Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pemimpin dengan Gaya Otoriter

OPINI | 20 June 2013 | 07:55 Dibaca: 1125   Komentar: 3   1

Pemimpin dengan gaya otoriter ialah pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan yang menggunakan kekuatan jabatan dan kekuatan pribadi ,melakukan perencanaan dengan cara berfikir sendiri tanpa meniru gaya orang lain .merencanakan dengan tujuan dan kekuatan keputusan serta mampu memberikan motivasi bagi orang lagi dengan cara memaksa.gaya ini bagus dalam memecahkan masalah yang harus cepat ditangani namun ada juga kelemahannya dalam memimpin dengan gaya otoriter ini yaitu adanya pertengkaran ,absensi kehadiran,ad rasa tidak puas,agresif dan lain sebagainya.

Gaya demokratis biasanya setiap suatu organisasi harus memiliki sikap atau sifat saling menhargai satu sama lain dan juga mempunyai kemampuan dalam hal memimpin.memimpin dengan gaya demokratis biasanya menggunakan kemampuan jabatan yg dimilikinya sehingga hal ini akan memberikan kekuatan dalam memimpin,hal ini mungkin bagus karena dengan gaya demokratis dapat memimpin member ikan motivasi terhadap bawahan agar bias lebih baik ,juga dapat saling membantu dalam bertukar pendapat dengan cara bermusyawarah.ada jga kekurangannya antara lain buang waktu yang harusnya ad hal yang lebih penting daripada ini,adanya rasa kurang bertanggung jawab ,dan lain sebagainya

Demikian gaya memimpin dengan gaya otoriter ,dalam hal memimpin suatu bangsa seharusnya benar benar dapat memilih siapa pemimpin sebenarnya yang memang pantas menjadi pemimpin yang baik jujur tegas tepat waktu dan memiliki dasar memimpin yang kuat bkan karena hanya jabatan dan harta yang dimilikinya saja,Negara ini dapat sejahtera tergantung siapa yang memimpin kita bukan ??

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Menuju Organisasi Advokat Muda yang …

Valerian Libert Wan... | 7 jam lalu

Semoga Jokowi-JK yang Membuka Indonesia …

Bambang Trim | 7 jam lalu

Dialog Sunyi dari Hati ke Hati dengan Gus …

Puji Anto | 7 jam lalu

Satu Lagi Atlet Muslim Yang Di …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Eksposisi, Argumentasi, Deskripsi, Narasi, …

Sigit Setyawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: