Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dedihamid

berjuang hidup demi masa depan keluarga yang bahagia

Pilgubri Hasilnya Masih Simpang Siur

REP | 05 September 2013 | 13:51 Dibaca: 1391   Komentar: 1   1

137836371749545200

fhoto dukumentasi

PEKANBARU-Hasil sementara Pemilihan Gubernur Riau hingga pukul 23.50 WIB, Rabu (4/9), masih simpang siur. Ironisnya, sejumlah tim sukses pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang bertarung, saling mengklaim sebagai pemenang.

Situasi dan kondisi yang tidak jelas pasca-Pilgubri ini, ditengarai salah satunya dipicu akibat tidak adanya lembaga survei yang kredibel yang melakukan proses penghitungan cepat atau quick count.

Sebagian masyarakat Riau merasa dikucilkan dan mengaku kecewa karena pesta demokrasi pemilihan gubernur yang berlangsung Rabu (4/8) tidak menjadi perhatian televisi nasional, terlebih tidak ada perhitungan cepat (quick count) yang digelar lembaga survei, seperti pelaksanaan pilkada di provinsi lainnya.

Perhitungan suara hasil Pilkada Riau yang diikuti lima pasangan calon gubernur ini dilakukan secara manual atau real count oleh KPU Riau, dan oleh tim sukses masing-masing calon. Akhirnya, hingga sehari setelah pelaksanaan pilkada, belum diketahui siapa jawara yang akan memimpin Riau untuk periode 2013-2018 mendatang karena masing-masing tim mengklaim meraih suara unggul.

“Tidak seperti biasanya, kalau pilgub yang digelar di Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara dan seperti yang baru-baru ini digelar di Jawa Timur, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan langsung melalui televisi nasional. Tapi tidak dengan Riau.

Data yang dihimpun  sampai tengah malam tadi, bisa dipastikan belum satu pun pasangan Cagub dan Cawagub Riau yang bisa dikatakan unggul dari pasangan lain.

Salah satu pihak yang merilis hasil real count adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Riau. Hitungan perolehan suara sementara itu ditujukan untuk menjelaskan hasil suara sementara yang diraih pasangan Achmad-Masrul Kasmy. Menurut juru bicara DPD Demokrat Riau, Rhonny Riansyah didampingi Wakil Sekretaris DPD Demokrat Sukirman dan Ketua Tim Kampanye Beramal, Noviwaldy Jusman, Rabu (4/9) malam, rilis itu dikeluarkan untuk membantah sejumlah isu yang beredar hingga sore kemarin.

“Kita telah rilis data resmi secara real count yang berasal dari saksi kita di tiap TPS seluruh Riau hingga pukukl 20.00 WIB,” terang Rhonny Riansyah.
Ditambahkannya lagi, ini merupakan data resmi yang bisa dipertanggungjawabkan, yang sudah ditandatangani berdasarkan c1. Mereka melakukan ini karena data yang saat ini beredar bisa menjadi isu yang tidak baik di tengah masyarakat. “Kita tidak terpengaruh, kita juga mempunyai perhitungan sendiri. Data yang beredar itu menjadi isu yang tidak baik di tengah masyarakat. Pasangan Beramal tidak memakai data itu. Data ini bisa kita pertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurut Rhonny juga, ada empat kabupaten yang mana pasangan Beramal unggul, yaitu Kabupaten Meranti, Inhil, Kuansing dan Kabupaten Rohul. Sementara kabupaten lain merata meski tidak menang mutlak.

Lurus Optimis
Sementara itu, dari pihak Lukman Edy-Suryadi, juga mengeluarkan penghitungan dari kalangan internal pasangan ini. Hasilnya, pasangan LURUS disebut unggul dengan meraih 37,99 persen. Lalu, disusul pasangan Herman-Agus dengan perolehan 18,42 persen, kemudian diikuti pasangan Anas-Andi 18, 33 persen serta  Achmad-Masrul sebesar 12,99 persen dan JE-MM sebesar 12,54 persen.
Menurut Sekretaris DPW PKB Riau Ade Agus Hartanto, hasil ini merupakan hasil pemantauan dari sekitar 354 TPS di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Menurut Ade, pihaknya saat ini terus memantau perolehan suara dari semua pasangan, dan berdasarkan laporan yang didapat dari lapangan baik di TPS, dan tim di tingkat desa hampir semuanya menggembirakan.
Ade mengakui, ada beberapa target yang tidak tercapai untuk perolehan suara, namun untuk desa yang dikunjungi tim atau pasangan Lukman Edy-Suryadi hasilnya cukup menggembirakan.
“Kita optimis pasangan LURUS terpilih sebagai Gubernur Riau 2013. Perolehan suara dan hasil penghitungan yang kita lakukan menunjukkan bahwa hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan apa yang akan diumumkan oleh KPU nantinya.
“Kita ada yang unggul di kecamatan di Kampar, di Rohil dan beberapa daerah yang selama ini kita dipandang sebelah mata. Ini menunjukkan kedewasaan berfikir masyarakat. Saya mengimbau semua pihak dapat menerima apapun hasil pilkada Riau kali ini,” pungkas Ade.

Andi Yakin
Nada optimis juga diungkapkan calon Wagubri, Arsyadjuliandi Rahman, atau yang akrab disapa Andi Rahman. Menurutnya, hasil penghitungan sementara Pilgubri versi tim pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Riau nomor urut 2, Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman, kandidat ini unggul di lima kabupaten dan kota. Kelima kabupaten tersebut, Bengkalis unggul dengan raihan suara 56,1 persen, Siak 33 persen, Pelalawan 33,84 persen, Dumai 31,8 persen dan Rohil 85 persen.
Sedangkan daerah lain, seperti Inhu pasangan yang dikenal dengan slogan Aman ini bersaing dengan pasangan lain.
Di Rohul, Aman berada di  posisi kedua, Meranti 2, Inhil 3, Pekanbaru juga di posisi ketiga. “Ini menurut data yang kami terima dari tim pemantau di lapangan,” kata Cawagub Andi Rachman saat konferensi pers di Posko Real Count di Pekanbaru, tadi malam.
Menjawab pertanyaan wartawan melihat jumlah total suara masuk sementara kurang lebih 800 ribu, Andi Rachman yakin Aman menang. “Ditambah lagi suara dari basis Partai Golkar belum masuk semua,” ujar Andi.

Tanda-tanda Kemenangan
Sementara itu, Herman Abdullah mengaku senang setelah mengetahui hasil sementara real count yang dilakukan timnya. Sebab, penghitungan yang dilakukan tim tersebut menunjukkan Herman yang berpasangan dengan Agus Widayat, berada pada posisi teratas.
Tidak hanya real count perhitungan tim Herman-Agus, dari beberapa quick count yang dilaksanakan instansi lain, Herman-Agus juga sudah mulai mengungguli calon lainnya. “Harapan saya, dan masyarakat yang minta, pergeserannya ini tidak terlalu nampak,” ujarnya.
“Artinya, pergeseran angka tersebut tidak signifikan, sama-sama bergeser lah,” ulasnya.
Ia mengharapkan, hasil sementara ini tidak ada campur tangan dari pihak-pihak tertentu. Sebab, menurut Herman masyarakat akan marah jika pergeseran tersebut tidak rasional. “Apalagi perubahannya drastis di akhir-akhir waktu,” katanya.
“Kalau itu terjadi, ini harus kita pertanyakan kepada pihak terkait,” ulasnya.
Selain itu, Herman meminta independensi KPU Riau dalam melakukan penghitungan suara. Walau demikian, perhitungan sementara saat ini dianggap Herman sebagai tanda kemenangan untuk pasangan Herman-Agus. “Ini tanda-tanda kami menang,” tambahnya.

Tunggu Hasil Resmi KPU
Sementara itu, calon Gubernur Riau lainnya, Jon Erizal menilai hasil sementara pemilihan suara, tidak mau mengklaim mereka menang di pemilihan Gubernur Riau. Karena menurut JE, yang lebih berhak menentukan adalah KPU Riau. Pihaknya tidak ingin membuat masyarakat menjadi bingung dengan klaim kemenangan dari masing-masing Cagub.
“Saya tidak ikutan mengklaim kemenangan, saya khawatir nantinya itu akan buat masyarakat Riau bingung siapa calon gubernur Riau yang menang,” ucap Jon Erizal, yang didampingi oleh Mambang Mit, tadi malam.
Ditambahkan JE, walaupun timnya memiliki tim survei sendiri, namun tidak bisa memastikan jika dirinya menang. KPU Riau selaku orang yang berhak menghitung perolehan suaran di setiap TPS yang tersebar di 12 Kabupaten Kota yang ada.
“Walaupun kita punya tim survei sendiri, kita tetap menghimbau masyarakat jangan terpengaruh atas klaim-kalim kemenangan ini,” ungkap JE yang diusung oleh partai PKS dan PAN ini.
JE juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Riau untuk mengawasi dan mengawal hasil penghitungan. Agar tidak terjadi kecurangan dilapangan yang bisa merugikan salah satu pihak, dan menyebabkan kekacauan.
“Kita harus kawal hasil ini, agar tidak ada yang dirugikan,” imbaunya.
Pantauan Lapangan
Sementara itu, dari pantauan di sejumlah daerah, golongan putih alias yang tidak memilih, dinilai masih tinggi. Di sejumlah kabupaten menunjukkan masih adanya masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya. Sedangkan untuk masing-masing pasangan, JE-MM hampir dapat dipastikan akan memperoleh kemenangan telak di kabupaten Indragiri Hulu, bahkan persentase kemenangan bisa mencapai 50 persen.

Dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Inhu, pasangan JE-MM berhasil unggul pada 10 kecamatan, masing-masing Rengat, Rengat Barat, Kuala Cenaku, Pasir Penyu, Lirik, Sei Lala, Rakit Kulim, Kelayang dan Batang Peranap dan Peranap. Sedangkan pasangan Lurus unggul di tiga kecamatan masing-masing Batang Gansal, Lubuk Batu Jaya . Sedangkan pasangan Beramal unggul di Kecamatan Seberida dan pasangan AMAN unggul di Kecamatan Batang Cenaku.

Keunggulan JE-MM, menurut masyarakat, lebih dikarenakan keberadaan Mambang Mit dalam pasangan tersebut. Selain dari itu juga MM adalah wakil gubernur yang merupakan putra daerah Inhu. “Masyarakat Inhu, masih berharap Mambang menjadi salah satu pemimpin di Riau yang diharapkan dapat membantu peningkatan pembangunan di kabupaten Indragiri Hulu, ungkap salah seorang tokoh masyarakat Inhu, Mazlan Majid.

Di Kota Dumai, pasangan Aman diprediksi mendapat suara mayoritas. Pasangan ini menang di lima  kecamatan, yaitu Bukit Kapur, Dumai Barat, Dumai Kota, Medang Kampai dan Sungai Sembilan.

Sedangkan di Kuantan Singingi, Herman Abdullah-Agus Widayat mendominasi hampir di seluruh kecamatan. Sedangkan suara golput diperkirakan mencapai 39,2 persen. Herman Abdulah unggul di 12 kecamatan dari 15 Kecamatan yang ada, sementara tiga kecamatan lainnya yaitu Pucuk Rantau, Kuantan Mudik dan Pangean dimenangkan oleh pasangan Ahmad-Masrul Kasmy.

Di Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir, Annas Maamun mendapat perolehan suara terbanyak sementara. Sedangkan JE, yang notabene putra kelahiran Bengkalis,  unggul telak di kediamannya yang juga desa tempat kelahirannya, Desa Parit Bangkung, Kecamatan Bengkalis, tepatnya di TPS 5, Gang Sepakat.

Di Kabupaten Siak dan Pelalawan, pasangan Annas Maamun dan Andi Rahman juga meraup perolehan suara tinggi. Sedangkan di Pekanbaru, untuk sementara masih diraih pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Lemahnya Sinergi BUMN Kita …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

4 Hewan Paling Top Dalam Perpolitikan …

Hts S. | 8 jam lalu

Bantu Pertamina, Kenali Elpijimu, Pilih yang …

Vinny Ardita | 8 jam lalu

More than Satan Word …

Bowo Bagus | 9 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: