Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Aksi Siram Munarwan

OPINI | 28 June 2013 | 13:22 Dibaca: 2381   Komentar: 14   2

Ada yang menarik dari tayangan Apa Kabar Pagi di TV One pagi ini. Topik pembicaraan pagi ini dikutip dari pernyataan kepolisian bahwa ormas dilarang melakukan sweeping di tempat-tempat hiburan menjelang dan selama bulan Ramadhan. Hadir di tempat dalam pembicaraan itu Sosiolog UI, Bapak Tamrin Tomagola, dan Juru Bicara FPI, sdr. Munarwan. dan di luar, yaitu dari Mabes Polri, Bapak Boy Rafli.

Kehadiran sdr. Munarwan sebagai wakil FPI itu ditegaskan sendiri oleh yang bersangkutan. “Anda mengundang saya sebagai wakil FPI, kan?” Demikian tanya Munarwan kepada wartawan TV One, (kalau tak salah sebut) Rifi, yang dijawab “ya!” oleh Rifi. “Karena itu, saya hadir di sini sebagai wakil FPI.” Demikian kira-kira sepenggal dialog sdr. Munarwan dan wartawan TV One.

Ketika Pak Tamrin berbicara menanggapi tanggapan Munarwan atas pernyataannya, Munarwan juga langsung berbicara. Tidak ada yang mau mengalah. Tangan Pak Tamrin menunjuk-nunjuk ke arah sdr. Munarwan, demikian pula dengan sdr. Munarwan. Tiba-tiba saja sdr. Munarwan mundur, mengambil gelas berisi air minum dan menyiramkannya tepat di muka Pak Tamrin. Peristiwa itu terjadi pada jam 07:54. Kejadiannya begitu kilat hingga sdr. Rifi tak sempat mencegah. Langsung acara dipotong dengan tayangan iklan.

Kekerasan telah terjadi di layar kaca yang disiarkan secara langsung. Tema pembicaraan adalah menyoroti kekerasan yang biasanya dilakukan beberapa ormas islam di saat bulan Ramadhan. Apa yang dilakukan sdr. Munarwan merupakan gambaran FPI. Tak bisa dipungkiri bahwa FPI identik dengan kekerasan. Segala masalah selalu dihadapi dengan kekerasan, bukan dengan akal sehat.

Saya katakan FPI identik dengan kekerasan bukan sekedar catatan sejarahnya yang selalu dilumuri dengan tindak kekerasan, melainkan apa yang yang telah dilakukan oleh sdr. Munarwan terhadap Pak Tamrin. Aksi Munarwan adalah cerminan FPI, karena dia mewakili FPI.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 13 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 14 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 15 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

(H-16) Jelang Piala Asia U-19 : Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Pingin Body Kayak Artis …

Ifani | 8 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Diari Santri: #7 Tamu Misterius …

Syrosmien | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: