Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Yuanita Hidayati

Tulisanku adalah wujud dan gambaran aku.

Munarman FPI Bergabunglah dengan PKS

OPINI | 29 June 2013 | 08:42 Dibaca: 1082   Komentar: 39   5

FPI pasti akan diam dalam membela tindakan Munarman yang menyiram air Tamrin Tomagola sebagai tindakan heroik pastinya. Munarman sudah pas dan memang sangat cocok menjadi juru bicara FPI. Munarman telah menunjukkan perjuangan dengan bersikap tegas, tenggrinas, cerdas dan patut dicontoh oleh para anggota FPI yang lain. Sebagai juru bicara FPI, dia telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Selepas melakukan perbuatan asyik tersebut, dia justru menantang jika masalah itu dibawa ke ranah hukum . sebagai catatan, Perwira Polisi Boy ada di depan Munarman dan Tamrin.

Munarman tak perlu meminta maaf. Permintaan maaf menunjukkan orang lemah. Permintaan maaf menunjukkan kekalahan. Permintaan maaf tak pantas ditujukan pada orang yang kita perlakukan tidak senonoh. Meminta maaf adalah hal yang buruk bagi seorang yang sangat kuat di dunia dan akhirat seperti Munarman itu. Dengan tindakan menyiram muka orang tua dan senior dalam diskusi tersebut, Munarman telah menunjukkan kekuatannya sebagai anak muda yang menghormati orang tua.

Sosok Munarman yang elegan itu dicalonkan oleh PPP sebagai calon anggota legislatif, memang menjadi daya tarik FPI. Munarman menjadi sosok pahlawan yang membuat nama FPI semakin berkibar di dunia dan nanti di akhirat pula. Melihat militansi dan keberanian untuk berbuat nekat, publik diingatkan oleh kekuatan dan kesetiaan Luthfi Hasan Ishaaq yang sebagai Presiden Partai Keadilan melakukan korupsi yang kini menjadi terdakwa bersama tandemnya Ahmad Fathanah yang kasusnya dibumbui dengan gratifikasi alias hadiah seks yang dilakukan bersama Maharany Suciono.

Baik Munarman maupun Luthfi mewakili golongannya yakni FPI dan PKS. Bedanya Munarman melakukan pembelaan heroik yang sangat terhormat menurut pandangan Munarman, sementara Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah melakukan korupsi akibat dan disebabkan oleh adanya ‘kondisi hukum darurat’, jika semua korupsi, daripada orang lain yang mengorupsi, maka di benak LHI untuk korupsi pun menjadi sah jika dalam kondisi darurat.

Melihat perbuatan Munarman dan LHI- AF, rasanya sangat pas jika Munarman bergabung dengan PKS sebagai partai yang sangat gigih membela korupsi yang dilakukan oleh LHI-AF. Bahkan PKS menganggap ustadz LHI sebagai makhluk maksum dan tak mungkin bersalah.

Bung Munarman, sebaiknya Anda bergabung dengan PKS, bukan PPP. PKS akan mampu membela dengan sangat gigih. Kalau PPP mah cemen. Bisa jadi Munarman akan dicoret dari pencalonan dirinya sebagai caleg dari PPP.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

“Blocking Time” dalam Kampanye …

Ombrill | | 24 April 2014 | 07:48

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 8 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 10 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 10 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 11 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: