Back to Kompasiana
Artikel

Politik

R Cahyo Prabowo

Low Profile,Tegas,Pendiam, Penulis, Communication,Media Online / Media Baru (new media), Peneliti dan Pengamat ,Pencipta,Pemerhati, Penggagas selengkapnya

Era Reformasi, Demokrasi, dan Keterbukaan di Indonesia

OPINI | 06 August 2013 | 09:35 Dibaca: 7519   Komentar: 3   1

Pasca pemerintahan orde baru lengser pada tahun 1998, era reformasi muncul ditahun 1998 sd sekarang. Era reformasi berlangsung dari tahun 1998 sampai dengan saat ini. Era reformasi sudah berjalan 15 tahun sejak tahun 1998 pasca pemerintahan orde baru dan muncul dengan sistem demokrasi.

Demokrasi sendiri ialah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang. Berbicara mengenai demokrasi adalah memperbincangkan tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Ia adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia.

Pelaku utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini selalu diatasnamakan namun tak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melangggar hak-hak itu.

Demokrasi pada dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang demokratis warga mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia publik.  Sedang demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak dan akan terpilih secara langsung.

Di era Keterbukaan pada pemerintahan sekarang ini, masyarakat bisa menilai sendiri dalam kinerja pemerintahan dan juga masyarakat dapat bisa mengetahui informasi-informasi yang disampaikan dari pemerintahan pusat sehingga, banyak masyarakat kita yang menyampaikan aspirasi opini balik lewat berbagai saluran media yang ada.

Keterbukaan informasi publik membawa manfaat banyak bagi masyarakat luas hingga ke pelosok tanah air dan hanya pesan atau informasi yang disampaikan ke setiap pelosok tanah air harus penuh perjuangan karena moda transportasi ke pelosok tanah air belum memadai sehingga pesan nformasi yang disampaikan kepada masyarakat pelosok harus melalui dialog, saluran radio, media konvensional bertukar pikiran satu sama lain serta aspirasi masyarakat di pelosok tanah air ditampung dan terima baik.

Semua ada karena dialog, tanpa ada dialog tidak ada jalan ketemu menjadi bangsa yang besar dan Indonesia bukan pelanjut masa pemerintahan kerajaan melainkan ada semua karena dialog dalam kenegaraaan dan masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu jangan sekali-kalinya melupakan sejarah berdirinya bangsa Indonesia dan jangan melupakan 4 pilar kebangsaan Indonesia. Sudah saatnya generasi muda melanjutkan penerus cita-cita bangsa Indonesia dan generasi muda tidak boleh melupakan 4 pilar kebangsaan indonesia.

4 Pilar kebangsaan Indonesia adalah

1. Pancasila

2. UUD 1945

3. Bhineka Tunggal Ika

4. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Salam Indonesia raya, Damai Dan Bersatu untuk semua lapisan masyarakat, jangan melupakan 4 pilar bangsa Indonesia.

Penulis

R Cahyo Prabowo


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Divisi News Anteve Diamputasi! …

Syaifuddin Sayuti | | 20 November 2014 | 22:45

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Panduan Mengikuti Kompasianival 2014 …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 17 jam lalu

“Orang Jujur Kok pada Dimusuhin” …

Herulono Murtopo | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Hidup Tak Hanya Soal ‘Aku’. By …

Rahman Patiwi | 8 jam lalu

Batam: Menapaki Jejak Sendu Manusia Perahu …

Fajr Muchtar | 8 jam lalu

Metro TV, TV-nya Pemerintah …

Syaf Anton Wr | 8 jam lalu

Jadilah yang Kedua dalam Bisnis …

Ajengwind | 8 jam lalu

Turunkan Sandaran Kepala saat Taxi, Takeoff …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: