Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wahyu Hidayanto

Wong Ndeso, Wong Cilik, Rakyat Jelata yang Rindu Terwujudnya Keadilan dan Kemakmuran

Kelebihan dan Kelemahan Presiden RI

OPINI | 25 June 2013 | 20:18 Dibaca: 12919   Komentar: 5   3

Dalam salah satu tulisan saya, ada salah satu kompasianer berkomentar menilai presiden RI. Presiden A nilainya B, Presiden B nilainya C+, presiden C nilainya C, presiden D nilainya D, presiden E nilainya E. Orang yang kebetulan senang dengan kepemimpinan seorang presiden akan memberikan penilaian yang baik, begitu juga sebaliknya orang yang benci akan memberikan penilaian buruk. Orang yang mengidolakan seorang presiden akan membela mati-matian ketika presiden yang jadi idola dinilai negatif oleh orang lain. Memberikan penilaian dan membanding-badingkan itu mungkin mudah. Tapi apakah dalam membandingkan satu dengan yang lainnya sudah adil? Atau hanya didasari oleh kebencian dan kecintaan saja, tanpa mencermati kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Jika membandingkan lima presiden yang telah memimpin negeri ini, semuanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Jadi tidak adil rasanya jika ada yang mengklaim masa presiden A lebih baik dari masa presiden B, mengklaim bahwa presiden B lebih baik dari presiden E dan seterusnya. Mungkin akan lebih adil jika diuraikan terlebih dahulu kelebihan dan kelebihan dari masing-masing presiden. Dengan begitu tidak sekedar main klaim, yang ujung-ujungnya tidak adil, karena ada yang merasa dirugikan dengan klaim tersebut.

Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945 dari kemerdekaan tersebut indonesia telah berganti-ganti pemerintahan. Beberapa kalangan membagi pemerintahan indonesia menjadi tiga jaman, zaman orde lama yang pemerintahannya dipimpin oleh Ir. Soekarno, zaman orde baru yang pemerintahannya dipimpin oleh  Soeharto, dan zaman reformasi yang telah berganti empat kali masa pemerintahan yang dipimpin BJ. Habibie, Abdurrahman wahid, Megawati Sukarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhiyono
masing-masing presiden memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing dalam memimpin Republik Indonesia.

Saya mulai dari penguasa orde lama, presiden Soekarno atau sering disapa bung Karno. Kelebihan beliau yaitu baliau adalah Presiden yang penuh karisma, pintar berpidato dan tegas terhadap bangsa asing. Sedangkan kelemahan beliau yaitu kurang dalam hal pengetahuan ekonomi, saat itu rupiah mengalami inflasi terbesar dalam sejarah yakni 300 %, hal tersebut dimanfaatkan pak Harto untuk melakukan kudeta.

Selanjutnya penguasa orde baru, presiden Soeharto, atau lebih sering disapa pak harto. Kelebihan beliau yaitu ketegasan beliau tidak diragukan lagi, tidak usah banyak basa-basi, tapi langsung door, ditempak penembak misterius ataupun diculik. Situasi politik sangat aman, nyaman dan kondusif saat itu. Ekonomi Indonesia mengalami masa jaya-jayanya pada tahun 1980 an. Sukses dengan program REPELITA-nya (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Pernah swasembada pangan, sukses program transmigrasi. Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia dan sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta roduk dalam negeri.

Sedangkan kelemahan masa kepemimpinan pak Harto yaitu karena terlalu lama berkuasa sehingga beliau menganggap RI sebagai milik pribadi dimana semua pejabat berasal dari keluarga dan kerabat dekatnya. Korupsi, Kolusi dan Nepetisme (KKN) menjadi-jadi terutama di tahun 1990 an. Tak menghargai HAM, dan menebar isu rasial, anehnya beliau jatuh juga akibat terbakar isu rasial yang dia mulai. Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat. Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua. kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin). Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan. Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel. Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program “Penembakan Misterius” (Petrus).

Masuk masa reformasi, yang pertama presiden BJ Habibie. Kelebihan beliau yaitu beliau adalah seorang yang pekerja keras, dalam pemerintahannya yang hanya berlangsung 1 tahunan telah melahirkan puluhan undangundang dan peraturan baru. Menurunkan dollar dari Rp 15.000 ke level Rp 6.000. Sedangkan kelemahan beliau yaitu beliau kurang tegas, walaupun pintar tetapi kurang dalam hal memimpin, kurang kharismatik. Timor timur lepas dari NKRI.

Kedua, presiden KH. Abdurahman Wahid atau sering disapa Gur Dur. Kelebihan beliau yaitu beliau sangat terbuka dan open mind, boleh dibilang beliau presiden yang paling demokratis di dunia. Sedangkan kelemahan beliau yaitu beliau terlalu menganggap remeh. Keterbatasan fisik beliau sehingga dimanfaatkan orang terdekat untuk berbuat curang. Sering keluar negeri dan kadang juga pemarah.

Ketiga, presiden Megawati, kelebihan beliau adalah presiden wanita pertama, presiden yang satu-satunya bersifat lembut, presiden yg selalu mengingati rakyatnya tentang perjuangan Ayahnya (Soekarno). Bersifat ke-Ibuan. Sedangkan kekurangan beliau yaitu beliau menganggap korupsi sebagai hal biasa dan bisa ditolerir, kurang pintar berpidato kurang tegas.

Terakhir presiden Susilo Bambang Yudhoyoni (SBY). Kelebihan beliau yaitu upaya penangkapan teroris, kedamaian aceh dan kestabilan politik bolehlah. Berkat SBY, Indonesia lebih dihargai bangsa asing setelah sekian lama diembargo. Presiden pertama yg menangkap koruptor kelas kakap, walaupun masih banyak yang belum tertangkap. Pintar dalam berpidato. Kestabilan ekonomi, setidaknya untuk masa sekarang. Sangat pintar dalam mengatasi opsisinya, sehingga dikenal sebagai Soft Power oleh bangsa luar.

Sedangkan kelemahan beliau yaitu beliau terlalu menjaga imej, kurang tegas apabila ada keputusan yg bisa menjatuhkan imejnya. Terlalu mencari aman, mau bersekutu dan bergabung dengan partai apa saja selama partai tersebut mau mendukungnya tidak peduli itu koruptor, penghianat atau apa. Kebebasan umat beragama terusik. kepastian hukum belum sepenuhnya terwujud, masih maraknya korupsi, birokrasi yang dianggap belum mencerminkan good governance, kerusakan lingkungan hidup, infrastruktur yang masih kurang memadai, serta biaya politik yang masih tinggi, terutama dalam pilkada. Masa kepemimpinan Presiden SBY juga tercatat, gangguan terhadap kerukunan dan toleransi serta sejumlah aksi kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban publik masih kerap dijumpai.

Setelah melihat kelebihan dan kelemahan masing-masing, jika memang ingin menilai, dan dirasa sudah adil, maka saya pikir tidak masalah. Setiap orang mempunyai penilaian masing-masing, tidak boleh memaksakan hasil penilaian kita terhadap orang lain. Yang penting tidak hanya didasari oleh rasa kebencian dan kecintaan saja, biar terasa adil.

(Inspirasi dari achmad muhadzir (http://hadziro.blogspot.com/2012/07/kelebihan-dan-kekurangan-presiden-ri.html), Ja.alqhazali (http://errortosucces.blogspot.com/2011/05/kelebihan-dan-kekurangan-pada-saat-pak.html) dan Joni Arisandy (http://bagongmendem.blogspot.com/2012/09/kelebihan-dan-kekurangan-masa-sby.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 12 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 11 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 11 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 12 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: