Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Stephanie Surya

Curiousity is a good friend of mine

Perbaikan Demokrasi di Indonesia

OPINI | 14 August 2013 | 17:55 Dibaca: 253   Komentar: 1   0

Demokrasi, kata itu sering kali dikumandangkan di negeri ini. Kata “demokrasi” menjadi sering diucapkan oleh rakyat negeri ini semenjak lengsernya pemerintahan Orde Baru. Tapi apakah kita benar-benar tahu apa itu demokrasi? Ada baiknya kita menilik terlebih dahulu makna dibalik kata “demokrasi” ini.

Kata “demokrasi” sendiri berasal dari bahasa Yunani “demokratia“. Kata ini sendiri terdiri dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos/kratein yang berarti kekuatan/pemerintahan. Secara harafiah, demokrasi dapat diartikan sebagai Pemerintahan di Tangan Rakyat, di mana rakyat yang memegang kontrol utama dalam bidang pemerintahan .

Demokrasi yang dilaksanakan di negeri ini memang tidak sepenuhnya jatuh ke tangan rakyat sipil secara keseluruhan, tetapi diwakilkan oleh para wakil rakyat yang duduk di bangku Dewan Perwakilan Rakyat. Sistem perwakilan ini memang ada baiknya, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan sangat beragam. Tentu tidak mudah untuk mencapai suatu keputusan dengan berbagai pendapat yang sangat beragam. Karena itulah, sistem perwakilan ini diperlukan untuk menjembatani dan menghubungkan berbagai macam aspirasi dan pendapat yang dimiliki oleh bangsa ini.

Tetapi pada pelaksanaannya, apakah demokrasi yang dilaksanakan di negeri ini memang benar-benar demokrasi yang diidamkan oleh seluruh rakyat Indonesia? Pada kenyataannya, banyak masyarakat yang kecewa dengan sistem demokrasi ini. Tidak semua wakil rakyat yang telah mereka tunjuk benar-benar menjadi saluran aspirasi dan pendapat kaum sipil. Para wakil rakyat tersebut memang menjadi jembatan, tetapi seringkali mereka menjadi jembatan bagi kelompok mereka tersendiri demi tercapainya keinginan pribadi atau kelompok. Memang tidak semua wakil rakyat seperti yang saya tuliskan di atas, tetapi masyarakat secara umum sudah apatis terlebih dahulu begitu mendengar kata “wakil rakyat“. Wakil rakyat yang pada akhirnya hanya menjadi “wakil kelompok“.

Di lain pihak, bangsa ini juga belum benar-benar siap jika pemerintahan tersebut dipegang 100% oleh rakyat. Masih banyak terjadi ketimpangan dalam berbagai bidang antar penduduk di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai contoh, bidang pendidikan, pendidikan di Indonesia ini belum benar-benar merata.  Para penduduk di kota-kota besar tentu mendapat lebih banyak fasilitas yang dapat menunjang sistem pendidikan. Sedangkan para penduduk di pelosok tentu memiliki fasilitas yang jauh lebih minim dibandingkan fasilitas yang dimiliki oleh masyarakat perkotaan.

Oleh karena itu, jika kita ingin benar-benar menjalankan demokrasi yang benar-benar ada di tangan rakyat, kita harus memperbaiki dahulu komponen-komponen penunjang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selama kualitas sumber daya manusia di Indonesia masih buruk, “demokrasi” yang sebenarnya tidak akan pernah dilaksanakan di negeri ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 15 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 17 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: