Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hubungan Korupsi dan Politik Rumit

OPINI | 08 July 2013 | 15:20 Dibaca: 113   Komentar: 0   0

Hubungan antara korupsi dengan politik sudah lama dan begitu rumit. Kalau tidak ada sesuatu tindakan secara menyeluruh atau sistemik, maka tidak akan bisa diatasi. Sekarang ini, akar persoalannya adalah politik biaya tinggi yang hanya bisa ditutupi dengan melakukan tindakan korupsi, karena tidak ada sumber lain. Biaya politik menjadi penyebab korupsi, karena kompetisi politik yang tidak fair dan jujur. Artinya, kampanye politik yang merupakan kemenangan politik, hanya mengandalkan politik pencitraan (pengukuhan massal kepada publik) bahwa seorang tokoh adalah hebat, padahal hanya diciptakan agar menjadi hebat, inilah yang menjadi mahal karena harus membiayai melalui media massa dan media elektronik.

Kompetisi yang didasarkan pencitraan ini tidak sehat, seharusnya pencitraan secukupnya saja. Terpenting adalah kompetisi berdasarkan track-record, pengalaman para tokoh yang ingin menjadi pemimpin politik yang dijual kepada masyarakat dan tidak perlu membayar. Sehingga masyarakat menjadi tahu siapa yang sudah terbukti ampuh dalam pekerjaannya dan mampu bekerja, ini yang seharusnya ditawarkan. Bukan visi saja, karena visi adalah cita-cita apa yang ingin dikerjakan, lebih penting. adalah apa yang sudah dikerjakan. Kompetisi seperti ini yang tidak ada.

Kompetisi menjadi tidak sehat karena partai politik terlalu banyak dan permainan sangat rumit. Tidak ada kepastian politik bahwa seseorang akan menang atau kalah, semuanya serba gambling (judi) untuk mencapai kemenangan. Mengapa negara Indonesia menganut multi partai karena masyarakat Indonesia bukan masyarakat plural melainkan masyarakat majemuk. Persoalan sudah bertahun-tahun terjadi, sistim politik atau undang-undang pemilu di DPR sudah berkali-kali diganti, tetapi tidak ada perbaikan karena semua undang-undang yang dibuat DPR, hanya sebagai supaya dari partai politik untuk menjadi pemenang dalam pemilu dan bisa berkuasa. Sebaliknya, bagaimana membagi kekuasan kepada siapa, itu tidak ada aturannya. Buktinya undang-undang pemilu tidak mempersyaratkan siapa yang boleh anggota DPR dan siapa yang tidak.

Bila ingin memperbaiki partai politik supaya partai politik menjadi bersih dan efektif dalam pekerjaan, setidaknya ada 3 hal yang harus dikerjakan, pertama kaderisasi pemimpin. Kedua, jika pengurus partai politik ingin menjadi pemimpin di DPR, maka harus ada persyaratan dalam undang-undang pemilu. Tidak cukup hanya persyaratan administratif, seperti sekarang. Ini tidak berkaitan dengan pekerjaan seorang politisi di DPR. Ketiga, sumber dana partai politik harus pasti.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Emak, Emang Enak Nunggu Kereta Sambil …

Masluh Jamil | | 27 November 2014 | 05:41

BBM Naik, Pelayanan SPBU Pertamina …

Jonatan Sara | | 27 November 2014 | 01:16

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Munas Golkar Tak Diijinkan di Bali Pindah …

Akhmad Sujadi | | 27 November 2014 | 00:00

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Menteri Dalam Negeri dan Menko Polhukam …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Menguji Kesaktian Jokowi Menjadi Presiden RI …

Abdul Adzim | 11 jam lalu

Kisruh di Partai Golkar, KMP Pun Terancam …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Riedl: Kekalahan Dari Filipina Buah Dari …

Hery | 13 jam lalu

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Museum Basoeki Abdullah …

Agung Han | 8 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Yummy, Manis krenyez krenyez Meringue avec …

Imam Hariyanto | 9 jam lalu

Kiprah Ibu-Ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | 9 jam lalu

Potret Susi Pujiastuti Wanita Indonesia yang …

Imam Kodri | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: