Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Tomy Khan

Pengamat Politik

Awas, Caleg Selingkuh!

OPINI | 28 July 2013 | 16:59 Dibaca: 356   Komentar: 2   1

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menyiapkan regulasi yang mengatur rekening dana kampanye caleg, harus transparansi dan dilaporkan pembukuannya dalam peraturan KPU tentang Dana Kampanye. Bahkan KPU berencana membuka rekening khusus untuk masing-masing caleg.

Yang perlu dicermati dalam konteks ini justru dengan adanya pengetatan dana kampanye mengindikasikan bahwa ada peluang terjadinya perselingkuhan antara caleg dengan para pengusaha atau pemilik modal terutama para pemilik modal ASing.

Jikapun dana kampanye harus terperinci pada rekening caleg, tentu akan bermunculan dana “siluman” yang tidak dapat terungkap pada rekening tersebut. Money Politic yang menjadi sesuatu yang fardhu dalam sebuah seremonial demokrasi adalah lobang lebar yang bisa dimanfaatkan para pemilik modal untuk menggelontorkan dana siluman bagi caleg atau penguasa yang didukungnya.

Tentu kaidah “no free lunch” – tidak ada makan siang gratis- berlaku untuk setiap dolar yang diberikan kepada para caleg. Sebab musykil bagi seorang pemilik modal menggelontorkan dolar untuk mendukung kampanye tanpa ada sebuah ‘deal’ tertentu.

Deal yang diharapkan para pemilik modal bisa berupa berbagai regulasi untuk melicinkan usaha (UU Air, UU SDA, UU Penanaman Modal, UU Tenaga Kerja, dll) dan bagi-bagi tender proyek (penerbitan izin-izin usaha seperti usaha pertambangan, perkebunan, izin impor, dll.).

Hal serupa bisa terjadi pada setiap pemilihan capres-cagub-cabup-cawalkot.

Itulah bagian inti ajaran demokrasi yang dianut sistem kapitalisme (capital=pemilik modal). Para capital lah yang akan mengontrol semua arah kebijakan para penguasa.

[TK] obrolan santai seputar politik

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 17 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 19 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 21 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: