Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jani Noor

Warga Kota Tasikmalaya Jawa Barat

Gebrakan Ridwan Kamil

OPINI | 24 September 2013 | 00:24 Dibaca: 994   Komentar: 69   0

Bagi penulis, tahu Ridwan Kamil hanya ketika Pemilihan Wali Kota Bandung, Juni lalu. Melalui media massa, Ridwan Kamil mampu mencuri perhatian publik dengan konsep ‘Membenahi Kota Bandung’.
Berbagai metode pun diungkap, dengan cukup meungunggah ‘Youtube’,pemaparan logik ahli tataruang Kota jebolan Insititut Tekhnologi Bandung ini sangat mudah dipahami ditengah semrawut dan ruwetnya masyarakat Kota.
Harapan rakyat pun menggurita. Terbukti mayoritas masyarakat memilih dia menjadi Wali Kota Bandung. Bahkan, harapan itu terus meluas apakah Ridwan Kamil bisa menjadi sosok Wali Kota/Kepala Daerah yang jadi Idola seperti Jokowi atau tidak ?.
Terbersit dalam hati penulis, semoga Ridwan Kamil bisa membenahi Kota Bandung sehingga jadi panutan masyarakat agar tidak Jokowi saja yang dipuja. Toh orang Sunda juga ada yang bisa seperti mantan Wali Kota Solo itu.
Dan, Harapan tersebut memang nampak pada gebarakan hari pertama pasca pelantikan. Ridwan Kamil ‘Ngantor’ dengan Sepeda. “Fantastis kata saya karena baru pertama kali ada Wali Kota ngantor memakai Sepeda”.
Hari kedua pun sama. Ridwan Kamil tetap komitmen pergi ngantor  bersepeda. Bahkan, berdasarkan berita dari berbagai media, pengawal Kepolisian sampai kerepotan karena motor besarnya harus ‘kukurusukan’ menelusuri setiap gang.
Begitupun hari ketiga. Orang nomor satu Kota Bandung ini malah mengundang tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin langsung Wakil Ketua KPK, Busro Muqodas.
‘Kang Emil’ sapaan akrab Ridwan Kamil mengadakan pertemuan tertutup satu jam dengan KPK. Dan, kata Busro Muqodas, pertemuan dengan Wali Kota tersebut untuk menandatangani kerjasama tentang pemberantasan korupsi pada 25 September nanti.
Gebrakan yang patut diacungi jempol, karena biasanya pejabat akan ‘ngadaregdeg’ mendengar kata KPK apalagi menjalin kerjasama. Kendati demikian, apa yang dilakukan Ridwan Kamil di hari-hari pertama tentu tidak berguna apa-apa, kalau tidak ditiru para Kepala Daerah dimana kita berada.
Dan, bagi Kepala Daerah yang belum melakukan gebrakan apapun janganlah berkecil hati. Meskipun, “semoga tidak menyesal”  masih ada kesempatan berbenah diri karena apa yang dilakukan Ridwan Kamil sudah seharusnya dilakukan pula Kepala Daerah manapun.
Kota Bandung memang beda dengan Daerah lain. Tapi, kita tak perlu malu meski harus meniru. Selamat mencoba.!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 5 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: