Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mas Wahyu

Kesabaran itu ternyata tak boleh berbatas........! :-) Jokowi Lover yang lebih cinta Indonesia... :)

Kasus PKL Tanah Abang: Politikus Lulung Pergi, PKL Tanah Abang Berseri

OPINI | 01 August 2013 | 08:06 Dibaca: 2649   Komentar: 44   7

Duet Jokowi Ahok dalam proses menuntaskan permasalahan relokasi PKL Tanah Abang mendekati babak akhir.

Kepergian Lulung Lunggana –Politikus PPP yang juga diindikasikan becking preman Tanah Abang–untuk umrah, dimanfaatkan oleh Jokowi untuk melakukan serangan kilat untuk menyelesaikan secara cepat dan tepat kasus PKL Tanah Abang. Berikut paparannya.

Menurut Kompas.com Rabu, 31 Juli 2013, dalam berita “Kini PKL Tanah Abang Dukung Rencana Jokowi” mengungkap bahwa sejumlah PKL Tanah Abang berbalik sikap dan mendukung upaya relokasi pedagang ke Pasar Blok G Tanah Abang.

Hal ini terungkap dalam rapat bersama antara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta pedagang kaki lima di Tanah Abang. Pertemuan itu dilakukan di Balaikota Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Setelah acara itu, PKL berbondong-bondong mendaftar untuk relokasi di Blok-G Pasar Tanah Abang setelah mendapatkan jaminan dari Jokowi-Ahok bahwa mereka tidak akan dikejar-kejar untuk membayar angsuran sewa lapak untuk lima tahun setelah gratis enam bulan sebagaimana yang terjadi di era pemprov sebelumnya.

Pemprov DKI, sebagaimana dikatakan oleh Ahok dalam penjelasannya kepada para PKL Tanah Abang dalam rapat pada hari itu bahwa Pemprov akan menjamin penyelesaian kontrak dengan pihak swasta yang menangani pasar. Jaminan lain yang dijanjikan oleh Pemprov adalah memperbaiki Blok G Pasar Tanah Abang, mempersiapkan lahan parkir dan pengelolaan Pasar Tanah Abang oleh swasta saat ini akan diambil alih oleh PD Pasar Jaya.

Kunjungan Jokowi ke Pasar Tanah Abang di sore harinya menambah pendaftar yang bersedia di relokasi ke Blok G Pasar Tanah Abang. Dan bahkan kini Blok G menjadi rebutan.

Kita boleh bersukur dan lega dengan proses penyelesaian happy ending ini. Kita berharap kepada Jokowi-Ahok untuk selain PKL yang berjualan di jalan juga menertibkan preman-preman di Tanah Abang agar mereka tidak mengutip iuran liar di Pasar Tanah Abang, dan menimbulkan keresahan yang bisa dipolitisasi oleh lawan politik Jokowi-Ahok untuk menjatuhkan mereka menuju jenjang karier yang lebih tinggi.

Jokowi-Ahok sedang bekerja keras dan baik untuk menuntaskan problema Jakarta. Dukungan dan dorongan semangat kepada Jokowi-Ahok dan seluruh jajaran Pemda DKI Jakarta akan memberikan kemudahan untuk menyelesaikan problem-problem yang lain secara cepat dan tepat

Kepulangan Lulung Lunggana dari umrah kembali ke Jakarta nantinya, semoga juga turut bergembira dan ikhlas dengan happy-endingnya kasus PKL Tanah Abang ini.

Kita layak mendukung Jokowi-Ahok yang memang benar-benar bekerja dengan baik dan tanpa kenal lelah dengan “style” dan gaya kepemimpinan mereka yang ada. Kurangi pendapat-pendapat negative yang memojokkan Jokowi-Ahok. Hati nurani yang bersih dari iri, dengki dan curiga hendaknya tidak ditempatkan kepada mereka berdua. Mereka betul-betul bekerja untuk mengurangi problema Jakarta demi kenyamanan dan bahkan kesejahteraan warga Jakarta.

Hal lain yang penting, happy-ending penyelesaian ini tentu saja akan lebih meningkatkan kepercayaan warga Jakarta, bahkan sebagian besar rakyat Indonesia untuk lebih yakin akan piihannya untuk memberikan kesempatan kepada JOKOWI menjadi presiden RI tahun 2014.

Sebagai rakyat kecil yang penuh keinginan agar Indonesia menjadi lebih baik, Penulis akan selalu berupaya semampu Penulis untuk mendukung pemimpin-pemimpin yang mempunyai integritas tinggi, professional, pro kesejahteraan rakyat, anti korupsi dan rendah hati serta dekat dengan rakyat, walaupun sebait doa ikhlas yang terpanjat.

Jokowi for the President 2014. Semoga Indonesia Menjadi Lebih Baik.

*) Penulis adalah Jokowi Lover
**) Penulis sementara tinggal di Negara jiran
***) Tulisan tersebut ditulis dari berbagai sumber yang baik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Tips Ibu Jepang Menyiasati Anak yang Susah …

Weedy Koshino | | 22 October 2014 | 08:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 7 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 14 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 14 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Berlari itu Menginspirasi …

Hanni | 8 jam lalu

Diari Santri: #15 Perak Laju …

Syrosmien | 8 jam lalu

Misteri Kartu di Mandala …

Aksa Hariri | 8 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Ledakan Permintaan Jasa Rumah Sakit …

Petra Sembilan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: