Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Manche Kota

buruh harian lepas

Alasan Mengapa Malaysia Berani Berperang dengan Indonesia

OPINI | 27 June 2013 | 16:41 Dibaca: 5271   Komentar: 30   5

Indon adalah panggilan dari bangsa Malaysia untuk pekerja asal Indonesia,suatu gambaran strata sosial antara tuan dan atau nyonya dengan jongos atau pembantunya,budaya tuan dan budak memang selalu terpelihara dengan baik dalam sistem negara kerajaan,banyak kasus pelecehan,penyiksaan dan tidak dipenuhinya hak-hak pekerja terjadi dinegara yang menganut sistem kerajaan dimana kurangnya penghargaan terhadap hak publik dan adanya dominasi mayoritas terhadap minoritas.

Indonesia adalah negara pengekspor tenaga kerja terbanyak ke Malaysia hampir 2 juta TKI yang bekerja disana belum terhitung yang masuk dan bekerja secara ilegal,mayoritas bekerja sebagai pembantu rumah tangga,buruh perkebunan dan buruh pabrik.Dalam interaksi keseharian semua kebutuhan orang Malaysia disiapkan dan dilayani oleh orang (pekerja) Indonesia mulai dari merapikan kamar,menyiapkan sarapan,membersikan halaman,menyetir kekantor atau pabrik setelah tiba dikantor atau pabrik orang Malaysia kembali dilayani oleh orang Indonesia mulai dari office boy dikantor sampai buruh dipabrik.Kondisi ini berlangsung selama puluhan tahun sehingga terpatri dalam benak dan jiwa bangsa Malaysia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa INDON bangsa pembantu,bangsa jongos,bangsa budak,karena dianggap sebagai jongos atau budak maka perlakuan yang tak wajar seperti penyiksaan dan pelecehan dianggap sebagai hal yang wajar,situasi ini didukung oleh pembiaran dan tidak pedulihnya pejabat pemerintah Indonesia atas ketidakadilan yang dialami oleh TKI.

Keberanian Malaysia untuk berkonfrontasi bahkan berperang dengan Indonesia juga didukung dengan adanya Five Power Defence Arrangements atau pengaturan pertahanan lima negara yaitu Malaysia,Singapura,Inggris,Australia,Slandia Baru dimana apabila ada salah satu anggotanya diserang maka negara yang lain berkewajiban membantu.Tentu dengan dukungan kecanggihan peralatan perang maka Malaysia menjadi confidence.

Hal ini menjadi catatan kita bersama sehingga bangsa Indonesia dapat menemukan kembali jati dirinya bukan lagi menjadi “bangsa indon” tetapi menjadi Bangsa Indonesia yang bermartabat dan disegani dalam komunikasi dan pergaulan antar bangsa,tentu ingatan kita belum pudar bagaimana Indonesia dipimpin Soekarno sangat disegani dan dihormati

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Kapal Feri Karam, 300-an Siswa SMA Hilang …

Mas Wahyu | | 17 April 2014 | 05:31

Tawuran Pasca-UN, Katarsis Kebablasan …

Giri Lumakto | | 17 April 2014 | 09:09

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 4 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 5 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 5 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: