Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Arif Khunaifi

Manusia biasa dari bumi Indonesia…Ingin terus belajar untuk bisa bermanfaat bagi alam semesta…Salam Cinta untuk selengkapnya

Ketika Farhat Abbas Tak Berdaya di depan ‘Mata Najwa’

REP | 22 August 2013 | 17:00 Dibaca: 18972   Komentar: 77   37

13771655801812597830

img: liputan6.com

Dalam acara bertajuk “Mendadak Capres” yang disuguhkan Mata Najwa MetroTV tadi malam, ada tiga calon capres yang diundang dalam kesempatan tersebut. Salah satunya adalah Farhat Abbas yang juga ingin mencalonkan diri menjadi presiden RI.

Pada kesempatan tersebut, Najwa Sihab sebagai pembawa acara mencecar pertanyaan mengenai ‘kerakusan’ Farhat Abbas dalam berbagai macam jabatan publik mulai caleg, calon bupati sampai calon presiden, prestasi sampai politisi kutu loncat.

Sebelumnya sang pembawa acara juga menjelaskan kepada pemirsa bahwa sebenarnya acara “Mata Najwa” dilema mengundang Farhat Abbas, sebab dia terkenal bukan prestasi tapi lebih karena sensasi. Nyatanya memang benar, ketika ditanya mengenai prestasi dia kelabakan. Justru dia menganggap bahwa dirinya berprestasi karena bisa membebaskan gembong narkoba.

Farhat juga menerangkan bahwa dirinya sudah merasa terkenal di kalangan twitter dan kalangannya. Namun ketika ditanya program apa yang dilakukan, dia ingin menjadikan siswa Indonesia umur 16 tahun sudah S2. Dia beralasan banyak doktor berumur 16 tahun di luar negeri.

Detik-detik menegangkan justru ketika Farhat diminta menyebutkan satu nama doktor yang berumur 16 tahun. Ternyata dia tidak tahu. Padahal dia baru saja menyebutkan banyak, tetapi ketika diminta satu nama saja ternyata dia tidak menyebutkannya.

Saat itulah terlihat sekali Farhat Abbas tak berdaya di acara ‘Mata Najwa’. Bagaimana jika dia jadi presiden Indonesia? Haha…

Salam Cinta Indonesia

Ini dia videonya;

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 12 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 19 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 20 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: