Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wasiat Kumbakarna

melihat sesuatu dengan lebih baik dan cerdas

Berkaca dari Konflik Mesir, SBY Setuju “Kudeta Militer”

OPINI | 16 July 2013 | 09:24 Dibaca: 905   Komentar: 11   0

Presiden Mesir Mohamad Morsi dikudeta militer. Militer menganggap Morsi tidak berhasil memenuhi janji-janjinya untuk mengakhiri krisis multidimensi di Mesir. Militer pun lantas berjanji akan menggelar Pemilu untuk memilih Presiden yang baru.

Kudeta di Mesir itu mengundang Presiden SBY untuk berkomentar. Dalam twitternya SBY bercerita bahwa Presiden Barack Obama dan Menlu Hillary Clinton meminta pendapatnya soal prospek demokratisasi di Mesir.

“Saya katakan pd Obama & Hillary, peran militer sangat menentukan dlm transisi demokrasi. Hal ini juga berlaku di Mesir. *SBY*” tulis SBY dalam akun @SBYudhoyono.

SBY juga menyampaikan bahwa hal serupa telah dilakukan oleh militer Indonesia saat masa transisi demokrasi. “Kpd Obama juga saya katakan, dulu militer Indonesia dukung penuh demokratisasi, seraya lakukan reformasi internal. *SBY*” tulis SBY lagi.

Secara tersurat jelas SBY menyatakan persetujuan atas peran militer dalam mengawal transisi sebuah negara, dalam konteks demokrasi. Sederhananya begini, SBY setuju ada kudeta militer asal atas nama demokrasi, selama tidak terjurumus menjadi semacam pemerintahan junta militer.

Demokrasi tanpa peran Militer, maka chaos yang akan terjadi. Saya tidak bisa membayangkan kalau sipil memegang senjata atau diuniformisasi. Fungsi militer didalam sebuah proses demokrasi adalah agar bisa mengamankan peralihan kekuasaan agar tidak menjadi chaos.

Ada yang berpendapat bahawa sejak kapan demokrasi mengijinkan kudeta militer?

Militer, secara organisasi, tidak boleh mencampuri politik dalam demokrasi? Kalau boleh, mana bisa fair demokrasi, wong dia punya senjata

Tapi menurut saya, peran militer disini bukan kudetanya, tapi proses pengawalan Demokrasinya, sebab Demokrasi tanpa pengawalan maka akan menimbulkan anarkhisme dan chaos. Dan yang bisa mengatasi hal tersebut hanya militer.

Di Mesir, dalam pandangan saya, kekuasaan Mursi sudah tidak demokratis. Mesir seakan akan hanya milik kelompoknya saja dengan mengabaikan kaum dan kelompok lain. Oleh karenanya Militer turun tangan agar tercipta Demokratisasi di Mesir.

Itulah mengapa, sikap pak SBY soal kudeta militer sudah tepat! ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuna Netra, Tuna Rungu, dan Tuna Wicara yang …

Mbah Ukik | | 23 May 2015 | 09:25

Beras Plastik Siapa Bermain? …

Musni Umar | | 24 May 2015 | 07:31

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

Pahami Screen Time dan Play Time untuk Anak …

Giri Lumakto | | 23 May 2015 | 22:19

Kota Batam Gandeng Yokohama untuk Menjadi …

Isson Khairul | | 23 May 2015 | 20:23


TRENDING ARTICLES

Menyoroti Pembangunan Rel Kereta Api di …

Johanis Malingkas | 14 jam lalu

Dua Kali Ke Toilet, Saldo Multitrip Dipotong …

Endang Priyono | 15 jam lalu

Air Mata Ema Tumpah di Korem 151 Binaya …

Rusda Leikawa | 15 jam lalu

500 Becak Disiapkan Menjemput Tamu …

Niken Satyawati | 17 jam lalu

Watu Ondo Jember, Wisata Air Terjun atau …

Imam Hariyanto | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: