Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Langitsenja .

Gurat Merah hampir Pekat, Namun tidak semua malam itu kelam..mari menunggu pagi

Siapa yang “Kudeta” Tempe –Tahu

OPINI | 13 September 2013 | 17:28 Dibaca: 349   Komentar: 5   2

13790676331390003593

Ilustrasi/menit.tv

Lain di Mesir lain Juga di Indonesia, Kalo di Mesir yang dikudeta Presiden Mursi, presiden yang sah dan di pilih melalui demokrasi dan di akui dunia, tapi belum setahun di kudeta dan dilengser paksa oleh As Sisi, Walau hingga kini usai aksi rakyat menolak kudeta pakasa oleh As sisi.

Kelangkaan Kedelai di Indonesia dalam minggu ini menbuat hati saya harus curiga,dan patut di curigakan,paling tidak Negara penghasil tempe dan tahu ini selama ini belum pernah kehabisan stok kedelai bahan baku utama pembuatan tempe dan tahu walaupun stok itu hasil dari impor. Saya sangat ingat kelangkaan Bawang Merah, Bawang putih beberapa saat lalu dan kelangkaan daging sapi.

Memang bicara perpolitikan negeri ini sangat unik, mulai saat kemerdekaan hingga sekarang, Indah mengesankan menegangkan dan menghanyutkan begitulah kisah negeri ini bak sinetron yang selalu ditayangkan di TV TV swasta. Banyak intrik yang menarik untuk diulas dan dibahas oleh oknum wartawan media – media culas dan tidak bertanggung jawab atas apa yang disampaikan dan disajikan ke masyarakat.

Masih ingat kasus penangkapan LHI mantan Presisden PKS, oleh KPK ? yang disebut – sebut LHI menerima uang Suap fee meng-golkan penambahan quota Impor daging sapi, namun saya garis bahawi hingga hari ini belum satupun barang bukti yang dapat di buktikan oleh KPK. Kasus sapi itu hingga sekarang belum tuntas dan saya yakin tidak akan di tuntaskan hingga usai pemilu presiden 2014 nanti dan akan terus di elus – elus dikait kait perempuan hingga terbenak dan terbentuk di pikiran warga “ bahwa semua orang PKS itu korupsi sapi dan candu perempuan”. Sungguh Kejam rekayasa politik tak bertuhan di negeri ini.

Setelah Kejadian di Kudetanya Presiden Muhammad Mursi Issa Ayyat, (yang tercatat sebagai Presiden Mesir pertama yang hafal Al Qur’an. Bahkan istri dan kelima anaknya juga Penghafal Al Qur’an) . Mursi di kudeta pada 3 Juli 2013 Di mesir oleh Junta meliter Mesir yang dipimpin Abdul Fattah Al-Sisiy. Mulai saat itu kondisi Mesir memanas hingga hari ini, rakyat Prodemokrasi masih turun kejalan menuntut dikembalikan tampuk kepemimpinan kepada Mursi. Lalu apa hubungannya dengan LHI dan “tempe – tahu” memang secara lansung tidak ada hubungan apa – apa tapi menurut saya itu ada benang merahnya yang tidak mungkin di usut kecuali ada pengkhianati di tubuh penyulam benang merah tersebut. Dengan kata lain saya ingin menegaskan bahwa kemungkinan Besar penangkapan LHI itu adalah KUDETA bagi PKS di Indonesia. Tapi Syukur sipelaku Kudeta tersebut tidak memperhitungkan PKS dengan matang umpannya pun sang Fatonah yang notabenya banyak mengenal orang PKS dan si fatonah kurang ikhlas jadi umpan. Semoga fatonah bertobat. Hingga Kudeta dinyatakan Gagal dan PKS masih melenggang walau agak terseok – seok dan kini sudah lebih dari normal.

Merosotnya nilai jual Rupiah dalam bulan ini membuat si pelaku kudeta berpikir lagi untuk mencoba mengkudeta kembali tapi kali ini yang dikudeta adalah “Tempe dan Tahu” setelah belumnya juga pernah mengkudeta bawang merah dan bawang putih. Target “Besar”nya adalah melemahkan PKS di mata warga, alat yang mereka gunakan hanya satu yaitu menghembuskan berita, issue dan opini yang menyesatkan. Issue mogok pengusaha Tempe – tahu di beberapa kota besar itu di angkat dan di publikasikan Luar biasa oleh beberapa media Besar. Benarkah mereka mogok produksi atas keinginan sendiri..? tanpa terpengaruh atau dipengaruhi oleh pihak – pihak lain. Ini adalah PR besar kepada PKS yang kadernya menggawangi Kementrian Pertanian. Untuk mengusut siapa yang mengkudeta ”Tempe-Tahu”, dan tetap bersiaga dengan semua kondisi yang kemungkinan terjadi. Karena negeri ini  memiliki sangat banyak ahli perekayasa ulung dan sangat mumpuni dangan berbagai macam jurus terkini untuk melumpuhkan semua lawan - lawan politik yang memihak kepada Islam.

Salam.

Langit Senja

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 9 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 8 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 8 jam lalu

Pengembangan Mutu Akademis Berbasis Digital …

Nararya | 9 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: