Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hambali Batee

saya lahir di sebuah desa di Aceh, besar dan tinggal di Aceh. Membantu rakyat kecil selengkapnya

BLSM, Antara Manfaat dan Konflik di Masyarakat

OPINI | 28 June 2013 | 11:42 Dibaca: 1314   Komentar: 0   1

Pemerintah telah resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah mengalami perdebatan panjang terhadap yang pro dan kontra, pemerintah langsung menjalankan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Setelah pembagian BLSM kita melihat di media hampir setiap hari ada permasalahan tentang penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran. Banyak daerah yang menolak pembagian BLSM karena disinyalir akan menimbulkan konflik dalam masyarakat karena kurang validnya data penerima yang layak. Di beberapa daerah juga masih ditemukan pegawai negeri sipil (PNS) yang menerima BLSM dan orang yang telah meninggal juga mendapatkannya karena data tidak diperbaharui kembali.

Penyaluran BLSM masih mengacu kepada data lama sehingga banyak menimbulkan masalah di dalam masyarakat. Banyak masyarakat yang keberatan dengan penyaluran BLSM yang tidak tepat sasaran sehingga ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan bantuan tersebut karena masih ada masyarakat yang layak menerima tapi malah tidak mendapatkan BLSM tersebut. Sangat sedikit manfaat yang dirasakan oleh masyarakat terhadap BLSM, selain menimbulkan konflik di tingkat bawah BLSM juga kurang bermanfaat untuk jangka panjang.

Sebaiknya pemerintah harus mempersiapankan program tersebut dengan matang sebelum menyalurkannya sehingga tidak menimbulkan konflik akibat penyalurannya yang tidak tepat sasaran. Program BLSM terkesan untuk mencari simpati masyarakat menjelang pemilu tahun 2014. Masyarakat mengharapkan jangan sampai bantuan tersebut di politisir demi keuntungan suatu kelompok tertentu.

Penyaluran BLSM terkesan seperti dipaksakan padahal pemerintah belum siap, kita khawatir bukan manfaat yang dirasakan dari BLSM tersebut tapi akan terjadinya konflik horizontal antara masyarakat dan pemerintahan daerah terutama lurah yang akan menjadi sasaran masyarakat.



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 9 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 8 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 9 jam lalu

Pengembangan Mutu Akademis Berbasis Digital …

Nararya | 9 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: