Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hambali Batee

saya lahir di sebuah desa di Aceh, besar dan tinggal di Aceh. Membantu rakyat kecil selengkapnya

BLSM, Antara Manfaat dan Konflik di Masyarakat

OPINI | 28 June 2013 | 11:42 Dibaca: 1292   Komentar: 0   1

Pemerintah telah resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah mengalami perdebatan panjang terhadap yang pro dan kontra, pemerintah langsung menjalankan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Setelah pembagian BLSM kita melihat di media hampir setiap hari ada permasalahan tentang penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran. Banyak daerah yang menolak pembagian BLSM karena disinyalir akan menimbulkan konflik dalam masyarakat karena kurang validnya data penerima yang layak. Di beberapa daerah juga masih ditemukan pegawai negeri sipil (PNS) yang menerima BLSM dan orang yang telah meninggal juga mendapatkannya karena data tidak diperbaharui kembali.

Penyaluran BLSM masih mengacu kepada data lama sehingga banyak menimbulkan masalah di dalam masyarakat. Banyak masyarakat yang keberatan dengan penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran sehingga ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan bantuan tersebut karena masih ada masyarakat yang layak menerima tapi malah tidak mendapatkan BLSM tersebut. Sangat sedikit manfaat yang dirasakan oleh masyarakat terhadap BLSM, selain menimbulkan konflik di tingkat bawah BLSM juga kurang bermanfaat untuk jangka panjang.

Sebaiknya pemerintah harus mempersiapankan program tersebut dengan matang sebelum menyalurkannya sehingga tidak menimbulkan konflik akibat penyalurannya yang tidak tepat sasaran. Program BLSM terkesan untuk mencari simpati masyarakat menjelang pemilu tahun 2014. Masyarakat mengharapkan jangan sampai bantuan tersebut di politisir demi keuntungan suatu kelompok tertentu.

Penyaluran BLSM terkesan seperti dipaksakan padahal pemerintah belum siap, kita khawatir bukan manfaat yang dirasakan dari BLSM tersebut tapi akan terjadinya konflik horizontal antara masyarakat dan pemerintahan daerah terutama lurah yang akan menjadi sasaran masyarakat.



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: