Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Abdul Muis Syam

Lahir di Makassar, 11 Januari. Penulis, Jurnalis, Aktivis Penegak Kedaulatan, dan Pengamat Independen. Pernah di selengkapnya

Pilgub Jatim: Khofifah Patut Menang? Ini Alasannya!

OPINI | 28 August 2013 | 05:49 Dibaca: 916   Komentar: 9   5

Logo Pilgub Jatim 2013

Logo Pilgub Jatim 2013

BESOK, Kamis (29 Agustus 2013), masyarakat Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan pesta demokrasi, yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode 2013-2018.

Pada Pilgub Jatim kali ini terdapat 4 (empat) pasangan gubernur, yakni pasangan nomor urut:
1    Soekarwo - Saifullah Yusuf;
2    Eggi Sudjana - Muhammad Sihat;
3    Bambang DH - Said Abdullah; dan
4    Khofifah Indar Parawansa-Herman S.Sumawiredja.

Dari empat pasangan tersebut, yang sangat mengundang perhatian dan ramai diperbincangkan secara luas oleh masyarakat, baik di dalam maupun di luar Jatim, adalah pasangan calon gubernur nomor urut 1 (Karsa) dan 4 Berkah).

Bagaimana tidak, nomor urut 1 adalah pasangan yang diusung oleh partai penguasa saat ini beserta sebagian besar koalisinya seperti Partai Golkar, PPP, PKS. Sedangkan nomor urut 4 diusung oleh PKB dinilai adalah pasangan yang memiliki basis massa riil di Jatim, terutama dari NU, yang diduga kuat pernah dicurangi pada Pilgub Jatim 2008 silam.

Dari kedua pasangan yang menyedot perhatian tersebut, maka nomor urut 4 dianggap paling patut untuk dimenangkan pada Pilgub Jatim 2013 kali ini. Mengapa? Berikut sejumlah alasannya dengan melibatkan perspektif psikologis politik dan sosial:

1.    Khofifah adalah Wonder Woman-nya Jatim; yakni keibuan, cerdas, memiliki daya dobrak kuat, tangguh dan tegas, namun lembut serta penyayang, dan punya semangat pengabdian yang tinggi, juga memiliki kualitas akhlaq dan intelektual yang tak perlu diragukan lagi.

2.    Khofifah adalah tokoh sentral perempuan yang sudah sangat menasional. Jika di Jawa Barat ada Ibu Dewi Sartika, di Jawa Tengah ada Ibu RA Kartini, maka di Jawa Timur ada Ibu Khofifah. Sehingganya, Khofifah sesungguhnya lebih dikenal daripada pasangan incumbent.

3.    Dari 13 gubernur (di tambah 1 plt. gubernur) yang sudah memimpin Jatim, belum satu pun yang berasal dari gender wanita. Maka tak ada salahnya jika gubernur ke-14 berasal dari gender kaum wanita. Apalagi kaum wanita yang dimaksud tersebut adalah Khofifah yang sudah memiliki pengalaman sebagai mantan menteri, dan kini sebagai aktivis perempuan yang giat memperjuangkan dan mengangkat derajat kaum wanita melalui organisasi Muslimat (salah satu Badan Otonom di NU).

4.    Kondisi riil secara umum sekarang di negeri ini terlalu banyak masalah, seperti korupsi dan masalah ekonomi yang merosot. Sehingga elektabilitas partai penguasa beserta sejumlah partai koalisinya ikut menurun, dan ini diprediksi akan berlangsung hingga Pemilu 2014. Ini kemudian salah satu alasan mengapa partai penguasa beserta sejumlah koalisinya tersebut tak mampu memenangkan pilkada di provinsi lainya di Jawa, karena masyarakat telah mampu membaca arah politik yang patut diikuti untuk menuju perubahan yang lebih baik.
Tentu saja itu merupakan harapan banyak pihak agar Jatim pun bisa mengikuti jejak pilkada yang telah diselenggarakan oleh para “tetangganya”sebagai upaya untuk menuju sebuah “kesepakatan” perubahan politik di Pemilu 2014 nanti.

5.    Selama ini Jatim adalah tempat lahirnya banyak pemimpin-pemimpin bangsa yang telah berkiprah di negeri ini. Maka, sangat tak pantas jika masyarakat Jatim harus dipimpin oleh pemimpin yang muncul dari hasil kecurangan dalam pilkada.

Selamat Memilih Pasangan Gubernur…!!! Mari sama-sama mengawasi jalannya pelaksanaan Pilgub Jatim 2013..!!! Siapa pun yang terpilih, asalkan bukan dari hasil kecurangan, maka patut didukung hingga lima tahun ke depan. Semoga diberkahi Allah..!!!!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 4 jam lalu

Petisi Pembubaran DPR Ditandatangani 6646 …

Daniel Ferdinand | 8 jam lalu

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 9 jam lalu

Timnas Lagi-lagi Terkapar, Siapa yang Jadi …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

“Sekolahnya Seperti Kandang …

Ufqil Mubin | 8 jam lalu

Tukang Becak dan Bensin Kejujuran …

Idris Apandi | 8 jam lalu

Apakah Kebijakan Larangan Motor Melintasi …

Casio Freas | 8 jam lalu

Mission Impossible Indonesia Versus Laos …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: