Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Marita Wijayanti

Hidup adalah belajar

Pemuda dalam Pencarian Pemimpin Indonesia ke-7? Sudah Siapkah Pemilu 2014?

REP | 20 June 2013 | 01:06 Dibaca: 198   Komentar: 0   0

Tak Terasa Pemilu 2014 tidak sampai 1 tahun lagi. Seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki KTP akan menentukan nasib bangsa pada tanggal 09 April 2014 nanti. Banyak Calon presiden yang akan diprediksi untuk menjadi presiden kelak, seperti nama-nama berikut:

A. Suvei dari CSIS: (9-16 April 2013; N= 1635 orang)

1. Jokowi : 28.6 %

2. Prabowo Subianto : 15,6 %

3. Aburizal Bakrie : 7 %

4. Megawati Soekarnoputri : 5.4 %

5. Jusuf Kalla : 3.7 %

6. Mahfud MD : 2.4 %

7. Hatta Rajasa : 2.2 %

Dan sebanyak 28 % belum menentukan pilihan.


B. Survei dari Lingkaran Survei Indonesia

1. Megawati : 20.7 %

2. Aburizal Bakrie : 20.3 %

3. Prabowo Subianto : 19.2 %

4. Wiranto : 8.2 %

5. Hatta Rajasa : 6.4 %

6. Ani Yudhoyono : 2.4 %

7. Surya Paloh : 2.1 %

8. Suryadarma Ali : 1.9 %

9. Muhaimin Iskandar : 1.6 %

Dan sebanyak 16.1 % belum menentukan pilihan

C. Survei dari Lembaga Survei Indonesia

Lima tokoh dinilai paling berkualitas untuk Capres 2014 adalah

  1. Mahfud MD
  2. Jusuf Kalla
  3. Dahlan Iskan
  4. Sri Mulyani Indrawati
  5. Hidayat Nur Wahid

Bagaimana? Sudahkan kalian memiliki calon untuk menjadi pemimpin bangsa di tahun 2014?

Indonesia adalah negeri yang besar, negeri yang pernah dijuluki sebagai Macan Asia. Maksudnya menjadi Negara yang maju di Asia baik perekonomian, taraf hidup , peradaban dan tingkat sosial.

Penduduk di Indonesia saat ini mencapai 250 juta jiwa, dimana jumlah pemuda mencapai 69 juta orang atau hampir sepertiga dari dari total penduduk Indonesia.

Pergerakan bangsa-bangsa di dunia tidaklah terlepas dari para pemuda, termasuk Indonesia. Melalui pergerakan 1908 yaitu Budi Utomo dan organisasi-organisasi setelahnya, terlihat betapa pentingnya peran pemuda dalam mencapai kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, sampai Orde Reformasi yang berhasil menumbangkan rezim Soeharto.

“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”

Ya, itu adalah perkataan yang diucapkan oleh Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa. Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara.

Pemuda ada Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut seharusnya dapat berguna bagi masyarakat karena pemuda masih memiliki otot dan otak yang kuat untuk menentukan arah pergerakan bangsa, termasuk dalam memilih pemimpin bangsa.

Pemilu tinggal selangkah lagi, pemilu yang merupakan pesta rakyat yang diadakan setiap lima tahun sekali seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Kampanye harus dijadikan ajang untuk mendidik dan memberikan pengalaman bagi para pemuda, sama sekali bukan untuk memecah belah kekompakan pemuda.

Semakin mendekati Pemilu, berbagai partai mulai menggunakan strategi dan jurus jitu untuk mendapatkan dukungan rakyat indonesia, tak terkecuali pemuda. Berbagai cara mereka lakukan untuk meyakinkan pemuda kalau mereka lah yang terbaik dalam pemilu 2014 nanti.

Selayaknya di antara Parpol terjadi kerjasama dan kekompakan, terutama untuk menggelar pesta demokrasi yang bersih, termasuk menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi kalangan pemuda. Jangan sampai peran pemuda dalam pemilu hanya ikut-ikutan saja. Untuk para politisi senior, berikanlah contoh terbaik bagi para pemuda.

Pemuda adalah generasi terbaik suatu bangsa. untuk itulah para pemuda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global, termasuk dalam berpolitik.

Untuk itulah pilihlah pemimpin yang terbaik, bukan pemimipin yang membawa Indonesia semakin terpuruk di mata dunia. Pilihlah pemimpin yang mampu mengubah negeri ini menjadi negeri yang lebih baik di bidang politik, ekonomi, dan peradaban bangsa dengan hati, bukan untuk beberapa lembar uang yang berwarna hijau, biru atau merah. Ingat harga kalian tidaklah serendah itu, dan ingat juga kalau kalian masih memiliki hutang kepada negara ini sebesar Rp. 8.000.000,-/ orang.

Tahun ini Indonesia kembali memiliki hutang sebesar Rp341,7 triliun. Hingga April 2013, utang Pemerintah Indonesia Rp 2.023,72 triliun. Di mana 20 persen dari APBN sudah dibiayai oleh hutang.

Dan masihkah kalian enggan untuk menentukan suara kalian? Masihkah kalian bersikap realistis dalam menentukan pemimpin bangsa di pemilu 2014 nanti? Pilihlah pemimipin yang mampu membebaskan negeri ini dari hutang-hutang! Pilihlah pemimpin yang takut Tuhan, cerdas, jujur dan pro-rakyat Indonesia!

Pemilu 2014? Don’t Miss it!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membuat KTP Baru, Bisa Jadi Dalam Sehari! …

Seneng | | 22 October 2014 | 10:00

Angka Melek Huruf, PR Pemimpin Baru …

Joko Ade Nursiyono | | 22 October 2014 | 08:31

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44

Saksi Sejarah Bangsa …

Idos | | 22 October 2014 | 11:28

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 5 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 5 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 6 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 6 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Penyelamatan Sang Ayah Terhadap Anaknya yang …

Saepullah Abu Zaza | 8 jam lalu

Jokowi dalam Perspektif Filsuf Sosialis …

Ari Dwi Kasiyanto | 8 jam lalu

Geliat Predator Seks di Medsos …

Muhammad Armand | 8 jam lalu

Doa dan Air Mata Seorang Ibu Menyelamatkan …

Roy Soselisa | 8 jam lalu

Akankah Aku Menang? …

Aisditaniar Rahmawa... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: