Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wahyu Hidayanto

Wong Ndeso, Wong Cilik, Rakyat Jelata yang Rindu Terwujudnya Keadilan

Fenomena Pak Harto: Pembanding Sekaligus Propaganda

OPINI | 25 June 2013 | 11:44 Dibaca: 1787   Komentar: 4   4

13721352831556067353

“Piye kabare bro?

Isih Penak Jamanku To Bro?”

Tulisan di atas sekarang sudah tidak asing lagi, banyak tersebar dimana-mana. Diawal-awal kemunculannya ada di bak-bak truk lengkap dengan gambar pak Harto dengan senyum khasnya. Sekarang sudah mulai menjadi gambar yang ada pada kaos yang dijual dipasar-pasar. Disebagian persimpangan jalan juga sudah ada ditemukan gambar dan tulisan tersebut. Bahkan ditemukan juga gambar pak Harto dan tulisan tersebut dalam baliho calon anggota DPR.

Diadakannya tulisan dan gambar Pak Harto tersebut pastinya ada maksud dan tujuannya. Tidak mungkin orang mau membayar mahal jika tidak ada motivasi tertentu. Ntah siapa yang pertama memunculkan tulisan dan gambar tersebut. Tapi, yang jelas orang itu punya kepentingan terhadap pemerintahan sekarang. Atau mungkin sebagai ungkapan kerinduan jaman orde baru ketika kepemimpinan pak Harto.

Saya tidak tahu persis apa tujuan dari memunculkan gambar dan tulisan tersebut. Banyak yang sudah menulis tentang ini, ada yang menganggap ini sebagai sindiran untuk pemerintahan sekarang. Ada yang menganggap hal ini sebagai ungkapan kerinduan rakyat Indonesia terhadap masa-masa kepemimpinan pak Harto. Ada juga yang menganggap itu menandakan pemimpin yang ideal adalah pemimpin dari kalangan militer. Kalau saya menganggap fenomena ini sebagai pembanding sekaligus propaganda untuk perpolitikan di Indonesia.

Gambar dan tulisan tersebut bisa menjadi alat perbandingan kesuksesan masa reformasi dengan mengingat masa orde baru kepemimpinan presiden Soeharto. Fenomena tersebut bisa dijadikan alat introspeksi bagi penyelenggara negara saat ini, seberapa sukseskah mereka jika dibandingkan dengan masa orba? Kenapa gambar dan tulisan itu bisa muncul, apa benar rakyat merindukan masa-masa orba dahulu? Kalau benar rakyat merindukan masa-masa orba, berarti penyelenggara negara harus bekerja keras untuk mengganti kerinduan tersebut dengan kesuksesan yang lebih baik dari masa orba.

Jika membandingkan lima presiden yang telah memimpin negeri ini, semuanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Jadi tidak adil rasanya jika ada yang mengklaim masa presiden A lebih baik dari masa presiden B, mengklaim bahwa presiden B lebih baik dari presiden E dan seterusnya. Mungkin akan lebih adil jika diuraikan terlebih dahulu kelebihan dan kelebihan dari masing-masing presiden. Dengan begitu tidak sekedar main klaim, yang ujung-ujungnya tidak adil, karena ada yang merasa dirugikan dengan klaim tersebut.

Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945 dari kemerdekaan tersebut indonesia telah berganti-ganti pemerintahan. Beberapa kalangan membagi pemerintahan indonesia menjadi tiga jaman, zaman orde lama yang pemerintahannya dipimpin oleh Ir. Soekarno, zaman orde baru yang pemerintahannya dipimpin oleh  Soeharto, dan zaman reformasi yang telah berganti empat kali masa pemerintahan yang dipimpin BJ. Habibie, Abdurahman wahid, Megawati Sukarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhiyono
masing-masing presiden memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing dalam memimpin Republik Indonesia.

Saya mulai dari penguasa orde lama, presiden Soekarno atau sering disapa bung Karno. Kelebihan beliau yaitu baliau adalah Presiden yang penuh karisma, pintar berpidato dan tegas terhadap bangsa asing. Sedangkan kelemahan beliau yaitu kurang dalam hal pengetahuan ekonomi, saat itu rupiah mengalami inflasi terbesar dalam sejarah yakni 300 %, hal tersebut dimanfaatkan pak Harto untuk melakukan kudeta.

Selanjutnya penguasa orde baru, presiden Soeharto, atau lebih sering disapa pak harto. Kelebihan beliau yaitu ketegasan beliau tidak diragukan lagi, tidak usah banyak basa-basi, tapi langsung door, ditempak penembak misterius ataupun diculik. Situasi politik sangat aman, nyaman dan kondusif saat itu. Ekonomi Indonesia mengalami masa jaya-jayanya pada tahun 1980 an. Sukses dengan program REPELITA-nya (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Pernah swasembada pangan, sukses program transmigrasi. Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia dan sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta roduk dalam negeri.

Sedangkan kelemahan masa kepemimpinan pak Harto yaitu karena terlalu lama berkuasa sehingga beliau menganggap RI sebagai milik pribadi dimana semua pejabat berasal dari keluarga dan kerabat dekatnya. Korupsi, Kolusi dan Nepetisme (KKN) menjadi-jadi terutama di tahun 1990 an. Tak menghargai HAM, dan menebar isu rasial, anehnya beliau jatuh juga akibat terbakar isu rasial yang dia mulai. Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat. Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua. kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin). Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan. Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel. Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program “Penembakan Misterius” (Petrus).

Masuk masa reformasi, yang pertama presiden BJ Habibie. Kelebihan beliau yaitu beliau adalah seorang yang pekerja keras, dalam pemerintahannya yang hanya berlangsung 1 tahunan telah melahirkan puluhan undangundang dan peraturan baru. Menurunkan dollar dari Rp 15.000 ke level Rp 6.000. Sedangkan kelemahan beliau yaitu beliau kurang tegas, walaupun pintar tetapi kurang dalam hal memimpin, kurang kharismatik. Timor timur lepas dari NKRI.

Kedua, presiden KH. Abdurahman Wahid atau sering disapa Gur Dur. Kelebihan beliau yaitu beliau sangat terbuka dan open mind, boleh dibilang beliau presiden yang paling demokratis di dunia. Sedangkan kelemahan beliau yaitu beliau terlalu menganggap remeh. Keterbatasan fisik beliau sehingga dimanfaatkan orang terdekat untuk berbuat curang. Sering keluar negeri dan kadang juga pemarah.

Ketiga, presiden Megawati, kelebihan beliau adalah presiden wanita pertama, presiden yang satu-satunya bersifat lembut, presiden yg selalu mengingati rakyatnya tentang perjuangan Ayahnya (Soekarno). Bersifat ke-Ibuan. Sedangkan kekurangan beliau yaitu beliau menganggap korupsi sebagai hal biasa dan bisa ditolerir kurang pintar berpidato kurang tegas.

Terakhir presiden Susilo Bambang Yudhoyoni (SBY). Kelebihan beliau yaitu upaya penangkapan teroris, kedamaian aceh dan kestabilan politik bolehlah. Berkat SBY, Indonesia lebih dihargai bangsa asing setelah sekian lama diembargo. Presiden pertama yg menangkap koruptor kelas kakap, walaupun masih banyak yang belum tertangkap. Pintar dalam berpidato. Kestabilan ekonomi, setidaknya untuk masa sekarang. Sangat pintar dalam mengatasi opsisinya, sehingga dikenal sebagai Soft Power oleh bangsa luar. Sedangkan kelemahan beliau yaitu beliau terlalu menjaga imej, kurang tegas apabila ada keputusan yg bisa menjatuhkan imejnya. Terlalu mencari aman, mau bersekutu dan bergabung dengan partai apa saja selama partai tersebut mau mendukungnya tidak peduli itu koruptor, penghianat atau apa. Kebebasan umat beragama terusik. kepastian hukum belum sepenuhnya terwujud, masih maraknya korupsi, birokrasi yang dianggap belum mencerminkan good governance, kerusakan lingkungan hidup, infrastruktur yang masih kurang memadai, serta biaya politik yang masih tinggi, terutama dalam pilkada. Masa kepemimpinan Presiden SBY juga tercatat, gangguan terhadap kerukunan dan toleransi serta sejumlah aksi kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban publik masih kerap dijumpai. (Inspirasi dari achmad muhadzir (http://hadziro.blogspot.com/2012/07/kelebihan-dan-kekurangan-presiden-ri.html), Ja.alqhazali (http://errortosucces.blogspot.com/2011/05/kelebihan-dan-kekurangan-pada-saat-pak.html) dan Joni Arisandy (http://bagongmendem.blogspot.com/2012/09/kelebihan-dan-kekurangan-masa-sby.html).

Kembali ke gambar pak Harto dan tulisan “Piye Kabare Bro? Isih Penak Jamanku To Bro?. Selain sebagai pembanding gambar dan tulisan tersebut menurut saya sekarang juga ada pihak yang memanfaatkan fenomena tersebut. Yaitu menjadikan menjadikan gambar dan tulisan tersebut sebagai alat untuk propaganda. Dengan menempelkan gambar dan tulisan tersebut di dalam baliho caleg, mereka berharap akan meraup suara yang banyak dari para perindu masa kepemimpinan pak Harto. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak perolehan suara partai dan untuk meloloskan anggota DPR RI dan DPRD yang banyak. Dengan propaganda terus-menerus, baik lewat bak truk, stiker, baliho, kaos dan yang lainnya. Maka pemilu 2014 nanti gambar dan tulisan tersebut sudah familiar.

Dengan adanya fenomena tersebut, ntah pihak mana yang akan diuntungkan dan pihak mana yang akan dirugikan di pemilu 2014 nanti. Rakyatlah yang akan menilai, apakah akan kembali seperti masa orba, atau terus maju membenahi reformasi? Yang memanfaatkan fenomena ini juga belum tentu diuntungkan. Dan yang mensia-siakan fenomena ini juga belum tentu dirugikan. Semua kembali pada rakyat, karena rakyatlah yang akan memilih pada pemilu 2014 nanti.

Dari fenomena gambar dan tulisan tersebut juga bisa menjadi bahan untuk mengoreksi masa reformasi sekarang. Masa sekarang belum sukses disebabkan oleh dosa reformasi atau karena masih adanya bibit-bibit orde baru yang ikut mendompleng dimasa reformasi ini? Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang.

Sukoharjo, 24 Juni 2013

Wahyu H

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Hukum Prabowo-Hatta, Jangan Merusak …

Daniel H.t. | | 20 August 2014 | 11:53

Kabar Gembira, Kini KPK Ada TVnya! …

Asri Alfa | | 20 August 2014 | 11:16

Keluarga Pasien BPJS: Kenapa Dokter Tulis …

Posma Siahaan | | 20 August 2014 | 12:48

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 5 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 9 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 9 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: