Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ninoy N Karundeng

Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu konsep "I am the mother of words - Saya selengkapnya

30 Tewas di Mesir, Ikhwanul Muslimin Dorong Kerusuhan dan Picu Perang Sipil

OPINI | 06 July 2013 | 16:02 Dibaca: 1410   Komentar: 24   1

Ikhwanul Muslimin mengeluarkan seruan kepada para anggotanya yang memicu krisis dan perpecahan di Mesir. Mohamed Badie, Pemimpin Tertinggi Ikhwanul Muslinin - yang baru saja ditangkap ketika akan melarikan diri ke Libya - menyerukan perlawanan untuk mengembalikan Mursi yang telah disingkirkan oleh rakyat Mesir. Sayap politik Ikhwanul Muslimin, Partai Keadilan dan Kebebasan menyerukan protes damai setelah Mursi diturunkan paksa oleh rakyat Mesir dengan dukungan milter. Ajakan terhadap perlawanan kepada Militer Mesir dijawab dengan tindakan keras untuk menjaga ketertiban.

Di Sinai dan Alexandria serta beberapa provinsi di Selatan, para anggota Ikhwanul Muslimin melakukan penyerangan terhadap pos polisi dan menewaskan enam orang polisi. Sementara kerusuhan terus meluas karena para pendukung Ikhwanul Muslimin melakukan sweeping dan mengosongkan serta merampok kantor-kantor pemerintah. Tindakan para pendukung Ikhwanul Muslimin itu memicu perlawanan para penentang Mursi. Akibatnya, 24 orang tewas sia-sia mencari kebenaran yang tak jelas itu.

Di Kairo pendukung Mursi berkonsentrasi di pinggiran Kota Kairo, Nasr dan penentang Mursi berpusat di Lapangan Tahrir. Pendukung Mursi yang kebanyakan dari Ikhwanul Muslimin dan juga koleganya para partai Islamis radikal yang didukung oleh Al Qaeda bersumpah akan melakukan apapun juga untuk mengembalikan posisi Mursi ke tampuk kekuasaan. Sementara Mursi sendiri ada dalam tahanan rumah dan tengah dituduh melakukan tindakan yang menyebabkan keadaan Negara berbahaya dan menewaskan para demonstran. Tuduhan yang akan membuat Mursi terancam hukuman mati jika terbukti.

Sementara itu, dalam konsilidasi untuk memreteli kekuasaan Ikhwanul Muslimin juga dilakukan dengan menangkap dan menahan ratusan pendukung dan anggota teras IM. Salah satu yang ditangkap adalah salah satu pemimpin teras Ikhwanul Muslimin, Khaerat El Shater juga ditahan oleh pemerintah Mesir. Kerusuhan yang semakin meluas di Mesir ini mengkhawatirkan banyak pengamat dan akan memicu perang sipil. Oleh karena itu, dengan cepat polisi dan militer meredam kerusuhan dengan menindak tegas para pendukung Mursi dalam upaya mengembalikan keadaan dan ketertiban umum akibat tindakan anarkis para anggota Ikhwanul Muslimin yang kecewa Mursi disingkirkan.

Rupanya krisis Mesir telah memicu perpecahan rakyat Mesir - akibat Ikhwanul Muslimin memaksakan kehendak untuk mengembalikan Mursi ke tampuk kekuasaan sebagai presiden - bahkan bisa memicu perang saudara jika Militer tidak bertindak keras terhadap para perusuh. Sesuai dengan keinginan mayoritas rakyat Mesir, kini kekuasaan sementara dipegang oleh Adli Mansour, Ketua Mahkamah Konstitusi, yang baru saja membubarkan Dewan Suro, Majelis Tinggi Parlemen yang dikuasai oleh kelompok Islamis yang meloloskan Konstitusi Baru Mesir yang isinya merusak persatuan Mesir. Konstitusi Mesir bikinan Ikhwanul Muslimin telah dibekukan, Dewan Suro pun telah dibubarkan.

Kini pemulihan Mesir menuju Negara yang menghargai perbedaan mendapat tentangan dari Ikhwanul Muslimin dan kelompok radikal islamis lainnya termasuk yang didukung oleh Al Qaeda. Mesir tengah mengalami percobaan dari kaum radikal Ikhawnul Muslimin dan kelompok Al Qaeda lainnya - kalau di Indonesia ya PKS dan Hizbut Tahrir serta FPI yang berhaluan keras - yang memaksa mayoritas rakyat Mesir dengan dukungan militer memberangus para ekstrimis tersebut.

Salam bahagia ala saya.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Ini Curhat Saya dan Curhat Pak Ganjar …

Ratih Purnamasari | | 28 November 2014 | 07:28

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Masih Perlukah Pemain Naturalisasi? …

Cut Ayu | | 28 November 2014 | 08:26

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Yang Bodoh Sekali Itu Tedjo Edhy ataukah …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Ini Kata Mahasiswa Vietnam tentang …

Hizkia Huwae | 13 jam lalu

Ngoplak Bareng Pak Jonan, Pak Ahok, Pak …

Priadarsini (dessy) | 13 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 15 jam lalu

Demi Kekuasaan, Aburizal Mengundang Prabowo …

Daniel H.t. | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Anomali Tabiat Politik Aburizal Bakrie …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Catatan Lumpur dan Buku Potret Lumpur …

Kembang_jagung | 7 jam lalu

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | 7 jam lalu

Sex Matang Dini, Waspadalah! By @Rahman …

Rahman Patiwi | 8 jam lalu

Tamu Negara Suguhin Singkong Rebus …

Ifani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: