Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jefri Hidayat

domisili di Sumbar, lajang, 30 tahun. Twitter @jefrineger

Benarkah Komunis Anti-tuhan?

OPINI | 01 October 2013 | 23:16 Dibaca: 2271   Komentar: 8   1

Komunisme  Indonesia , Tokoh dan (anti) Tuhan.

Saya hanya sekedar mengeluarkan uneg-uneg kepada pembaca dan saya hanya sekedar berpendapat setelah menganalisa secara sederhana,begini Sekejam apapun orang maupun paham yang disebarkan,tentu ada sisi menariknya untuk dikupas,Manusia yang di Cap kejam Sekaliber Hitler pun menjadi Magnet ribuan sejarawan di penjuru dunia memburu Data,informasi,kisah atau hanya sekedar artikel tentang Hitler ,berangkat dari hal itulah saya juga tertarik menulis tentang Paham yang puluhan tahun di cap sebagai paham laknat ,kejam,tidak ber prikemanusian dan Anti tuhan. Komunisme menjadi momok di zaman Orde baru,saking menakutkan nya Paham ini,sampai-sampai anak cucu orang yang terlibat atau hanya sebagai simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Anggota Tni,tidak itu saja di Kartu Tanda Penduduk Penduduk mereka akan dicantumkan dua huruf yakni OT atau Organisasi terlarang. Benarkah Komunis Anti Tuhan?

Tokoh Komunis dan (cara) Islam

Pada pertengahan Juli 1922   tiga anak muda berdiskusi  di rumah Darsono, tokoh komunis Indonesia, di Berlin, Jerman obrolan ini berlangsung gayeng. Mohammad Hatta yang Shaleh dan Nasionalis sengaja datang dari Belanda. Tan Malaka juga,Tan berapi-api menjelaskan komunisme yang dasarnya demokrasi tulen.”Bukankah komunisme itu mengesahkan diktator, Bung? Karl Marx menyebut diktator proletariat,” Hatta, 20 tahun, menyela.

“Itu hanya ada pada masa peralihan,” Tan menukas. Dia melanjutkan, “Peralihan kekuasaan kapitalis ke tangan masyarakat. Kaum buruh merintis jalan ke arah sosialisme dan komunisme yang terselenggara untuk orang banyak di bawah pimpinan badan-badan masyarakat. Balas Tan.(Sumber Tempo)

Kenapa Bung Hatta pada saat itu tidak menanyakan kepada Tan Malaka bahwa Komunis itu Anti Tuhan, . Kenapa hanya soal Kediktatoran Komunis yang menjadi perhatian bagi Hatta?Apakah ketika itu Hatta belum kritis atau Bung Hatta lupa menanyakan perihal tersebut kepada Tan. Dan saya yakin begitu juga dengan pembaca bahwa Hatta saat itu sudah cerdas,kritis dan tidak lupa.

Tan sendiri lahir di daerah Minang kabau yang secara kultural sebuah daerah yang taat menjalankan syariat islam,seperti Tokoh-tokoh nasional lain yang berasal dari Minang, Tan semasa kecilnya ditempa oleh Ilmu agama dan juga tan dilahirkan dari keluarga yang taat beragama, semasa kecil Tan membaca surat yasin didepan ibunya yang terbaring sakit guna mengusir syetan-syetan yang menggangu ibunya,begitu pendapat Tan dalam sebuah sumber. Dalam Konferensi komunisme Internasional Tan dengan lantang menyatakan,”“Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia”.tukas Tan ketika itu. Dan juga di Forum tersebut Tan menyampaikangagasan revolusioner bersama antara komunisme dan Islam. Menurut Tan Malaka, komunis tak boleh mengabaikan kenyataan bahwa saat itu ada 250 juta Muslim di dunia. Pan-islamisme sedang berjuang melawan imperialism-perjuangan yang sama dengan gerakan komunisme. Didalam buku buku materialisme,Dialektika dan Logika Tan menolak kalau Komunisme (Indonesia) Anti Tuhan. Dari sini saya melihat bahwa tan bisa mensintesiskan antara Komunisme-sosialisme dan Agama yang dianutnya.

Tan sebagaimana diketahui adalah pendiri Partai komunisme bersama dengan Semaun,Darsono dan Alimin,mereka Tokoh-tokoh muda Syarekat Islam (SI) Organisasi Islam yang menjadi embrio lahirnya Komunisme di Indonesia,karena perbedaan pendapat inilah SI pecah menjadi dua,Tan,Semaun,Darsono dan Alimin dinamakan dengan SI merah.sedangkan SI putih digawangi oleh Agus Salim,Abdul Muis,Suryo Pranoto dan Sukarman Kartosuwiryo. Maka kita bisa membuat sebuah kesimpulan bahwa Syarekat Islam yang pada umumnya digawangi oleh ahli agama islam menjadi cikal bakal lahirnya Komunisme di Indonesia.

Pentolan Komunis pasca pemberontakan PKI Madiun 1948, Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit yang pernah menjadi Ketua cc PKI merupakan anak seorang tokoh Masyumi yang taat berasal dari Bangka belitung. Dari kecil Aidit sudah belajar mengaji dan mendalami ilmu agama,ketika remaja Aidit hijrah ke Pulau Jawa. Pada tahun 1948 Aidit menikahi Soetanti keturunan ningrat mangkunegaraan secara Islam dirumah Kyai Haji Raden Dasuki, sesepuh PKI di Soloyang bertindag sebagai Penghulu adalah Moedigdo.

Dan perlu saya pertajam lagi adalah Aidit yang di Cap sebagai si jahanam dalam Orde baru mendalami Ilmu Agama semasa kecilnya,menikah secara Islam di rumah sesepuh PKI seorang Kyai Haji yang sangat paham dengan ajaran islam apa mau menjadi kader PKI jika memang Komunis itu Anti tuhan. dengan wanita keturunan ningrat yang taat menjalani Syariah Islam apa mau menikahi anaknya dengan seorang dedengkot kumpulan masa anti Tuhan?.

MH Lukman Wakilnya Aidit di PKI,Ayah Lukman adalah seorang kyai, yang konon aktif di Sarekat Rakyat. Pada tahun 1926 ayah Lukman, Haji Muchlas melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Kolonial Belanda dan kemudian dipenjarakan karena peristiwa pemberontakan itu. Pada tahun 1929 Haji Muchlas dan keluarganya, termasuk Lukman kecil bersama adiknya ikut dibuang ke kamp tahanan boven digul,Papua barat. Lukman, yang saat itu baru berusia 9 tahun, ikut dalam pembuangan tersebut. Dia tumbuh dewasa di antara tahanan politik. Saat di Boven Digul ayah Lukman dekat dengan Bung Hatta. Lukman pun diangkat anak oleh Bung Hatta. Karena persahabatan ayah Lukman dengan Bung Hatta yang begitu mendalam, Haji Muklas lalu memberikan nama M.H. di depan nama Lukman. M.H. artinya Muhammad Hatta Lukman. SaatPeristiwa Madiun terjadi, MH. Lukman dikabarkan mendapat perlindungan dari Mohammad Hatta sehingga dia bisa bebas dan melarikan diri keluar negeri bersama DN. Aidit. Karier politiknya melesat bersama PKI dan dia diangkat menjadi Menteri Negara oleh Bung Karno.

Namun yang perlu kita pahami adalah bisakah orang yang dari bayi  berasal dari keturunan Kyai dan seterusnya mendapat gemblengan agama Islam,berorganisi yang berlandaskan Islam (SI) sampai dewasa yang sudah tertanam ajaran islam yang bisa kuat. Apakah  bisa berubah sesaat hanya karena mengenal orang dan membaca teori pergerakan atau teori politik. Ajaran agama sangat berbeda sekali dengan Teori pergerakan dan politik.

Komunisme Indonesia Ideologi Politik atau Ideologi Kepercayaan?

Komunisme dibawa ke Indonesia pertama kali oleh Tokoh-tokoh muda Syarekat islam yang merupakan sebuah organisasi politik ketika itu untuk menghimpun dan menggalang massa yang terpecah untuk melawan kolonialisme,perlu kita sadari sebenarnya bahwa paham Komunisme yang berkembang di indonesia sudah menurut penulis sudah disesuaikan menurut sesuai dengan Kultur masyarakat Indonesia sendiri,yang beragama dan mempercayai sang Pencipta,ajaran komunis yang dibawa ke indonesia bukan didasari oleh kekecawaan terhadap agama, Tapi kepada Individu-individu yang beragama itu. Dan paham ini sangat cocok diterapkan Kepada Indonesia pada masa itu yang sedang dilanda kemiskinan,masa penjajahan dan menggapai kemeredekaan.

Pada dasarnya banyak orang yang tidak melihat secara utuh satu statmen Marx,baik dikalangan Liberalis yang merupakan lawan dari komunis,maupun dikalangan Komunis-Sosialis itu sendiri,Statmen Marx yang menjadi Polemik itu adalah  ”menyatakan bahwa Agama sebagai candu rakyat” dan Marx sendiri memang seorang yang tidak beragama namun marx mengakui bahwa Langit dan Bumi sebuah ciptaan Tuhan, Marx sendiri sangat menghormati orang-orang yang memeluk agama dan itu terlihat dengan tidak mencegah orang menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Tugas utama kaum Marxis adalah untuk memberantas eksploitasi dan pendindasan, dan agama juga memprotest hal yang sama. Berarti sikap dan ajaran kita sama dengan ajaran agama-agam yang ada didunia ini. Dan di akhir tulisan nya itu Marx menghimbau agar kaum filosof meninggalkan kritik terhadap agama demi memperjuangkan perubahan sosial karena Agama bersama dengan kita. Itu terucap oleh Marx di jermam dalam tulisan yang berjudul ”Kritik terhadap filsafat hegel”.

Disini saya berpendapat Bahwa yang Anti tuhan itu adalah individu atau oknum yang ada didalam Sosialisme-komunis. Saya juga belum menemukan ajaran Komunis di Indonesia mengatur kehidupan Antara Manusia dengan dengan Tuhan,namun hanya bercerita tentang pergerakan,melawan kaum penjajah dan Revolusi. Dan juga yang sering diartikan banyak orang adalah bahwa menyamakan Komunisme dengan Atheisme padahal komunis itu adalah Ideologi pergerakan atau ideologi Politik sedangkan Atheisme adalah Ideologi kepercayaan.

Propaganda Orde baru dan campur tangan kaum Liberal terutama Amerika dan Inggris melaluli media cetak dan elektronik membangun opini publik bahwasanya Komunis itu adalah aliran kepercayaan bukan sebuah Aliran politik dan menjustifikasi kader Komunis beserta simpatisan nya sebagai makhluk yang kejam dan tidak berprikemanusian. Sehingga tertancap dalam benak masyarakat bahwasanya Komunis itu tak bertuhan,sampai saat ini sejarah Komunis,Tokoh yang ada didalamnya dan Gerakan 30 September masih kabur,beragam versi dan tidak kita temui bukti atau Dokumen sejarah yang Otentik yang menandaskan kalau komunis itu Anti Tuhan. Opini publik yang berpuluh-puluh tahun inilah yang membuat Gusdur gagal mencabut Tap MPRS XXV/ 1966 yang ketika Alm menjadi Presiden.

Pasca Reformasi Alm Gusdur mengeluarkan usulan yang Kontroversial yakni untuk mencabut Tap MPRS XXV/1966,usulan ini menimbulkan Pro kontra,Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Taufiqurrahman yang notabene jaum nadliyin mendukung usulan Gus Dur untuk mencabut Tap MPRS itu. Usulan tersebut merupakan suatu bentuk pencerahan politik yang mesti ditanggapi dengan dingin dan rasional. Pemberlakukan Tap tersebut dalam masa transisi menuju demokrasi saat ini, bertentangan dengan prinsip demokrasi.

Senada dengan Taufiqurahman,Ketua Partai Rakyat Demokratik, Budiman Sudjatmiko ketika itu berpendapat bahwa pencabutan Tap MPR 25/1966 tidak mendesak untuk dilakukan. Yang paling penting justru membongkar sejarah, termasuk peristiwa sekitar 1965 maupun peristiwa-peristiwa sebelumnya. Menurut dia, tidak ada salahnya bangsa ini meminta maaf terhadap kesalahan-kesalahan masa lampau termasuk kesalahan yang mungkin dilakukan ratusan tahun lalu.

Dikatakan Budiman, Tap MPR 25/1966 untuk saat ini secara politik telah usang. Tanpa dicabut pun Tap tersebut dalam kenyataannya tidak berlaku. Saat ini masyarakat telah begitu bebas menerbitkan dan menyebarkan buku-buku atau tulisan mengenai Marxisme. Diskusi-diskusi pun dilakukan secara terbuka tanpa ada ketakutan ditangkap.

“Kalaupun dilarang, semua tulisan mengenai Marxisme sudah ada di internet dan ada yang dalam bahasa Indonesia,” kata Budiman.

Berbeda dengan Taufiqurrahman dan Budiman, Ketua MPR Amien Rais, seperti dikutip Antara saat itu, menegaskan tidak setuju bila Tap itu dicabut. “Bila Tap itu dicabut maka PKI akan bangkit kembali dan simbol palu arit akan muncul di mana-mana,” katanya. Apakah pada saat itu Gusdur berpendapat bahwasanya Komunis itu adalah Ideologi Politik bukan Ideologi kepercayaan,atau Gusdur berpandangan bahwa Komunisme yang ada di Indonesia merupakan bertuhan bukan Anti Tuhan. Komunis memang kontroversial tidak sedikit yang mendukung dan juga sangat banyak yang menolak, selanjutnya terserah anda memberikan kesimpulan apakah Komunis di  Indonesia berTuhan atau Komunis Anti Tuhan?sekarang silahkan menulis Versi mu?(disadur dari berbagai sumber)

Tags: g30spki

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Karnaval Kota yang Paling Ditunggu …

Ikrom Zain | | 30 August 2014 | 14:46

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 10 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 11 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 13 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Peranku bagi Indonesia …

Wiranota Hesti | 8 jam lalu

Penghematan Subsidi dengan Penyesuaian …

Eldo M. | 8 jam lalu

Penampilan Wadyabala Kanjuruhan dan …

Mas Ukik | 8 jam lalu

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 8 jam lalu

Kuliner Vietnam Kala Itu… …

Fillia Damai R | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: