Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Aqila Muhammad

pencari jati diri

Berkaca dari Konflik Mesir, SBY Setuju “Kudeta Militer”

OPINI | 16 July 2013 | 09:24 Dibaca: 881   Komentar: 11   0

Presiden Mesir Mohamad Morsi dikudeta militer. Militer menganggap Morsi tidak berhasil memenuhi janji-janjinya untuk mengakhiri krisis multidimensi di Mesir. Militer pun lantas berjanji akan menggelar Pemilu untuk memilih Presiden yang baru.

Kudeta di Mesir itu mengundang Presiden SBY untuk berkomentar. Dalam twitternya SBY bercerita bahwa Presiden Barack Obama dan Menlu Hillary Clinton meminta pendapatnya soal prospek demokratisasi di Mesir.

“Saya katakan pd Obama & Hillary, peran militer sangat menentukan dlm transisi demokrasi. Hal ini juga berlaku di Mesir. *SBY*” tulis SBY dalam akun @SBYudhoyono.

SBY juga menyampaikan bahwa hal serupa telah dilakukan oleh militer Indonesia saat masa transisi demokrasi. “Kpd Obama juga saya katakan, dulu militer Indonesia dukung penuh demokratisasi, seraya lakukan reformasi internal. *SBY*” tulis SBY lagi.

Secara tersurat jelas SBY menyatakan persetujuan atas peran militer dalam mengawal transisi sebuah negara, dalam konteks demokrasi. Sederhananya begini, SBY setuju ada kudeta militer asal atas nama demokrasi, selama tidak terjurumus menjadi semacam pemerintahan junta militer.

Demokrasi tanpa peran Militer, maka chaos yang akan terjadi. Saya tidak bisa membayangkan kalau sipil memegang senjata atau diuniformisasi. Fungsi militer didalam sebuah proses demokrasi adalah agar bisa mengamankan peralihan kekuasaan agar tidak menjadi chaos.

Ada yang berpendapat bahawa sejak kapan demokrasi mengijinkan kudeta militer?

Militer, secara organisasi, tidak boleh mencampuri politik dalam demokrasi? Kalau boleh, mana bisa fair demokrasi, wong dia punya senjata

Tapi menurut saya, peran militer disini bukan kudetanya, tapi proses pengawalan Demokrasinya, sebab Demokrasi tanpa pengawalan maka akan menimbulkan anarkhisme dan chaos. Dan yang bisa mengatasi hal tersebut hanya militer.

Di Mesir, dalam pandangan saya, kekuasaan Mursi sudah tidak demokratis. Mesir seakan akan hanya milik kelompoknya saja dengan mengabaikan kaum dan kelompok lain. Oleh karenanya Militer turun tangan agar tercipta Demokratisasi di Mesir.

Itulah mengapa, sikap pak SBY soal kudeta militer sudah tepat! ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 8 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 12 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 12 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Nasib atau Takdir? …

Imam Sr | 8 jam lalu

Tips Tampil PD ala Kispray …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

Cinta Tak Melulu Indah …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Revolusi Biru …

Dinoto Indramayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: