Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Irfan Nizam Ade Putra

JOKO DWI CAHYANA is a Communication Studies student UPN "Veteran" Yogyakarta dan Jurnalis Harian Pagi selengkapnya

Berkoalisi, Partai Mana Bakal Dipilih Oleh PDI Perjuangan

REP | 22 September 2013 | 23:06 Dibaca: 784   Komentar: 3   0

1379865928609432112

Gambar {BANGKAPOS/CUI}

PDI Perjuangan akan berkoalisi jika tidak lolos presidential threshold (PT) pada Pemilu 2014. Namun PDI Perjuangan masih enggan mengungkapkan siapa partai yang akan diajak berkoalisi. Meski Pemilu 2014 masih jauh, namun sejumlah partai politik mulai genit mengusung calon presidennya. Bahkan ada wacana PDI Perjuangan akan merapat ke Partai Demokrat dan Partai Golkar menjelang pilpres 2014 mendatang.

Partai Golkar membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai mana saja. Tetapi sangat menginginkan dengan PDI Perjuangan. Menjelang pilpres 2014 mendatang, Wakil Ketua MPR yang juga politisi Partai Golkar Hadjriyanto Y Thohari, mengatakan Partai Golkar siap berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada pilpres 2014. Jika saja Partai Golkar dan PDI Perjuangan berkoalisi, Partai Golkar berani prediksi bakal menangkan Pilpres 2014. Hal ini disampaikan Wakil Sekjen Partai Golkar, Nurul Arifin.

Wakil Ketua Bappilu PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin menyikapi tawaran politik Partai Golkar yang dikabarkan ingin menggandeng Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai cawapres ketua umumnya. Ia tidak begitu yakin, popularitas dan elektabilitas Aburizal Bakrie bisa melampaui Jokowi. “Terus siapa yang mau dengan Ical? Wong elektabilitas Jokowi lebih tinggi,” sambung Tubagus. Pasalnya, PDI Perjuangan ingin mengusung capres sendiri.

Sedangkan menurut Ketua DPP PDI Perjuangan, Marurar Sirait mengatakan kemungkinan PDI Perjuangan berkoalisi dengan Partai Gerindra sangat kecil. Seperti diketahui, Gerindra sudah mendaulat Prabowo Subianto sebagai capres. PDI Perjuangan dan Gerindra sulit untuk berkoalisi, karena PDI Perjuangan ditengarai punya pengalaman buruk dengan Gerindra dalam Pilkada DKI Jakarta.

PDI Perjuangan sukses mengusung Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah. Partai Demokrat pun membuka peluang untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada pilpres 2014 nanti. Menurut para pengamat, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat kemungkinan koalisi karena ada kesamaan untuk mendorong tokoh muda maju pada Pilpres 2014 mendatang.

Sedangkan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengaku, akan membuka diri untuk berkoalisi. Diakui Hatta, partai bernomor urut delapan ini juga sudah menjalin komunikasi dengan elit-elit partai politik lainnya. Walau begitu, dia masih belum mau menyebutkan siapa saja yang sudah dirangkulnya. Besan Presiden SBY ini juga mengaku sedang fokus memenangkan pemilu 2014. Pasalnya, jalan Hatta untuk menuju kursi RI 1 semakin mulus jika PAN menang dalam Pemilu.

Menurut Ketua DPP PAN, Bara Hasibuan mengatakan, nama Joko Widodo yang sejauh ini disinyalir sebagai calon kuat yang diusung partai banteng itu pada Pilpres 2014, ia menanggapinya wajar saja. Menurut dia, nama Jokowi pun dicermati oleh PAN sebagai tokoh yang diperhitungkan. Dalam politik itu, opsi koalisi itu mesti terbuka sampai saat terakhir. PAN sangat terbuka untuk buka komunikasi dengan PDIP,” tegasnya. Apalagi, Bara tegaskan bahwa PAN dan PDIP memiliki kesamaan ideologi. PAN adalah partai terbuka dan nasionalis yang baru berdiri pada 1998, sedangkan PDIP adalah partai nasionalis tertua di Indonesia.

Partai Bulan Bintang (PBB) tengah mengupayakan duet Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra – Puan Maharani. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PBB, MS Ka’ban di Makassar, Sabtu (21/9/2013). Ka’ban menambahkan, duet Yuan memiliki nilai yang tinggi lantaran keduanya merupakan pasangan muda dan mempunyai basis partai yang kuat.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memerintahkan seluruh jajaran kader partai itu harus memenangkan pemilu 2014. Jika PDI Perjuangan menjadi partai pemenang pemilu, kata Mega, PDI Perjuangan bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri. Mega meminta seluruh kader turun ke bawah bersama rakyat. Setiap dewan pimpinan cabang dan daerah, ujar Mega, juga harus mengevaluasi pemilihan kepala daerah baik yang menang maupun yang kalah. Tujuannya, kata dia, guna mengoptimalkan perolehan suara partai.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 4 jam lalu

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 11 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 12 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: