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI yang justru diperjuangan dari luar kalangan Politiknya. Mengapa Justru Yusuf Kalla dan Prabowo Subiyanto yang berusaha dengan gigih dan segala cara untuk mendudukkan Jokowi keatas Singgasana DKI ? Mengapa bukan Mega ?

Hal ini juga bisa dilihat pada saat kampanye Jokowi berbagai media secara serentak mengangkat nama Jokowi tak peduli siapa dan kekuatan politik apa dibalik media tersebut. Sudah bukan ragasia lagi bahwa tiap media yang muncul di Indonesia ini pasti mempunyai kepentingan politiknya sendiri. Tak peduli itu MNC Grup, CT Grup, Jawa Pos Group, Kompas Gramedia Group, Elang Mahkota Teknologi, Visi Media Asia, Media Group, akan tetapi untuk Jokowi , semua Media nyaris tak satupun yang meninggalkan Jokowi, apalagi berani menyerang Jokowoi secara terang-terangan.

Bahkan Metro TV sempat mengangkat satu topik debat politik dengan melibatkan berbagai kalangan politik berjudul kurang lebih : Capres 2014 Siapa berani melawan Jokowi? Satu topik yang tidak masuk akal mengingat Suya Paloh berkepantingan dengan PilPres 2014.

Ini mengandung satu pengertian bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari kekuatan media yang manapun di Negeri ini. Siapa ? Dengan satu upaya maka kekuatan itu harus dicari dari salah satu kekuatan Global yang selama ini kita rasakan. Benang merah itu harus dicari terus dan satu indikasi yang rasional dan itu ditemukan pada : The City Mayor Foundation yang dikomandani oleh : Tann vom Hove (Inggris), Ruth Maguire (Inggris), Guy Kervella (Prancis), Nick Swift (Kanada) dan Josh Fecht (Amerika Serikat).The City Mayor Foundation merupakan organisasi yang didirikan tahun 2003 dan didedikasikan untuk urusan perkotaan. oleh beberapa orang dari lintas Negara.

Mengingat Nama-nama mereka, Negara-Negara mereka dan juga pola yang mereka lakukan bukan tidak mungkin bahwa mereka merupakan bagian dari organisai rahasia TERBESAR didunia yang menggerakkan Korporasi Dunia untuk menguasai Pemerintah Negara-Negara diDunia dalam satu Kekuasaan. One World Order atau New World Order.

Dalam Lambang World Mayor kita temui Freemasonry dalam Illuminati.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Nikmat Merantau …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: