Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ilham

I love my mother

Pejabat Menjadi Model Iklan dalam Produk Komersiil Apakah Sebuah Gratifikasi?

REP | 07 July 2013 | 12:35 Dibaca: 301   Komentar: 2   0

Pada akhir akhir ini kita melihat marak produk iklan komersil yang menampilkan pejabat, seperti marzuki ali dengan iklan maspion, dahlan iskan dengan tolak angin dan dedi mizwar dengan iklan sosis(sebelum menjadi wagub ybs adalah artis dan menjadi tokoh iklan sebelum menjadi wagub). Tentunya ada pengaruh dari iklan yang menampilkan pejabat tersebut sebagaimana pengaruh dari seorang artis menjadi model iklan dari sebuah produk komersiil, ada dua pertanyaan yang kita tujukan kepada pejabat tersebut, apakah mereka menerima fee dari iklan tersebut?apakah menjadi tokoh iklan merupakan tugas dari pejabat tersebut?

Sebelum membahas tersebut mari kita bandingkan korupsi/gratifikasi dalam konsep islam sebagaimana kisah dibawah ini

Diriwayatkan dari Abu Humaid As Sa’idi beliau berkata: “Suatu hari Rasulullah menyuruh seseorang bernama Ibnu Utabiyyah untuk mengumpulkan zakat dari Bani Asad. Sesampainya di hadapan Rasulullah, Ibnu Utabiyyah berkata : “Ya Rasulullah, ini zakat untukmu dari Bani Asad sedangkan ini hadiah buat saya”.

Seketika itu Rasulullah berdiri ke atas mimbar, dan setelah membaca tahmid kemudian beliau berkhutbah:
مَا بَالُ الْعَامِلِ نَبْعَثُهُ ، فَيَأْتِى يَقُولُ هَذَا لَكَ وَهَذَا لِى . فَهَلاَّ جَلَسَ فِى بَيْتِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَنْظُرُ أَيُهْدَى لَهُ أَمْ لاَ ، وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ يَأْتِى بِشَىْءٍ إِلاَّ جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ ، إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ ، أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ ، أَوْ شَاةً تَيْعَرُ  . ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْنَا عُفْرَتَىْ إِبْطَيْهِ أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ
“Apa yang terjadi dengan utusan yang aku kirim ke Bani Asad, ia mengatakan ini untukmu dan ini hadiah buatku? lihatlah seandainya dia hanya duduk-duduk di rumahnya atau rumah orangtuanya apa mungkin ada orang yang datang memberinya hadiah seperti ini?
Demi Yang jiwaku di Tangan-Nya, tidaklah ia membawa apapun walau hanya sedikit kecuali kelak di hari kiamat akan dipikulkan ke atas pundaknya, walaupun itu hanya seekor unta, sapi atau seekor kambing.” Kemudian Rasulullah mengangkat tangannya sampai kelihatan ketiak beliau seraya berkata : “Ya Allah… bukankah telah aku sampaikan ? Ya Allah… saksikanlah…! (HR. Bukhari & Muslim)

Dari kisah tersebut dapat disimpulkan sebuah kaedah dalam menetukan apakah pemberian itu gratifikasi atau tidak, yaitu, apakah seseorang itu akan diberikan hadiah dari orang lain seandainya ia tidak memegang jabatn tersebut. Dalam konteks marzuki ali dan dahlan iskan tentunya kita mempertanyakan, apakah seandainya marzuki tidak menjadi ketua DPR beliau akan menjadi tokoh dalam produk iklan komersiil tersebut, begitu juga dengan dahlan iskan. Apakah mereka menerima fee atau honor dari produk komerssil tersebut?apabila mereka menerima honor tersebut apakah termasuk gratifikasi?tentunya dalam konteks hukum islam ini termasuk gratifikasi, sementara dalam uu tipikor tentunya ini menjadi sesuatu yang masih diperdebatkan, yang jelas ada pemanfaatan jabatan dalam iklan tersebut, seolah olah itu adalah ajakan resmi dari sebuah lembaga pemerintah,dan sudah pasti apabila marzuki hanya rakyat biasa dan bukan ketua DPR pasti tidak akan menjadi model iklan, begitupun dengan dahlan iskan, kemudian pertanyaan selanjutny Apakah itu bagian tugas dari pejabat tersebut?bukankah seorang pejabat itu mengayomi semua masyarakat, dengan menjadi tokoh dalam sebuah iklan komersiil berarti mereka hanya memihak suatu pihak dan melukai produk iklan sejenis yang tidak bisa menampilkan seorang pejabat

Follow me ilham khalik @1lham_44

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Anak Kabur dari Pesantren, Salah Siapa? …

Mauliah Mulkin | | 28 August 2014 | 14:00

Pulau Saonek Cikal Bakal Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 28 August 2014 | 10:40

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Gap Year: Setahun Nganggur …

Marlistya Citraning... | | 28 August 2014 | 11:39

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 6 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Ahok Nggak Boleh Gitu, Gerindra Juga Jangan …

Revaputra Sugito | 10 jam lalu

Tomi & Icuk Sugiarto Nepotisme! …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Sebab SBY dan Jokowi Tak Bicarakan BBM di …

Pebriano Bagindo | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Kabinet Ramping Jokowi: Cukup 20 Menteri …

Roes Haryanto | 7 jam lalu

Listrik dari Sampah, Mungkinkah? …

Annie Moengiel | 7 jam lalu

Sensasi Rasa Es Krim Goreng …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Indonesia Abad ke-9 Masehi …

Ahmad Farid Mubarok | 8 jam lalu

Catatan Harian: Prioritas di Kereta Wanita …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: