Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Tomy Khan

Pengamat Politik

Awas, Caleg Selingkuh!

OPINI | 28 July 2013 | 16:59 Dibaca: 358   Komentar: 2   1

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menyiapkan regulasi yang mengatur rekening dana kampanye caleg, harus transparansi dan dilaporkan pembukuannya dalam peraturan KPU tentang Dana Kampanye. Bahkan KPU berencana membuka rekening khusus untuk masing-masing caleg.

Yang perlu dicermati dalam konteks ini justru dengan adanya pengetatan dana kampanye mengindikasikan bahwa ada peluang terjadinya perselingkuhan antara caleg dengan para pengusaha atau pemilik modal terutama para pemilik modal ASing.

Jikapun dana kampanye harus terperinci pada rekening caleg, tentu akan bermunculan dana “siluman” yang tidak dapat terungkap pada rekening tersebut. Money Politic yang menjadi sesuatu yang fardhu dalam sebuah seremonial demokrasi adalah lobang lebar yang bisa dimanfaatkan para pemilik modal untuk menggelontorkan dana siluman bagi caleg atau penguasa yang didukungnya.

Tentu kaidah “no free lunch” – tidak ada makan siang gratis- berlaku untuk setiap dolar yang diberikan kepada para caleg. Sebab musykil bagi seorang pemilik modal menggelontorkan dolar untuk mendukung kampanye tanpa ada sebuah ‘deal’ tertentu.

Deal yang diharapkan para pemilik modal bisa berupa berbagai regulasi untuk melicinkan usaha (UU Air, UU SDA, UU Penanaman Modal, UU Tenaga Kerja, dll) dan bagi-bagi tender proyek (penerbitan izin-izin usaha seperti usaha pertambangan, perkebunan, izin impor, dll.).

Hal serupa bisa terjadi pada setiap pemilihan capres-cagub-cabup-cawalkot.

Itulah bagian inti ajaran demokrasi yang dianut sistem kapitalisme (capital=pemilik modal). Para capital lah yang akan mengontrol semua arah kebijakan para penguasa.

[TK] obrolan santai seputar politik

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Ayo! Berswasembada Pangan Mandiri dari …

Luce Rahma | | 20 November 2014 | 20:23

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 9 jam lalu

Keberanian Seseorang Bernama Jokowi …

Y Banu | 10 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pengedar Gelap Sabu-sabu di …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Rindu Sua Denganmu …

Siti Nur Hasanah | 8 jam lalu

Siapa yang Peduli Pada Anak Perempuan yang …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Pentingnya Guru Menulis …

Maria | 8 jam lalu

Grüezie !! Pesona Musim Gugur di Danau …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: