Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wira Wiri

seorang yang senangnya wirawiri alias jalan-jalan or traveling

Amerika mendukung kudeta di Mesir?

OPINI | 04 July 2013 | 22:50 Dibaca: 347   Komentar: 2   0

Oleh: Taura Taufikurahman

Barrac Obama merespons kudeta militer terhadap Presiden Mursi di Mesir dengan mengeluarkan statement sbb:

“The United States is monitoring the very fluid situation in Egypt, and we believe that ultimately the future of Egypt can only be determined by the Egyptian people. Nevertheless, we are deeply concerned by the decision of the Egyptian Armed Forces to remove President Morsy and suspend the Egyptian constitution.

I now call on the Egyptian military to move quickly and responsibly to return full authority back to a democratically elected civilian government as soon as possible through an inclusive and transparent process, and to avoid any arbitrary arrests of President Morsy and his supporters”.

Kata kunci pada pernyataan tersebut adalah “deeply concerned” (sangat peduli) atas keputusan yang telah dilakukan oleh militer Mesir dengan melengserkan Presiden Mursi dan membekukan konstitusi Mesir. Kata ini tampaknya dipilih dengan sangat hati-hati, pertama untuk menyatakan kepedulian USA yang sangat mendalam atas apa yang terjadi  di Mesir.   Ini adalah repons segera yang menunjukkan kebijakan luar negeri USA yang sangat aktif terhadap apa yang terjadi diperbagai belahan dunia, karena mereka memiliki asset di hampir semua belahan dunia.

Kata “deeply concerned” tampaknya telah dipilih dengan sangat cermat oleh pihak Gedung Putih untuk  tidak memberi kesan yang jelas  bahwa USA mendukung pengambil alihan kekuasaan oleh militer, tetapi tidak juga memberi kesan menolak atau tidak setuju atas pengambil alihan kekuasan tersebut. Obama juga tidak menggunakan istilah “coup” (coup d’etat), sebagaimana pihak militer Mesir pun menyangkal tindakannya disebut sebagai kudeta. Dalam konteks ini kita dapat meraba bahwa USA sebenarnya dapat dikategorikan sebagai memandang pengambilalihan kekuasaan oleh Militer bukan merupakan sebuah kesalahan karena itu tidak muncul ungkapan yang menyesalkan atau prihatin (deeply regret) atas peristiwa tersebut.

Pernyataan berikutnya secara implisit semakin menegaskan  dukungan  USA terhadap pengambilalihan kekuasaan oleh militer tersebut  dengan meminta militer Mesir segera melakukan langkah untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat melalui proses pemilihan umum yang demokratis . Pada kalimat tersebut Obama tidak meminta pihak militer untuk mengembalikan kekuasaan kepada President Mursi yang sebelumnya  telah dipilih secara demokratis oleh rakyat Mesir. Kata “democratically elected civilian government” yang digunakan Obama lebih bernuansa ke arah “masa depan” dan tidak ke arah “setahun yang lalu” ketika Mursi terpilih dalam pemilihan Presiden yang pertama dalam sejarah Mesir.

Hal yang selanjutnya cukup simpatik diminta oleh Obama dari pihak militer adalah agar tidak menahan Presiden Mursi dan para pengikutnya tanpa alasan yang jelas (arbitrary arrests).  Permintaan ini tentu sifatnya  humanitarian, tetapi ini tidak menghilangkan kesan bahwa Amerika sebenarnya secara politis menyetujui langkah yang dilakukan oleh militer Mesir  dengan mengambil alih kekuasaan dari Presiden Mursi dan sedikit memberi saran agar militer memperlakukan Mursi dan para pengikutnya secara baik-baik.

Siapapun dapat membaca bahwa Amerika, sebagaimana halnya Israel sangat merasa tidak nyaman dan khawatir ketika Mursi yang berasal dari Ikhawnul Muslimin (IM) terpilih sebagai presiden Mesir. Ini karena IM sejak awalnya dahulu menentang pendudukan Israel di Palestina dan dipandang sebagai garis keras atau fundamentalis yang sangat berpotensi mengganggu bahkan merobohkan hegemoni USA di Negara-negara Teluk dalam kaitannya terutama dengan penguasaan atas sumber energi minyak bumi (fossil fuel).  #Taura Taufikurahman, 4 Juli 2013.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: