Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hambali Batee

saya lahir di sebuah desa di Aceh, besar dan tinggal di Aceh. Membantu rakyat kecil selengkapnya

BLSM, Antara Manfaat dan Konflik di Masyarakat

OPINI | 28 June 2013 | 11:42 Dibaca: 1358   Komentar: 0   1

Pemerintah telah resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah mengalami perdebatan panjang terhadap yang pro dan kontra, pemerintah langsung menjalankan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Setelah pembagian BLSM kita melihat di media hampir setiap hari ada permasalahan tentang penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran. Banyak daerah yang menolak pembagian BLSM karena disinyalir akan menimbulkan konflik dalam masyarakat karena kurang validnya data penerima yang layak. Di beberapa daerah juga masih ditemukan pegawai negeri sipil (PNS) yang menerima BLSM dan orang yang telah meninggal juga mendapatkannya karena data tidak diperbaharui kembali.

Penyaluran BLSM masih mengacu kepada data lama sehingga banyak menimbulkan masalah di dalam masyarakat. Banyak masyarakat yang keberatan dengan penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran sehingga ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan bantuan tersebut karena masih ada masyarakat yang layak menerima tapi malah tidak mendapatkan BLSM tersebut. Sangat sedikit manfaat yang dirasakan oleh masyarakat terhadap BLSM, selain menimbulkan konflik di tingkat bawah BLSM juga kurang bermanfaat untuk jangka panjang.

Sebaiknya pemerintah harus mempersiapankan program tersebut dengan matang sebelum menyalurkannya sehingga tidak menimbulkan konflik akibat penyalurannya yang tidak tepat sasaran. Program BLSM terkesan untuk mencari simpati masyarakat menjelang pemilu tahun 2014. Masyarakat mengharapkan jangan sampai bantuan tersebut di politisir demi keuntungan suatu kelompok tertentu.

Penyaluran BLSM terkesan seperti dipaksakan padahal pemerintah belum siap, kita khawatir bukan manfaat yang dirasakan dari BLSM tersebut tapi akan terjadinya konflik horizontal antara masyarakat dan pemerintahan daerah terutama lurah yang akan menjadi sasaran masyarakat.



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari Jejak Pencetus Indonesia …

Olive Bendon | | 05 March 2015 | 13:31

Watu Jaran, Sepotong Surga di Keheningan …

Hendra Wardhana | | 05 March 2015 | 15:18

Menyibak Akar Sengkarut APBD DKI …

Zetya1 Setiawan | | 05 March 2015 | 16:00

Mengenal “Swinger”: Ancaman dan …

Wahyu Tanoto | | 05 March 2015 | 15:31

[Tutorial] Google Hangout dan Cara …

Kompasiana | | 09 January 2015 | 22:15


TRENDING ARTICLES

Mengapa Ruki Tidak Menolak? …

Abd. Ghofar Al Amin | 6 jam lalu

Pelayanan Luar Biasa Fx Sudirman …

Thamrin Dahlan | 13 jam lalu

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 13 jam lalu

Humor Revolusi Mental #071: Repetitio Mater …

Felix | 13 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: