Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Alobatnic

hidup tanpa aturan

Presiden Non-Muslim di Indonesia

OPINI | 23 June 2013 | 23:19 Dibaca: 1646   Komentar: 15   1

Bicara soal kriteria Calon Presiden di Indonesia, ada satu syarat tak tertulis yang sepertinya sudah mutlak, yaitu calon presiden, kalau perlu maupun wakilnya harus seorang muslim. Katanya karena mayoritas penduduk Indonesia ini muslim, jadi yang jadi presidennya harus muslim. Tetapi dari dulu saya sudah sangat tidak setuju sekali dengan ketentuan ini. Sebab Indonesia bukan negara Islam dan pemilihan presiden bukan pemilihan imam sholat yang disyaratkan harus muslim.

Negara Indonesia adalah negara dengan sistem pemerintahan demokrasi yang menjamin setiap warganya untuk bebas memilih agama, keyakinan, dan kepercayaan masing-masing. Ideologi bangsa ini adalah Pancasila dan sumber hukum konstitusi di negara ini adalah UUD 1945. Dalam UUD 1945, tidak ada syarat bahwa presiden Indonesia adalah seorang muslim. Yang menjadi syarat menjadi presiden Indonesia hanyalah ia orang Indonesia (pasal 6). Bahkan di pasal 9, memberikan isyarat kalau presiden Indonesia bisa dari agama apa saja. Karena Negara ini menjamin penduduknya untuk beragama sesuai kepercayaan masing-masing (pasal 29 ayat 2), maka sudah barang tentu negara memberikan kebebasan terhadap pemimpinnya juga untuk beragama sesuai kepercayaan masing-masing.

Katanya kalau presiden negara ini tidak muslim, negara tak akan maju, agama Islam akan di sapu bersih, segala tradisi Islam akan dihapuskan, dsb dst. Tetapi menurut saya kok tidak sih. Asalkan Presiden itu berpegang teguh pada undang-undang yang berlaku yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, pemerintahan pasti akan jalan sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia. Apapun agama, keyakinan maupun kepercayaannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 10 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 8 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 8 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: