Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Yuanita Hidayati

Tulisanku adalah wujud dan gambaran aku.

Munarman FPI Bergabunglah dengan PKS

OPINI | 29 June 2013 | 08:42 Dibaca: 1084   Komentar: 39   5

FPI pasti akan diam dalam membela tindakan Munarman yang menyiram air Tamrin Tomagola sebagai tindakan heroik pastinya. Munarman sudah pas dan memang sangat cocok menjadi juru bicara FPI. Munarman telah menunjukkan perjuangan dengan bersikap tegas, tenggrinas, cerdas dan patut dicontoh oleh para anggota FPI yang lain. Sebagai juru bicara FPI, dia telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Selepas melakukan perbuatan asyik tersebut, dia justru menantang jika masalah itu dibawa ke ranah hukum . sebagai catatan, Perwira Polisi Boy ada di depan Munarman dan Tamrin.

Munarman tak perlu meminta maaf. Permintaan maaf menunjukkan orang lemah. Permintaan maaf menunjukkan kekalahan. Permintaan maaf tak pantas ditujukan pada orang yang kita perlakukan tidak senonoh. Meminta maaf adalah hal yang buruk bagi seorang yang sangat kuat di dunia dan akhirat seperti Munarman itu. Dengan tindakan menyiram muka orang tua dan senior dalam diskusi tersebut, Munarman telah menunjukkan kekuatannya sebagai anak muda yang menghormati orang tua.

Sosok Munarman yang elegan itu dicalonkan oleh PPP sebagai calon anggota legislatif, memang menjadi daya tarik FPI. Munarman menjadi sosok pahlawan yang membuat nama FPI semakin berkibar di dunia dan nanti di akhirat pula. Melihat militansi dan keberanian untuk berbuat nekat, publik diingatkan oleh kekuatan dan kesetiaan Luthfi Hasan Ishaaq yang sebagai Presiden Partai Keadilan melakukan korupsi yang kini menjadi terdakwa bersama tandemnya Ahmad Fathanah yang kasusnya dibumbui dengan gratifikasi alias hadiah seks yang dilakukan bersama Maharany Suciono.

Baik Munarman maupun Luthfi mewakili golongannya yakni FPI dan PKS. Bedanya Munarman melakukan pembelaan heroik yang sangat terhormat menurut pandangan Munarman, sementara Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah melakukan korupsi akibat dan disebabkan oleh adanya ‘kondisi hukum darurat’, jika semua korupsi, daripada orang lain yang mengorupsi, maka di benak LHI untuk korupsi pun menjadi sah jika dalam kondisi darurat.

Melihat perbuatan Munarman dan LHI- AF, rasanya sangat pas jika Munarman bergabung dengan PKS sebagai partai yang sangat gigih membela korupsi yang dilakukan oleh LHI-AF. Bahkan PKS menganggap ustadz LHI sebagai makhluk maksum dan tak mungkin bersalah.

Bung Munarman, sebaiknya Anda bergabung dengan PKS, bukan PPP. PKS akan mampu membela dengan sangat gigih. Kalau PPP mah cemen. Bisa jadi Munarman akan dicoret dari pencalonan dirinya sebagai caleg dari PPP.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49


TRENDING ARTICLES

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 13 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 14 jam lalu

Prabowo Subianto Tolak Pilpres 2014, Berarti …

Danny Ph Siagian | 16 jam lalu

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 22 July 2014 09:57

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 22 July 2014 09:20

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: