Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ganyong

Orang yang telah mencapai batas rata-rata usia harapan hidup, namun tetap sehat dan bugar karena selengkapnya

Buto Cakil

OPINI | 10 September 2013 | 14:02 Dibaca: 210   Komentar: 0   0

Dalam cerita pewayangan, pada episode “perang kembang”, yaitu peperangan antara Kesatria yang baru turun dari gunung, ditengah hutan dicegat oleh sekawanan raksasa. Raksasa pertama yang maju menghadapi Sang Kesatria adalah Raksasa bertubuh ramping, dengan ciri khas dagunya bawah lebih panjang dari yang atas, sehingga giginya yang runcing bak gigi alligator terlihat mencuat keatas,. Walaupun dengan komposisi mulut sedemikian, kemampuan bicaranya ternyata berlebih, yang terbukti dengan kemampuannya nyerocos tiada henti memamerkan kelebihannya. Ketika berhadapan dan mengamati Sang Kesatria yang begitu tenang, tampan dengan segala kelebihannya, dia selalu meminta pendapat pada panakawannya, TOGOG, bahwa ketampanan serta kedigdayaannya dirinya sama dengan Kesatria itu. Dan sang Panakawan (TOGOG) tentu saja tidak dapat berkata lain, kecuali meng-ya-kan apa yang dikatakan juragannya. Raksasa ini dikenal dengan nama populer BUTO CAKIL, punggawa rendahan terdepan yang bertugas menahan laju serbuan musuh, pinter bicara, walaupun dengan bohong, berani mati untuk sesembahannya, yaitu Sang raja.

Di Negeri kita yang nyata, Partai Demokrat yang sedang terpuruk sekarang ini beruntung memiliki kader yang loyalitasnya terhadap Pimpinan tertingginya (SBY) & keluarganya juga Partainya demikian hebat, sehingga tak segan ngomong diberbagai forum media untuk membelanya, walaupun dengan mengingkari kenyataan.

Di talk show TV One, dia bersikukuh mengatakan bahwa SBY (Presiden), tidak kenal dengan Sangmen, yang menurut keterangan salah satu saksi di Pengadilan perkara impor sapi, mengaku utusan SBY untuk minta duwit dalam kaitan dengan impor Sapi. Bahkan dikatakan Sangmen itu hanya tokoh khayalan, tidak ada orangnya. Sebaliknya, RIZAL RAMLI (Mantan Menko Perokonomian) yang hadir dalam talk show itu juga mengatakan, SBY sudah kenal Sangmen sebagai pengusaha di Palembang pada waktu SBY jadi Pangdam Sriwijaya, bahkan Sangmen ini ikut menjadi pendukung dana, ketika SBY mulai memasuki dunia politik. Ternyata akhirnya Menko Polkam dan Mensesneg juga mengakui bahwa SBY kenal Sangmen.

Yang terbaru, mau dengar yang dikatakan Kader Partai Demokrat hebat ini : RUHUT SITOMPUL SH, tentang JOKOWI ?

Bayangkan kalau dia dicalonkan sebagai presiden, apa enggak ketawa? Apa sih yang dibuat Jokowi selama ini? Semua masih konsep Foke. Tanah Abang konsep Foke. Yang ada, waktu zaman Foke, enggak semacet ini Jakarta. Dulu dia menang karena ada harapan, tidak ada gusuran. Nyatanya yang kena gusur ngamuk-ngamuk. Dia setahun di Jakarta, kalau dibikin pilkada lagi, pasti kalah,” kata Ruhut di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Tentu semua orang tahu, bahwa tidak ada amukan para PKL yang ditata dan di’manusia’kan, dengan memberi tempat yang layak untuk berjualan, tidak ada amukan para penghuni diwaduk Pluit maupun Ria-Rio yang dipersilahkan tinggal di rumah susun yang lengkap perabotnya. Kalau ingatan kita baik dan normal, dulu JOKOWI masa kampanye menjanjikan tidak ada penggusuran, yang akan dilakukan adalah penataan, agar tertib. Bukankah ini berarti menegakkan aturan yang sudah ada ?

Katanya, apa yang dilakukan Jokowi semua konsep Foke, Gubernur yang kalah dari JOKOWI dalam Pilkada 2012. Benar, Foke banyak merencanakan, tetapi tidak dilaksanakan. Rumah susun dibangun, tapi bertahun tahun, bahkan sepanjang masa jabatannya dibiarkan kosong dan dipreteli pencuri. Yang penting bangunan sudah jadi, dan…. tentunya fee sudah masuk kekantong yang merasa berhak….Pasar Blok G dibangun, tetapi dibiarkan mangkrak, ketika para PKL membuat lapak menutup jalan utama sekitar Pasar Tanah Abang.

Normalisasi Waduk Pluit dan Ria-Rio, pendirian Rusunsewa baru, Rumah deret, pengisian perabot rusun untuk warga yang dipindahkan dari berbagai tempat, tidak menggunakan dana APBD DKI, namun dana CSR dari para pengusaha, yang selama ini entah kemana.

Yang terakhir, Bung Ruhut sudah demikian yakin, bahwa Capres Demokrat adalah pilihan Ketua Majelis Tinggi Demokrat, SBY, yaitu PRAMONO EDDY WIBOWO, ipar beliau, karena menurut dia, Capres ini ‘Cuma beda-beda dikit dengan SBY’ Malah dia menawari JOKOWI jadi Cawapres-nya Eddy Wibowo. Jadi, sesuai dengan jalan pikiran Bung Ruhut, peserta Konvensi Demokrat lain itu hanya assesories saja, toh pemenangnya sudah ditentukan … oleh Bung Ruhut yang merasa dirinya adalah ‘King maker’….

Kita kembali ke cerita perang tanding Buto Cakil dan Kesatria di awal tulisan ini. Pada saat perang tanding berlangsung, Buto Cakil ulahnya bukan main lincahnya, ‘pentalitan’dengan segala jurus silat. Tapi ujung-ujungnya dia mati diujung keris yang berasal dari keris si Raksasa itu sendiri yang direbut Sang Kesatria. *************

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 8 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 9 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 11 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 12 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: