Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Ruhut Ditolak, SBY Bertindak

OPINI | 20 September 2013 | 21:05 Dibaca: 959   Komentar: 33   5

Mimpi Ruhut Sitompul menjadi Ketua komisi III DPR RI akhirnya tercapai. Setelah bersabar selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun menunggu SBY yang terkenal penuh pertimbangan a.k.a lamban untuk memerintahkan ketua harian DPP Partai Demokrat Syarif Hasan dan Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menandatangani surat penunjukan Ruhut Sitompul sebagai ketua komisi III DPR RI seperti yang sudah dijanjikan Jero Wacik kepada Ruhut Sitompul di beberapa kesempatan.

Ruhut pun senang bukan kepalang, mimpinya jadi kenyataan, jilatannya kepada SBY dan keluarga berhasil mendongkrak karirnya ke posisi tertinggi di komisi III DPR RI.

Ia merasa yakin bahwa pilihan SBY terhadap dirinya sangat tepat dan ia mampu menjalankan tugas mulia dari SBY tersebut dengan baik. Ia berjanji pada dirinya sendiri, akan tetap memuja muji SBY dan keluarga dalam rapat resmi komisi III DPR RI, seperti yang selama ini dilakukannya sebelum menjadi komisi III DPR RI, sebab Ruhut sangat menjunjung tinggi pepatah ‘Jangan sampai kacang lupa kulitnya’.

Adanya penolakan dari beberapa anggota komisi III DPR RI, antara lain Ahmad Yani, Syarifuddin Sudding, Nasir Djamil dll, tak membuat langkah Ruhut Sitompul surut.

Ia justru meledek dan menterwakan mereka yang menolaknya. Ia mengatakan : “Kita tertawa saja, termehek-mehek, itu kan lucu. Orang ini hak Partai Demokrat. Ini kan orang-orang yang ingin maunya ditugaskan orang yang lemah. Biar saja mereka suka-suka, kan DPR lembaga terkorup kedua setelah polisi. Kalau Ruhut yang pimpin, gawat, bisa enggak gerak mereka. Kalau aku, jangankan beda fraksi, satu partai aku sikat semua.”

Ruhut sangat percaya diri, karena ia merasa didukung SBY, dan posisi ketua komisi III DPR RI adalah haknya partai demokrat sesuai dengan kesepakatan antar fraksi tentang bagi-bagi kue kekuasaan di DPR RI. Komisi III, Komisi X dan Badan Angaran jatah partai Demokrat, terserah Partai Demokrat siapa yang mau ditaruh diposisi ketua, mau pelawak seperti Nurul Qomar, mau koruptor seperti Nazaruddin, mau tong kosong nyaring bunyinya seperti ruhut Sitompul.

Ruhut percaya pada pepatah, cinta ditolak dukun bertindak, jika Ruhut ditolak, SBY bertindak. Apa kira-kira tindakan SBY? Tidak jauh dari pernyataan “Saya prihatin, mengapa orang sebaik Ruhut ditolak?”

Selamat malam Indonesia

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: