Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Bawor Banyumas

jokowi,puisi dan makan nasi

Jokowi, Ridwan Kamil dan Krisis Tokoh di PKS

OPINI | 22 September 2013 | 10:03 Dibaca: 1151   Komentar: 63   3

Mencuatnya Ridwan Kamil  beberapa hari ini tentu tak lepas dari peran pendukung-pendukung PKS di dunia maya, wajar saja karena Ridwan Kamil menjadi walikota bandung  dicalonkan melalui PKS . Di awal kerjanya Ridwan Kamil melakukan gebrakan ” naik Sepeda ke Kantor” dan “nyupir Angkot” sudah buru-buru  di blow up sedemikian macam oleh “pendukung PKS’, sehingga terkesan  sangat prematur,Lah orang baru naik sepeda dan nyupir angkot tanpa perbaikan infrastruktur pendukungnya???

Dari sini tercermin PKS memang krisis pemimpin dan tokoh tauladan untuk dibanggakan  sehingga ” hanya” punya walikota  naik sepeda aja sudah dianggap oleh mereka layak jadi  ”pesaing” Jokowi , dan di goreng kanan kiri dalam aneka berita dan tulisan .  Jokowi di blow up media adalah pada saat promo mobil esemka  dan itu setelah jabatan keduanya . Mobil Esemka hanya salah satu dari sekian banyak kerja-kerja Jokowi sebelumnya, Sehingga ketika jokowi muncul di permukaan kemudian  masyarakat penasaran, mereka mendapat banyak referensi tentang track record Jokowi dalam memimpin solo, Ridwan kamil di blowup hanya naik sepeda dan supir angkot serta  sedikit cerita tentang rencana bikin nama-nama taman yang ada di Bandung.  Orang-orang PKS dan Ridwan Kamil Seharusnya bersabar menunggu prestasi yang benar-benar nyata dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Munculnya “Ridwan Kami” juga di jadikan Kuda Troya oleh para ” haters” Jokowi, seperti biasa mereka membabi buta menyerang jokowi dari berbagi sudut dengan “menunggangi” Ridwan Kamil. Mereka merasa punya amunisi baru munculnya “ridwan” , ini pula yang meramaikan  perbincangan di artikel-artikel tentang Jokowi dan Ridwan Kamil. saya yakin di tulisan ini nanti juga akan terlihat.. mari kita lihat…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi ala Kaki Lima …

Susy Haryawan | 10 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 11 jam lalu

Gagal Paham (Pejabat) Kemendikbud dalam PR …

Antowi | 12 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ka eM Pe …

Pak De Sakimun | 7 jam lalu

Hubungan Asmaraku dengan Ibu Kost (Bagian 6) …

Ervipi | 7 jam lalu

Life Begins at Forty …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Sore yang Cantik di Pelabuhan Kuno Gresik …

Mawan Sidarta | 7 jam lalu

Tak Ada Tulang Rusuk yang Tertukar …

Siti Nur Rohmah | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: