Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Andri 24id

sering menulis

Tragedi Mesir

OPINI | 28 July 2013 | 17:34 Dibaca: 643   Komentar: 3   1

Tidak perlu penjelasan berbelat-belit untuk menggambarkan tragedi pembantaian manusia di Mesir. Satu saja nyawa dibunuh, itu artinya dia memusuhi kehidupan ini. Maka, tidak perlu banyak penafsiran tentang pembantaian manusia di Mesir, selain kebiadaban kepada kemanusiaan.

Thariq Bisry, seorang pakar hukum Mesir menyebutnya sebagai pembunuhan kekuasaan militer terbesar sejak tahun 1820. Sejak itu semua pihak dalam sejarah Mesir harus menghargai pengorbanan rakyat Mesir, bahwa suksesi kepemimpinan harus melalui pemilihan umum, bukan kudeta. Ini adalah pengalaman yang sangat buruk dalam sejarah Mesir.

Saya pikir pembunuhan masal bukan lagi perbedaan pandangan ideologis. Ia sudah menjadi sejarah kelam kebiadaban manusia yang tidak menghargai arti hidup. Teramat jauh dari pemikiran hidup bersama. Tidak ada teori yang berbelit belit untuk menjelaskan ini selain; siapa yang biadab dan siapa korban kebiadaban.

Kalau saja dari krisis itu akan muncul siapa Musa as yang kemudian menang dan berjaya dari prahara ini, dan kemudian ada Fir’aun yang tega membunuh demi kekuasaan kemudian karam; maka saya tahu diri, memang saya tidak semulia Musa as yang bakal benar 100%. Tapi apakah dengan demikian kita harus berada di belakang Fir’aun yang membebaskan pilihan membunuh atas sebuah perbedaan?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 9 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 10 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

MA Pasti Segera Bebas, Karena Kemuliaan …

Imam Kodri | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: