Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Alobatnic

hidup tanpa aturan

Jika Jokowi Jadi Capres di 2014

OPINI | 18 September 2013 | 15:35 Dibaca: 889   Komentar: 1   0

Setiap menjelang kompetisi, tim dan pendukungnya masing-masing yakin akan kemenangan yang akan diperolehnya. Begitu juga ketika menjelang pemilu. Masing-masing calon dan pendukungnya selalu yakin akan memenangkan pemilu. Apalagi jika dirinya menjadi trending topic dalam waktu yang relatif lama dan jangkauan yang lumayan luas. Sikap paling baik adalah siap menang dan kalah. Siap menang dengan mempertanggung jawabkan amanat yang telah diterimanya, dan siap kalah dengan bersikap mendukung kebijakan pemenang pemilu yang tidak bertentangan dengan konstitusi. Kali ini jika Jokowi jadi capres, para pendukungnya pun –termasuk saya- harus siap menerima kenyataan jika hasilnya mengecewakan. Jokowi kalah. Kekalahan memang tidak pernah diharapkan, namun menang-kalah adalah suatu keniscayaan dalam pemilu, karena tidak akan ada hasil imbang. Kalaupun imbang akan selalu dicari pemenang melalui pemilihan ulang.

Saat ini Jokowi sedang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan dalam waktu 5 tahun jabatannya. Belum juga berakhir masa jabatannya, dia sudah di ganggu dengan berita pencapresannya. Jokowi pun tampak tidak mau ambil pusing terkait berita tersebut, apalagi jadi capres atau tidak tergantung keputusan partai yang menaunginya (baca: Ibu Mega). Nah, kalau tiba-tiba saja Jokowi menjadi capres, terus dia kalah gimana nantinya?

Kalau dia melanjutkan kiprahnya di DKI, masihkah masyarakat DKI –khususnya kalangan menengah ke bawah- memujanya setinggi langit? Atau justru dia kehilangan karisma di mata masyarakat DKI lantaran melanjutkan tugas gubernur gara-gara kalah di pemilu? Sepertinya harus dipersiapkan dengan matang masalah pencapresan Jokowi, bukan sekedar fanatisme tokoh.

B.Rb.Kl.121134.180913.15:29

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tur Eropa dan Blunder Lanjutan Timnas U-19 …

Mafruhin | 7 jam lalu

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: