Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Aqila Muhammad

pencari jati diri

Berkaca dari Konflik Mesir, SBY Setuju “Kudeta Militer”

OPINI | 16 July 2013 | 09:24 Dibaca: 882   Komentar: 11   0

Presiden Mesir Mohamad Morsi dikudeta militer. Militer menganggap Morsi tidak berhasil memenuhi janji-janjinya untuk mengakhiri krisis multidimensi di Mesir. Militer pun lantas berjanji akan menggelar Pemilu untuk memilih Presiden yang baru.

Kudeta di Mesir itu mengundang Presiden SBY untuk berkomentar. Dalam twitternya SBY bercerita bahwa Presiden Barack Obama dan Menlu Hillary Clinton meminta pendapatnya soal prospek demokratisasi di Mesir.

“Saya katakan pd Obama & Hillary, peran militer sangat menentukan dlm transisi demokrasi. Hal ini juga berlaku di Mesir. *SBY*” tulis SBY dalam akun @SBYudhoyono.

SBY juga menyampaikan bahwa hal serupa telah dilakukan oleh militer Indonesia saat masa transisi demokrasi. “Kpd Obama juga saya katakan, dulu militer Indonesia dukung penuh demokratisasi, seraya lakukan reformasi internal. *SBY*” tulis SBY lagi.

Secara tersurat jelas SBY menyatakan persetujuan atas peran militer dalam mengawal transisi sebuah negara, dalam konteks demokrasi. Sederhananya begini, SBY setuju ada kudeta militer asal atas nama demokrasi, selama tidak terjurumus menjadi semacam pemerintahan junta militer.

Demokrasi tanpa peran Militer, maka chaos yang akan terjadi. Saya tidak bisa membayangkan kalau sipil memegang senjata atau diuniformisasi. Fungsi militer didalam sebuah proses demokrasi adalah agar bisa mengamankan peralihan kekuasaan agar tidak menjadi chaos.

Ada yang berpendapat bahawa sejak kapan demokrasi mengijinkan kudeta militer?

Militer, secara organisasi, tidak boleh mencampuri politik dalam demokrasi? Kalau boleh, mana bisa fair demokrasi, wong dia punya senjata

Tapi menurut saya, peran militer disini bukan kudetanya, tapi proses pengawalan Demokrasinya, sebab Demokrasi tanpa pengawalan maka akan menimbulkan anarkhisme dan chaos. Dan yang bisa mengatasi hal tersebut hanya militer.

Di Mesir, dalam pandangan saya, kekuasaan Mursi sudah tidak demokratis. Mesir seakan akan hanya milik kelompoknya saja dengan mengabaikan kaum dan kelompok lain. Oleh karenanya Militer turun tangan agar tercipta Demokratisasi di Mesir.

Itulah mengapa, sikap pak SBY soal kudeta militer sudah tepat! ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Guru: Kunjungan SMA Darul Ulum 2, …

Ony Jamhari | | 29 November 2014 | 07:51

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | | 29 November 2014 | 00:12

Saatnya Regenerasi, Semoga PSSI Tak Lagi …

Rizal Marajo | | 28 November 2014 | 23:28

Gara-gara Tidak Punya “Kartu …

Adjat R. Sudradjat | | 28 November 2014 | 18:40

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 5 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 11 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 12 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Sosial: Bantuan Kepada Bocah Penderita …

Liana Citra | 9 jam lalu

Langsing dan Sehat dengan Lemon dan Bawang …

Fidiawati | 9 jam lalu

Mungkinkah Hubungan dengan Tuhan Dianggap …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Dendam Seorang Haji …

Didik Sedyadi | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: