Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Syaripudin Zuhri

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, selengkapnya

Jokowi “Keserempet” Mobil Murah

OPINI | 13 September 2013 | 08:40 Dibaca: 1085   Komentar: 73   1

13790352611550127377

Buku Jokowi bukan untuk presiden diterbitkan dan kabarnya akan beredar Senin 16 September 2013 mendatang, dan semoga pernytaan Jokowi tak menjadi batu sandungan untuk peredaran buku tersebut. Ilustrasi: www.kompasiana.com

Nah mulai Jokowi menunjukkan “arogansinya” dan ini bisa menjadi “batu sandungan” buat Jokowi maju ke Capres 2014! Mengapa? Apa yang terjadi? Aha…. ada berita buat rakyat dan ini bagus, ada mobil murah buat rakyat yang harganya relatif terjangkau sekitar kurang lebih 75 jutaan. Namun kenapa Jokowi tak setuju? Nah di sini masalahnya. Mengapa kok Jokowi tak setuju dengan mobil murah? Memangnya Jokowi saja yang boleh punya mobil?

Waduh-waduh… Jokowi sedang “mengggali kuburnya sendiri”! Selama ini kita dengar Jokowi sangat pro rakyat, loh kenapa tiba-tiba Jokowi tak mendukung rakyat? Kenapa Jokowi? Kenapa anda tak suka rakyat punya mobil? Megapa rakyat mau “dibendung” untuk punya mobil, hanya karena “akan tambah kemacetan”. Anda akan menaikan pajak, kemudian membuat parkir semahal mungkin dan mau diberlakukan ganjil genap dan seterusnya!

Waduh… banyak amat”peluru” yang disediakan untuk menghadang rakyat kecil punya mobil! Sekali lagi, mengapa harus dihadang pak Jokowi? Jika berita ini benar, sangat disayangkan, ya sangat disayangkan! Kalau memang masalah kemacetan, ya itu memang tugas anda sebagai Gubernur untuk mengatasinya, bukan malah tak setuju mobil murah yang ramah lingkungan!  Rakyat kecil punya hak untuk punya mobil, dan pihak produsen sudah “berbaik hati” membuat mobil murah, bahkan ramah lingkungan, lalu mengapa anda tak setuju?

Sekali lagi jika memang benar berita tersebut, saya pribadi amat menyesalkan pernyataan Jokowi tersebut, seharusnya Jokowi mendukung rakyat dulu, menyenanggi rakyat,  mendukung rakyat! Masa yang boleh punya mobil kalangan “atas” saja, sedangkan rakyat harus terus menerus “dijemur” dengan motor dan sepedanya! Bukankah mestinya Jokowi mendukung mobil murah, bahkan kalau mungkin mengembangkan mobil ESEMKAnya, mana itu mobil ESEMkanya? Ayo kembangkan terus dan maju terus dengan mobil murah meriah buat rakyat, bukan malah dijegal dan bukan malahan tak setuju!

Pekara macet, itu memang masalah, dan itu tugas anda sebagai Gubernur yang memang menjanjikan untuk membereskan Jakarta, lalu bukan melarang atau tak setuju mobil murah d jual di Jakarta! Bukan malah membendung, agar rakyat Jakarta tak punya mobil! Dukung mereka dengan parkir yang lebih murah, dengan pajak yang tidak tinggi! Jakarta bukan hanya milik orang kaya dan orang asing, Jakarta milik rakyat semua, termasuk rakyat yang mau membeli mobil dengan harga yang relatif murah, jangan dijegal mereka!

Jokowi jangan sampai arogen beneran, oke, menertibkan, tapi jangan bilang tak setuju, suara anda didengar langsung oleh rakyat banyak, dan menykiti rakyat banyak! Perkara anda tak setuju, cukup di dalam hati anda sendiri, tak perlu dikeluarkan, mengapa? Ya itu tadi, suara anda menjadi negatif dan rakyat langsung bereaksi negatif terhadap anda, Jokowi Gubernur yang terhormat.

Mengapa demikian? Sekali lagi dengan komentar Jokowi yang demikian, terlepas benar atau tidak, saya berharap saya salah dan berita itu tak benar! Mengapa Jokowi melontarkan kata seperti itu? Sukur-sukur sih itu “kepeleset” atau tak disengaja, tapi jangan lupa, Jokowi sedang berada “di atas angin” segala macam tindakan, perkataan dan perbuatannya dicatat dan disebarkan oleh media, bukankah Jokowi sedang”digadang-gadang” menjadi capres 2014?

1379036343882944775

Ini contoh mobil murah yang menurut berita tak disetujui oleh Jokowi tapi tetap mendukung pemerintah pusat atas beredarnya mobil tersebut yang katanya ramah lingkungan. Foto:tribunnews.com

Dan sudah banyak ditulis tentang itu, nah dengan demikian ada lawan-lawan politiknya yang siap menyerangnya, nah ini salah satu “peluru” yang ditujukan pada Jokowi.  Jokowi segera minta maaf kepada rakyat atas pernyataan yang manyakiti rakyat itu,mungkin Jokowi merasa benar dengan pernyataan tersebut, karena memang Jokowi sedang pusing memikirkan cara mengatasi kemacetan yang sudah kronis di Jakarta, sehingga mungkin “tak sadar” keluarlah pernyataan tak setuju pada mobil  murah dan ramah lingkungan!

Sekali lagi, bila benar-benar hal tersebut diucapkan oleh Jokowi, Jokowi harus segera meralat pernyataan tersebut, bila tidak, ini akan menjadi “bumerang” untuk Jokowi sendiri. Dan bisa jadi, pernyataan Jokowi akan menjadi semacam “bola salju” yang akan terus membesar dan membesar, sehingga akan menjadi semacam “kuburan” bagi kepopuleran Jokowi selama ini. Yang pada ujungnya Jokowi “susah” dicapreskan, karena banyak yang menarik dukungannya pada Jokowi, dan tentu saja lawan politiknya akan menang dan tertawa senang, karena rival terkuatnya sudah tak ada lagi.

Dan bila ” bola salju” tadi terus membesar, maka Jokowi akan menerima hambatan yang panjang dan bisa jadi, jangankan untuk capres 2014, untuk tetap terjaga kepopulerannya pun bisa saja terhambat dan untuk terus sampai pada 2017 akan terseok-seok! Mengapa? Ya itu tadi, karena Jokowi telah melukai rakyat banyak dengan mengatakan “tak setuju terhadap mobil murah” dan itu sudah dijawab oleh menteri peindustrian bahwa mobil murah itu bukan hanya untuk rakyat Jakarta, tapi untuk seluruh Indonesia dan diharapkan penyebarannya merata!

Gimana Jokowi akan bertahan, kalau begini pernyataannya? Sekali lagi semoga saya salah, dan pernyataan tersebut tidak benar, tapi kalau memang benar pernyataan tersebut, maka rakyat Jakarta yang berniat punya mobil akan membuat semacam gerakan yang judulnya sudah saya tulis kemarin” bukan asal Jokowi”. Bila itu terjadi, maka Indonesia akan kehilangan Jokowi dan Jokowi akan “mentok” di Gubernur DKI Jakarta, setelah itu akan “tenggelam”, kecuali jika ada hal-hal yang diluar dugaan dan tak dapat diprediksi. Dan jangan-jangan buku” Jokowi(bukan) untuk Presiden ” hanya tinggal kenangan, padahal akan diedarkan hari Senin tgl 16 September 2013 mendatang. Sekali lagi, semoga saya salah dan pernyataan itu tak benar!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 1 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 7 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 9 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 14 jam lalu

Mie Instan vs Anak Kost (Think Before Eat) …

Drupadi Soeharso | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Jokowi dalam Ancaman Gejolak Dua Daerah …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Pelantikan Jokowi, Antara Prabowo, Narsis …

Rahab Ganendra 2 | 9 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: