Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jani Noor

Warga Kota Tasikmalaya Jawa Barat

Gebrakan Ridwan Kamil

OPINI | 24 September 2013 | 00:24 Dibaca: 997   Komentar: 69   0

Bagi penulis, tahu Ridwan Kamil hanya ketika Pemilihan Wali Kota Bandung, Juni lalu. Melalui media massa, Ridwan Kamil mampu mencuri perhatian publik dengan konsep ‘Membenahi Kota Bandung’.
Berbagai metode pun diungkap, dengan cukup meungunggah ‘Youtube’,pemaparan logik ahli tataruang Kota jebolan Insititut Tekhnologi Bandung ini sangat mudah dipahami ditengah semrawut dan ruwetnya masyarakat Kota.
Harapan rakyat pun menggurita. Terbukti mayoritas masyarakat memilih dia menjadi Wali Kota Bandung. Bahkan, harapan itu terus meluas apakah Ridwan Kamil bisa menjadi sosok Wali Kota/Kepala Daerah yang jadi Idola seperti Jokowi atau tidak ?.
Terbersit dalam hati penulis, semoga Ridwan Kamil bisa membenahi Kota Bandung sehingga jadi panutan masyarakat agar tidak Jokowi saja yang dipuja. Toh orang Sunda juga ada yang bisa seperti mantan Wali Kota Solo itu.
Dan, Harapan tersebut memang nampak pada gebarakan hari pertama pasca pelantikan. Ridwan Kamil ‘Ngantor’ dengan Sepeda. “Fantastis kata saya karena baru pertama kali ada Wali Kota ngantor memakai Sepeda”.
Hari kedua pun sama. Ridwan Kamil tetap komitmen pergi ngantor  bersepeda. Bahkan, berdasarkan berita dari berbagai media, pengawal Kepolisian sampai kerepotan karena motor besarnya harus ‘kukurusukan’ menelusuri setiap gang.
Begitupun hari ketiga. Orang nomor satu Kota Bandung ini malah mengundang tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin langsung Wakil Ketua KPK, Busro Muqodas.
‘Kang Emil’ sapaan akrab Ridwan Kamil mengadakan pertemuan tertutup satu jam dengan KPK. Dan, kata Busro Muqodas, pertemuan dengan Wali Kota tersebut untuk menandatangani kerjasama tentang pemberantasan korupsi pada 25 September nanti.
Gebrakan yang patut diacungi jempol, karena biasanya pejabat akan ‘ngadaregdeg’ mendengar kata KPK apalagi menjalin kerjasama. Kendati demikian, apa yang dilakukan Ridwan Kamil di hari-hari pertama tentu tidak berguna apa-apa, kalau tidak ditiru para Kepala Daerah dimana kita berada.
Dan, bagi Kepala Daerah yang belum melakukan gebrakan apapun janganlah berkecil hati. Meskipun, “semoga tidak menyesal”  masih ada kesempatan berbenah diri karena apa yang dilakukan Ridwan Kamil sudah seharusnya dilakukan pula Kepala Daerah manapun.
Kota Bandung memang beda dengan Daerah lain. Tapi, kita tak perlu malu meski harus meniru. Selamat mencoba.!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 November 2014 | 23:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Mafia Migas Perlu Terapkan Strategi Baru …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Refleksi Kenaikan Harga BBM: Menderita …

Kortal Nadeak | 16 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | 16 jam lalu

Sedikit Oleh-oleh dari Kompasianival 2014 …

Opa Jappy | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: