Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Muhammadiyah Akui Metode Wujudul Hilal dalam Penentuan Awal Puasa Salah

OPINI | 25 June 2013 | 11:09 Dibaca: 3510   Komentar: 38   3

Muhammadiyah yang menentukan awal puasa berdasarkan hisab dengan pendekatan wujudul hilal ternyata salah. Pakar astranomi Prof Thomas Djamaluddin pun sudah mengingatkan bahwa metode yang digunakan Muhammadiyah itu sudah jadul alias usang.

Pengakuan jujur bahwa metode itu sudah usang dari Ketua Divisi Hisab Majelis Tarjih dan Tajdid, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Agus Purwanto.

Agus yang merupakan doktor fisika teori dari Universitas Hiroshima Jepang mengakui Wjudul Hilal Muhammadiyah tidak jelas.

Kata Agus, akan melakukan revisi wujudul hilal dalam arti yang sebenarnya dalam sebuah musyawarah di lingkungan organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu.

Kejujuran Agus juga mengatakan, Muhammadiyah tidak mengggunakan Imnakunur Rukyat, karena tidak jelas ukurannya.

Kata Agus, tidak suka dengan parameter yang tidak jelas seperti dalam ketinggian 2 derajat, 4 derajat, 5 derajat, 9 derajat sebagai kriteria visibilitas.

Justru yang sangat menarik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memberikan nasehat agar Muhammadiyah dalam menentukan awal dan akhir puasa menggunakan dalil hadits dengan rukyatul Hilal.

Melalui ketua DPP HTI, Farid Wajdi meminta Muhammadiyah yang dalam ajaran pengamalannya berdasarkan Quran dan hadits, harusnya dalam penentuan awal dan akhir puasa harus berdasarkan hadits yaitu penentukan awal puasa dengan melihat hilal.

SUMBER TULISAN

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Merokok Lantaran Terinspirasi Publik Figur …

Faried Rijalulhaqâ„... | 7 jam lalu

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: