Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nurdiansyah Rachman

Direktur Indonesian Crisis Center dan Ketua Kotanimura "Dijalan ini tiada tempat untuk berhenti.Sikap yang lamban selengkapnya

Karsa vs Khofifah Bertarung Ketat

REP | 13 August 2013 | 15:44 Dibaca: 967   Komentar: 16   1

Syahwat politik para paslon Gubernur di jawa timur mulai meninggi.Pasalnya dalam hitungan hari pilgub jatim  akan segera dilaksanakan yaitu pada 29 Agustus 2013. Situasi mulai  terlihat  memans.Empat paslon yang sudah di resmikan oleh KPU Jatim  sudah berkampanye untuk mendapat dukungan masyarakat. Para paslon juga mengajak masyarakat jawa timur untuk ikut aktif dalam proses Pigub Jatim nanti. Tak luput para paslon gubernur melakukan tebar pesona.Tentu saja semua itu dilakukan agar mendapat dukungan rakyat dan mampu meraih kemenangan.Namun demikian masyarakat Jatim selayaknya  menyikapi momentum pilgub ini secara matang dan kritis.

Dapat kita pahami bersama,bahwa anggararn untuk pelaksanaan pilgub jatim praktis menggunakan  uang rakyat. Anggaran tersebut lahir dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Itu sama artinya penggunaan dana Pilgub Jatim adalah uang rakyat yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung mencapai  ratusan Milyaran rupiah. Jika rakyat tidak cerdas , tidak kritis,dan keliru dalam menentukan pilihan, maka akan berdampak besar bagi nasib rakyat itu sendiri minimal selama 5 tahun kedepan.

Empat pasangan Cagub dan Cawagub siap berlaga pada pentas demokrasi Jatim adalah Soekarwo dan Syaifullah Yusuf (KARSA),  Dr. H. Eggy Sudjana - Muhammad Sihat, Bambang Dwi Hartono - Muhammad said Abdullah, Dra. Khofifah Indar Parawangsa – Drs. H. Herman S. Sumawiredja. Paslon terbut diatas sudah pasti masing-masing telah menyiapkan serangkain strategi dan tehnis untuk merebut singgasana Grahadi Jatim. Dukungan partaipun mengalir dan libido politik partai tak kalah kuat dibandingkan para Paslon yang ada.

Dari 4 pasangan tersebut sudah bisa dipastikan ikut meramaikan gelanggang  demokrasi di Jawa Timur. Tentu saja empat pasangan calon Gubernur Jawa Timur perlu bekerja keras tanpa mengenal lelah untuk meraih dukungan public yang pada akhirnya meraih kemenangan. Sebagai bagian dari masyarakat biasa yang peduli pentingnya pesta demokrasi di Indonesia, Wabil Khusus di Jawa Timur, maka Indonesian Crisis Centre (ICC) merasa perlu memberikan pandangan sebagai salah satu referensi politik bagi masyarakat melalui system random sampling. Penarikan sample dengan metode multistage sampling random ini dilakukan di 38 kabupaten / kota yang ada di Jawa Timur. Masing-masing kabupaten/kota  terdapat 420 responden . Dengan target responden 420 orang. Setiap kabupaten di pilih 5 kecamatan dan tiap kecamatan terdapat 2 responden.

Responden tersesbut adalah penduduk asli Jawa Timur dengan usia 17 keatas. Porsi perempuan dan laki-laki adalah 50 % - 50 %. Responden yang diwawancarai lewat tatap muka. Distribusi respondent terbagi secara merata.Tingkat akurasi survey sebesar 95 % dengan margin error 4-5 persen. Usia responden dari usia 17 tahun-65 tahun. Sebagai masyarakat Jawa Timur yang sudah berusia 20 tahun, dan memiliki KTP sebanyak 93% dan tidak memiliki KTP berkisar 3%. Agama Islam sebesar 97,9 %, Kristen/ Katolik 1,7 %, Hindu 0,5 %. Suku bangsa jawa 45 %, Madura 54,5 %, lain-lain 0,5 %.

Sedangkan tingkat pendidikan responden adalah tamat SD/ Sederajat 35,7 %, tamat SMP/ Sederat 19,8 %, tamat SMU/ Sederajat 10,5 %, dan Sarjana 1,9 %. Dari sisi pekerjaan, 45 % petani dengan tingkat pengeluaran kebutuhan rumah tangga sekitar 500 ribu sampai dengan 3 juta/ Perbulan. Keterlibatan responden dalam ormas 20 % yang di ikuti adalah kelompok pengajian 60 %.

Kemudian radio yang dikenal oleh responden adalah Radio SS, Suara Giri, Prosalina, Radio Basa, Semeru FM, KDS 8, dan lain sebagainya. Radio yang di maksud sesuai yang ada di masing-masing kabupaten/kota. Sementara media cetak yang memiliki rating tertinggi adalah Kompas, Jawa Post, Radar, Memorandum, yakni mencapai 40 %. Ketika responden ditanya apakah mereka sering membicarakan pilgub Jatim, ternyata 70 % menjawab tidak pernah. Selanjutnya, 97 % responden menjawab tidak tahu pelaksanaan Pilgub Jatim yang akan dilaksanakan pada 29 Agustus Mendatang. Apakah responden akan menggunakan hak pilihnya pada pilgub Jatim pada 29 agustus 2013 mendatang? Sebanyak 95 % menjawab akan menggunakan.

Dari hasil survey ICC- Jika pilgub Jatim digelar saat ini, maka pasangan calon (Paslon) Gubernur Jatim Soekarwo – Syaifullah Yusuf (Karsa) menempati ururtan tertinggi popularitasnya yakni 91 %. Sedangkan tingkat keterpilihannya adalah 34 %. Disusul kemudian oleh pasangan Khofifah- Herman yang popularitasnya mencapai 85 % dan tingkat keterpilihannya 31 %. Diikuti oleh calon berikutnya Bambang – Said popularitasnya mencapai 60 % dan tingkat keterpilihannya 21 %. Sedangkan pasangan eggy Sudjana – Muahammad Sihat popularitasnya 25 % dan tingkat keterpilihannya 14 %.

Hal ini adalah indikator dan parameter bahwa dalam pelaksanaan pilgub Jatim nanti, pasangan Incumbent (Karsa) memiliki peluang untuk menang tipis. Namun  jika salah strategi, maka pasangan Khofifah-Herman  hamper bisa dipastikan akan merebut posisi Incumbent. Dengan kata lain, antara pasangan Karsa dan Khofifah-Herma  akan bertarung dengan ketat. Akan tetapi, hal tersebut sifatnya masih prediksi sementara. Kita lihat saja adu strategi semua pasangan calon Pilgub Jatim pada 29 Agustus 2013 mendatang. Siapakah yang akan menduduki singgasana Grahadi selama 5 tahun kedepan.

Pertanyaan besarnya adalah mampukah pasangan KARSA yang notabene incumbent mempertahankan kursi Grahadi. Hal itu sangat berhubungan keras dengan strategi yang di siapkan oleh pasangan incumbent agar tetap bertahan memimpin Jatim pada periode 2013-2018 atau justru sebaliknya, posisi akan di rebut oleh pasangan cagub-cawagub lainnya. Melihat situasi dan kondisi masyarakata saat ini terkadang terjadi sesuatu yang di luar dugaan.Contohnya,gubernur incumbent DKI Jakarta di kalah oleh new comer (Jokowi), tetapi di provinsi lain tidak jarang incumbent membabat habis rival-rivalnya.

Jadi politik tidak bisa terlepas dari strategi dan taktik (strata) serta seberapa intensif komunikasi yang di bangun oleh masing-masing kandidat. Artinya,politik adalah seni berkomunikasi dan silaturrahmi yang bisa di bangun pada semua lini. Sebagai catatan penting dan perlu di garis bawahi bahwa membludaknya massa yang hadir dalam setiap perhelatan akbar menyangkut pemilu tidaklah bisa di klaim sebagai pemilih ( voter). Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi pada proses pemilu.

Secara psicologis biasa pasangan incumbent memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan salah memplot bahwa PNS, guru ngaji, pada bupati,dll otomatis akan menjatuhkan pilihan pada incumbent. Padahal dalam politik semua harus di buktikan dengan data bukan dengan perkataan.Sehingga prediksi kemenangan terlihat realistis. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh tim kreatif,cerdas,pekerja keras dan benar-benar ikhlas. Di ujung tulisan ini kami ICC mengucapkan selamat berlaga di gelanggang demokrasi PILGUB JATIM 2013.Siapapun pemenangnya nanti merupakan pilihan terbaik rakyat. Dan semoga PILGUB Jatim berjalan sesuai harapan yaitu bersih,jujur,adil dan bebas dari kecurangan politik.

Catatan: Survey ini di lakukan secara independent dan tidak ada keterkakitan dengan salah satu pasangangan calon. Survey di lakukan dengan biaya sendiri dari hasil upaya tim ICC . Survey juga tidak memihak. Tim sadar masih banyak kekurangan disana sini,baik anggaran maupun pengetahuan.trims

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 15 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 18 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 18 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 19 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 25 October 2014 08:22


HIGHLIGHT

Kartu Kuning M Taufik dan Hukuman Mati bagi …

Hsu | 9 jam lalu

Surat Terbuka Untuk Presiden Joko Widodo …

Teguh Sunaryo | 9 jam lalu

Keluarga Pembaca …

Thamrin Dahlan | 9 jam lalu

KMP Mengincar posisi Menteri …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Indahnya Rumah Tradisional Bali: Harmoni …

Hendra Wardhana | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: