Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mania Telo

@ManiaTelo : Mengamati kondisi sosial,politik & sejarah dari sejak tahun 1991

Haji Lulung vs Ahok

OPINI | 27 July 2013 | 07:46 Dibaca: 6631   Komentar: 22   8

Sepertinya profil tentang Lulung Lunggana,wakil ketua DPRD DkKI Jakarta yang mengatakan agar Ahok-wagub DKI Jakarta memeriksakan kesehatan jiwanya karena dinilai terlalu keras dalam menata PKL tidak cukup banyak diberitakan. Tetapi bagi warga betawi,khususnya di kawasan Tanah Abang nama Haji Lulung ternyata sangat terkenal. Politisi ini sebelumnya ternyata pernah di Golkar dan kemudian loncat ke PPP. Pada saat pencalonan Foke menjadi Gubernur untuk kedua kalinya,Haji Lulung juga merupakan pendukungnya,karena dia adalah Ketua DPW PPP DKI Jakarta .

Haji Lulung juga ternyata mempunyai usaha jasa pengamanan di Tanah Abang,mendirikan banyak usaha yang bergerak di jasa keamanan,perparkiran dan penagihan utang alias debt collector ; Nama perusahaannya : PT Putraja Perkasa,PT Tujuh Fajar Gemilang dan PT satu Komando Nusantara.

Haji Lulung juga dikenal sebagai Ketua Pemuda Panca Marga DKI Jakarta dan Sekretaris Umum Bamus Betawi,sekitar 2000 orang telah disalurkan menjadi tenaga kerja produktif di berbagai sentra bisnis Tanah Abang. Dari sini saja masyarakat bisa menilai sendiri kira-kira siapa Haji Lulung yang sebenarnya. Jadi,kalau Ahok dan Jokowi bicara “ada preman” di Tanah Abang,masyarakat seluruh Indonesia akan mahfum siapa yang dimaksud dengan “preman” tersebut. Kalau dibaca sekilas,tentu saja masyarakat akan bingung kenapa seorang Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sampai memberi pernyataan seolah Ahok seperti orang gila,karena ternyata dibalik itu semua Haji Lulung punya kepentingan…..! Juga,kenapa sampai ada beberapa orang-2 berteriak-teriak di pagar balaikota DKI Jakarta kemarin Jumat,26 Juli 2013 dan “menantang” Ahok untuk datang ke Tanah Abang,semua orang juga tahu siap itu orang-2 yang berteriak-teriak disana….!

Kalau kemudian Jokowi melaporkan preman-2 itu ke Polda Jaya dan oleh Kabid Humas Polda Jaya dikatakan bahwa Polisi tidak tahu siapa preman di Tanah Abang,janganlah heran dan kaget….! Sebab Polisi memang tidak akan berani terus terang,atau sekarang ini sudah ada “instruksi” dari “sononya” bahwa jangan sampai ada dukungan apapun kepada Jokowi & Ahok. Skenario “penggulingan” Jokowi & Ahok sepertinya memang sudah direncanakan oleh sekelompok orang dan parpol yang tidak menginginkan nama Jokowi terus melambung menjadi Capres 2014. Bisa jadi ada Skenario “penggulingan” Jokowi yang dirancang seperti halnya penggulingan Presiden Mesir Mursi oleh Militer dan Polisi Mesir. Kemungkinan DKI Jakarta akan dibuat tidak aman,sangat macet dan tidak tertib. Oleh siapa? Tentu saja oleh orang-2 yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur ketertiban dan keamanan. Dan yang terjadi di Mesir sungguh aneh,setelah Mursi digulingkan oleh Militer dan Polisi,maka Kairo mendadak menjadi aman,tidak macet dan tidak ada antrian BBM,dsb….! Maka,tidak usah heran bila Polisi bilang di Tanah Abang tidak ada preman….! Beda jauh dengan pernyataan Jokowi-Ahok….!

Perihal rencana “penggulingan” Jokowi dengan menimbulkan banyak masalah di Jakarta juga sudah pernah diungkapkan oleh Ahok,intinya mereka-2 yang punya maksud tidak ingin Jokowi nyapres di 2014 dan pembunuhan karakter Jokowi yang terus populer di mata rakyat.
.
Jokowi dan Ahok terus saja dipancing untuk terus menerus berseteru dengan orang-2 yang dianggap mempunyai kekuatan untuk membuat kota Jakarta tidak aman dan tidak tertib. Orang-2 inilah yang dalam kesehariannya mempunyai kekuatan massa atau kelompok-2 kecil yang dapat menimbulkan ketidak-tertiban di DKI Jakarta. Oleh karena itu,massa pendukung dari Jokowi dan Ahok dari PDIP dan Gerindra harus waspada terhadap hal ini. Kemungkinan skenario memancing massa PDIP dan Gerindra untuk bergerak dan nantinya akan dilumpuhkan sebelum Pemilu 2014 adalah bagian “penggulingan” Jokowi-Ahok. Masyarakat DKI Jakarta dan Indonesia diajak berpikir dan membenarkan kelompok Hercules diciduk oleh Polisi dari Polda Metro Jaya. Padahal semua orang juga tahu bahwa kelompok Hercules adalah pendukung Prabowo Subianto dari Gerindra,partai pendukung Ahok. Anehnya, Hercules saja diciduk,tetapi “preman” lain dibilang tidak ada….! Tetapi aksi premanisme tetap saja marak di DKI Jakarta. Jangan-2 ada yang sedang “bermain api” dibalik ini semua….!

Kekuatan preman terselubung yang berbaju politisi lebih berbahaya daripada orang yang nyata-2 memang berprofesi preman…! Intelijen Negara juga supaya mewaspadai pergerakan mengadu-domba arus “grass root” yang bisa menimbulkan kerusuhan besar. Ketidak-berpihakan Intelijen Negara dan Militer yang setia terhadap NKRI agar tetap dijaga,sebab berpolitik itu sah-sah saja,tetapi kalau kemudian ada orang-2 yang berpolitik untuk membuat tidak tertib,itu adalah perbuatan kriminal…!

Referensi :
http://profil.merdeka.com/indonesia/l/lulung-lunggana/
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/17/064467483/Lulung-Saya-Bukan-Preman-Saya-Profesional
http://metro.sindonews.com/read/2012/08/02/63/662577/tak-sebut-jabatan-lulung-foke-diprotes
http://www.merdeka.com/jakarta/4-serangan-ahok-ke-lulung-lunggana.html

Tags: ahoklulung

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pesona Pasar Legi Kotagede: Kerukunan …

Sulfiza Ariska | | 19 December 2014 | 17:43

Jangan Mau Mengajar Mahasiswa …

Giri Lumakto | | 20 December 2014 | 00:33

(Maaf) Ngupil Pun Ada Etikanya …

Find Leilla | | 19 December 2014 | 14:04

Sang Penabuh Kabar …

Muhammad Armand | | 19 December 2014 | 10:18

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Mau Lihat Orang Jepang Panik Antri Bensin? …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 9 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 11 jam lalu

Media Online, “Pelahap Isu Hoax” …

Ajinatha | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: