Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Berthy B Rahawarin

berthy b rahawarin, aktivis.

Revolusi Diam Jokowi Menguat di Media Sosial

OPINI | 16 July 2013 | 12:28 Dibaca: 3081   Komentar: 9   1

13739522461585715616

The Phenomenon dalam seni kartun (sumber: Relawan)

Nama Joko Widodo masih terus menjadi topik menyita perhatian, trend topic di media sosial. Haus akan figur nasional di tengah sikap acuh-tak-acuh masyarakat yang merasa gersang dengan figur-figur yang ada, Joko Widodo yang disapa akrab Jokowi, makin mendapat tempat yang luas, bukan hanya di kota metropolitan, tetapi dikenal hingga ke desa-desa terpencil dari Sabang hingga Merauke.

Pelbagai grup media sosial berlomba menggunakan Jokowi sebagai trade-mark. Jokowi Presidenku, Jokowi Presiden Kita, Relawan Jokowi for President 2014, Simpatisan Jokowi Capres 2014, dan seterusnya, hanyalah sejumlah Grup yang bertambah anggotanya secara signifikan. Salah satu faktor kemenangan Presiden Barack Obama lewan media sosial Face-Book (FB) seperti sedang berlangsung lebih drastis dalam fenomena Jokowi dan media sosial di Indonesia.

Survei IRC yang menempatkan Jokowi sebagai Capres RI 2014 terpopuler membuat pelbagai hitungan nasional akan terus mengacu pada setiap pernyataan sekecil apa pun yang keluar dari Jokowi Sang Satria Piningit. Tidak tahu kita soal selera baca masyarakat, yang jelas jauh di luar “selera” politisi.

Pelbagai komentar politis ‘elegan’ yang membicarakan prosedural Jokowi menuju kursi 2014, segera mendapat cibiran. Sebutlah politisi PDIP Maruarar Sirait yang masih secara terbatas, menyembunyikan kebelum-sepahamannya tentang Jokowi dalam bursa Capres PDIP di 2014. “Jokowi adalah kader Partai yang baik. Dia bukan kutu loncat. Dia pasti taat pada proses di dalam Partai”, kira-kira demikian yang disampaikan Maruarar.

Jauh sebelumnya, saya secara pribadi khawatir kalau Jokowidodo terpancing masuk dalam bursa Capres 2014. Dalama artikel Kompasiana (20-2-2013) Cemas Jokowi Tergoda Bursa Capres 2014, secara eksplisit sebagai Relawan Jokowi (dan Ahok) untuk Pilkada DKI saya menyatakan kekhawatiran itu.

Namun, suka tidak suka, sadar atau pun tidak, kita semua menyaksikan pelbagai fenomena yang diterima dari tampilnya sosok “Wong Deso” Jokowi makin dalam memikat hati dan pembicaraan ilmiah, analisis intelijen, hingga warung-warung kopi. Saya merasa ikut di persimpangan jalan harus mendukung Jokowi hanya di DKI atau ikut euforia kemenangan Pilgub DKI dan ramai-ramai menghantar Satria Piningit ke bursa Capres 2014.

Masih terlalu pagi Anda dan saya ikut mendorong Jokowi. Tetapi, setiap hari dan jam, kejujuran perjuangan, keteladanan dan kerendahan hati mantan Walikota Solo itu menjadi bagai tsunami politik di bibir, pikiran dan (kiranya) hati rakyat sungguh terjadi tanpa sebuah reka-sosial, Jokowi memang sebuah fenomena atau The Phenomenon. Anda dan saya mungkin telah dan akan terbawa revolusi diam Jokowi dalam blusukan dan kerendahan hatinya. Kontrak sosial dengan Jokowi, yang sesuai Konstitusi dan perundangan, terjamin untuk Indonesia Baru.

Media sosial melakukannya dengan sukarela karena trust akan Jokowi. Sederhana!

*) Penulis, Relawan Jokowi di DKI

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 8 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 13 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 13 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: