Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jimmy Haryanto

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat selengkapnya

Mencari Caleg Bersih dari Daftar KPU

OPINI | 29 June 2013 | 21:58 Dibaca: 729   Komentar: 14   2

Indonesia Corruption Watch merilis daftar caleg yang tidak mendukung pemberantasan korupsi. Bagaimana kalau kita teliti profil caleg yang ada di KPU? Kalau ada yang benar-benar bersih, itu saja yang dipilih nanti dalam pemilu 2014.

Mungkin tidak perlulah calon yang hebat, tapi asal tidak melakukan korupsi saja masyarakat sudah bisa terima. Sebenarnya kalau anggota DPR itu tidak korupsi, kepercayaan masyarakat tidak separah sekarang.

Mungkin kita bisa jadikan rujukan Jokowi dan Ahok. Walupun sejauh ini kita hanya bisa mengikuti perkembangan mereka dari pemberitaan media dan sejauh ini media masih memberitakan secara positif tentang mereka.

Penampilannya yang sederhana dan kepeduliannya yang tinggi terhadap masyarakat kecil, kiranya membuat DKI sedang dikelola dengan baik bersama Ahok sehingga pemerintah Jakarta sekarang terkesan lebih inovatif, tegas dan tidak mau korupsi sekecil apa pun. Bukan saja pelayanan di kelurahan menjadi lebih cepat dan manusiawi tanpa pungli sekarang ini, tapi juga orang miskin bisa menyekolahkan anaknya dan berobat ke dokter atau rumah sakit di bawah pemerintahan Jokowi yang belum berusia setahun. Sebelumnya gubernur mana yang peduli akan nasib rakyat seperti itu?

Hal itu tentunya sangat berbeda dengan sikap atau perilaku para pejabat pemerintahan atau penyelenggara negara pada umumnya. Tentu saja hal ini membuat Jokowi tampil “aneh” sebagai pejabat pemerintah yang tidak berperilaku seperti itu.

Sebagai warga Jakarta yang menikmati kinerja Jokowi-Ahok (sejauh ini), ada juga rasa bangga kalau nanti Jokowi atau Ahok menjadi Presiden RI karena prestasi dan sikapnya; apalagi kalau sudah menjadi presiden nantinya mereka tetap merakyat seperti sekarang ini.

Pemilu 2014 sesungguhnya ingin menemukan calon-calon anggota DPR dan Presiden atau Gubernur seperti sosok Jokowi yang sangat peduli dengan kepentingan rakyat, sederhana, tampil seperti yang diharapkan masyarakat, tidak terlalu peduli dengan penampilan fisiknya. Ketika banjir datang, dia mau datang ke sana untuk bersama dengan para korban, bahkan hingga tengah malam atau dini hari.

Pemilu 2014 bukan mencari figur yang memiliki rekening milyaran rupiah dan memiliki vila di Puncak, rumah dan mobil mewah, serta isteri yang banyak, walaupun bisa tampil seperti sinterklas. Mungkin sekarang orang seperti ini malah dianggap biasa dan normal.

Namun Jokowi dan Ahok membuktikan ternyata penyelenggara negara itu bisa tampil sederhana tanpa mengejar kekayaan pribadi dengan menggunakan anggaran rakyat.

Masyarakat Indonesia pasti menghendaki dalam Pemilu 2014 dapat menemukan sosok anggota-anggota DPR dan pemimpin Indonesia seperti Jokowi, pejabat “aneh” yang berani dan tegas demi kepentingan rakyat.

Semoga pemlu 2014 dapat mengtasi ketimpangan ekonomi; tidak ada lagi segelintir warga yang berkelimpahan, apalagi karena merampas porsi warga mayoritas yang kesulitan mengakses sumber kehidupan atau yang hidup sangat pas-pasan. Pemilu 2014 juga diharapkan dapat meyakinkan Transparency International bahwa Indonesia tidak lagi negeri korup dan sudah bisa mendekati tetangganya Singapura yang sudah berada pada urutan ke-5 dari 176 negara.

Seandainya masyarakat bisa mengeluarkan daftar caleg bersih, maka itu sangat bermanfaat dalam menentukan pilihan kita di 2014 nanti. Daftar yang dikeluarkan ICW tentang caleg yang tidak bersih juga sangat membantu supaya masyarakat tidak perlu memilih mereka lagi di 2014 nanti.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 11:15

Si Gagah yang Terlelap …

Findraw | | 03 September 2014 | 09:17

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | | 03 September 2014 | 08:39

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | | 03 September 2014 | 08:10

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 3 jam lalu

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 5 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 8 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Transparansi Pengadaan Alutsista di TNI …

Putra Perkasa | 8 jam lalu

Kontroversi Panjat Pinang dan Serunya …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ala Backpacker menuju Negri di Atas Awan …

Wilda Hikmalia | 8 jam lalu

Krisis Kesetiaan …

Blasius Mengkaka | 9 jam lalu

Hadiah Istimewa Dari Pepih Nugraha …

Tur Muzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: